Terjerat Pernikahan Dengan Pria Narsis

Terjerat Pernikahan Dengan Pria Narsis
Bab 49: Saeson 2: Rasa Bahagia


__ADS_3

 "Biarkan Aruhi bersama ibunya, lalu awasi pria yang mengaku sebagai suaminya!" titah sang penelpon. 


Sharly menutup panggilan telepon lalu kembali menemani Ariana. 


Di sisi lain Gisella mengetahui kebenaran yang tak bisa dibantahkan, dengan perasaan hancur tentu membuat ia semakin membenci Nathan. Vendrik menceritakan tentang putra mereka yang sudah tumbuh besar. Ariana berdiri di belakang punggung kedua orang tuanya. 


Lalu mendengar semua kiles kehidupan pernikahan orang tuanya. Raut wajah polos terpancar senyum kelegaan. Aruhi menceritakan tentang Ariana, lalu mencocokkan kelahiran Ariana pada saat hubungan mereka baik-baik saja. 


"Ariana! Putriku," ucapnya lirih menatap gadis manis itu. 


"Mulai sekarang kita tidak akan berpisah lagi," ujar bu Ambar dengan tangis bahagia. 


Mereka berempat berpelukan seperti teletubies.  "Khem …, jadi reunian tanpa aku!" dahem Ayaan yang tiba-tiba saja muncul di belakang. 


"Sini, kamu bisa peluk mama sepuas yang kamu mau!" ujarku merentangkan kedua tangan. Pemuda itu berlari melepas ranselnya memeluk ku erat. 


Beberapa minggu kemudian, semua berjalan dengan baik aku menempatkan lukisan di sebuah galeri seni yang terkenal. Terlihat beberapa wartawan yang memberikan ku beberapa pertanyaan. 


"Nyonya Gisella, lukisan yang terlihat indah dengan visual laut, apa memiliki arti?" tanya wartawan wanita. 

__ADS_1


"Lukisan ini adalah kehidupan yang tak bisa dijabarkan seperti lautan lepas, namun pasti laut mempunyai banyak kehidupan!" sahutku. 


"Katanya Nyonya adalah inspirasi bagi seniman jalanan, apa itu benar?" 


"Bisa dibilang iya, karena seorang seniman tak memandang siapapun untuk menjadi seniman. Kami telah membuka beberapa studio untuk membantu mereka mewujudkan mimpinya."


Setelah wawancara selesai terlihat Vendrik berdiri dengan sebuket mawar merah di tangan. 


"Untuk istriku yang tercantik," ucap Vendrik dari kejauhan, sehingga mata orang-orang tertuju padanya. 


"Bunga milikku jauh lebih indah dari milik Papah, jadi bunga siapa yang akan Mama pilih?" sahut Ayaan dari kejauhan.


"T-tunggu apa ini?" tanyaku bingung melihat tingkah tak biasa mereka. 


Dua orang yang berdiri memegang bunga mawar dan lili berpindah haluan kala melihat mata binar seorang gadis kecil yang terlihat imut. 


melihat hal tersebut tentu membuatku tertawa, kami lalu pergi ke sebuah restoran mewah yang bergayakan perancis. Stek yang setiap hari ku makan tak enak kala berada di genggaman Nathan. Tapi sangat berbeda jika stek ini ku makan tepat didepan laki-laki, yang saat ini adalah dia yang pernah kucintai. Saat mengetahui kebenaran yang ada, cara bicara dan pandang ku padanya perlahan-lahan berubah. 


"Mah, Pah, Aku keluar dulu!" ucap putraku menghentikan makannya. 

__ADS_1


"Kamu mau kemana?" tanya ku padanya. 


"Ada urusan yang harus aku selesaikan!" ujarnya kembali menatap layar ponselnya. 


"Baiklah cepat kembali," sahut ku melempar senyum.


Di sebuah sekolah menengah pertama, Ayaan dengan cepat menghampiri seorang gadis pada saat jam 04:32 dimana semua orang sudah tak ada disana. 


"Apa yang terjadi? Kenapa kamu menghubungiku?" bingung Ayaan. 


"Yaan, aku mencintaimu!" ucap Gadis berambut lurus mengungkapkan perasaannya. 


"Apa! Hahah …, kamu memanggilku hanya untuk ini!" kesal Ayaan mantap gadis tersebut. 


"Tapi aku serius, aku menyukaimu Ayaan!" tegas gadis itu memantaskan perasaannya. 


Ayaan dengan santai menolak, hingga tak sengaja terdengar oleh seorang gadis lain. Penolakan Ayaan sedikit kasar, membuat gadis berambut lurus itu menangis. 


"Kamu jahat!" ucap gadis itu mengusap air matanya. 

__ADS_1


"Ish …, dasar gadis merepotkan!" desis Ayaan kesal. 


Bersambung....


__ADS_2