Terjerat Pernikahan Dengan Pria Narsis

Terjerat Pernikahan Dengan Pria Narsis
Bab 51: Saeson 2: Dia Istriku Dan Bukan Istrimu


__ADS_3

 Melihat diriku meneteskan air mata Vendrik meleburkan pelukan hangat untukku,setelah itu ia kembali menyalakan mesin mobilnya.


 Sebuah bandara terlihat Sheryl menunggu disana, berkali-kali raut wajahnya terlihat gusar kala melihat jam yang melingkar di tangan. Raut wajah itu seketika berubah bahagia kala melihat seorang pria keluar dari bandara, ia gegas menghampirinya. 


"Tuan!" panggil Sherly pada Nathan yang baru saja sampai. Lalu menghampirinya. 


"Apa kamu kesini ingin menemui nyonya?" tanya maid itu dengan intens. 


"Iya bawa aku menemuinya!" jawabnya dengan cepat. 


"Apa tuan tidak ingin bersama Sherly lebih lama lagi!" ucap Sherly centil. 


"Tutup mulutmu, aku kesini ingin menjemput istriku!" bentak Nathan dengan mata melebar. 


Yeah… Sherly setipe dengan wanita ****** lainnya, tujuh tahun ia bekerja sebagai kaki tangan Gisella ia justru menjadi koleksi Nathan, sebagai simpanan sekaligus mata-mata. Gisella bahkan tak tahu wanita tersebut sudah menjadi koleksi indah Nathan yang mengaku sebagai suaminya. Alasan Nathan beragam untuk memenuhi nafsu dan rasa terabaikannya. 


Ia mencari pelampiasan kala Gisella tak melihatnya sebagai pria, bertahun-tahun lamanya ia tinggal bersama dengan Gisella ia tak pernah menyentuh atau menyetubuhinya. Karena setiap kali ia mendekat justru memicu ketakutan pada Gisella. Hingga melampiaskannya pada setiap wanita. Seluruh mansino tahu bahwa Gisella adalah istri pajangan, gelar yang ia dapat sebagai istri pajangan tak membuat wanita itu menangis atau merasa sakit hati. 


Mengingat ada dua orang selalu bersamanya, dan sekarang Sherly sama saja. Wanita itu sangat suka menggoda Nathan kala Gisella tak ada. Semua sudah berakhir, Vendrik menemukan istrinya yang ia kira meninggal akibat insiden yang disebabkan Nathan.


Meskipun istrinya tak mengingatnya, namun Vendrik percaya cintanya akan membuat Gisella jatuh cinta kembali. Sesampainya di rumah, betapa terkejutnya mereka berdua melihat Nathan berada di dalam rumahnya. 


"Kau! Berani sekali bajingan sialan sepertimu masuk kedalam rumahku!!" ujar Vendrik melangkah cepat, lalu melayangkan tinju padanya. 

__ADS_1


Bruk ….


Nathan tersungkur jatuh, sementara Vendrik menyerang membabi buta. Gisella melerai mereka tapi Vendrik enggan untuk melepaskannya. "Dasar bajingan tak tahu malu!" hardik Vendrik emosi, sembari tangannya terus memukul wajah Nathan. 


"Vendrik berhenti!!" teriakku. Pada pria yang sudah naik pitam. 


"Aku mohon berhentilah!" ucapku memegang tangannya yang hendak melayangkan pukulan lagi. 


"Ruhi, gara-gara pria ini aku harus kehilangan mu selama sepuluh tahun!" ucapnya. 


"Aku tau, tapi tolong berhentilah. Aku nggak ingin kamu masuk penjara gara-gara manusia sampah ini!" ucapku mencoba menenangkannya. 


Tangan yang mengepal kembali ia longarkan, Vendrik mencoba menghela napas. Nathan berdesis sakit. Ayaan yang kembali dari luar melihat Nathan. Ia justru ikut menghajarnya, Nathan terus mendapatkan pukulan beruntun dari kedua belah pihak. 


"Gisella, ayo kita pulang!" ajak Nathan tanpa bersalah. 


Aku yang mendengar itu tentu marah dan geram, namun ku tepis karena membutuhkan penjelasan dari pria yang berstatus suamiku. "Apa kamu tidak ingin menjelaskan situasi ini?" tanyaku berusaha menahan diri. 


"Penjelasan apa yang ingin kamu dengar?" 


Ia justru bertanya kembali padaku, membuat ku emosi. "Nathan aku beratnya sekali lagi, apa kamu tidak ingin berkata jujur!"


"Kamu bukan Gisella yang aku kenal, seharusnya ku hentikan saja kamu pulang kesini!" ujarnya mengalihkan topik. 

__ADS_1


Plak… 


"Ini adalah tamparan untuk mu karena sudah menyentuh wajahku!" 


Vendrik mendengar hal itu tentu marah, terlihat wajah padam dengan mata menyorot ke arah Nathan. Aku menghentikan langkah Vendrik untuk tidak menghajar pria sampah ini. 


"Berani sekali kamu menamparku! Apa kamu tidak pernah sedikit saja jatuh cinta padaku? Kamu selalu saja seperti ini, sepuluh tahun aku bersamamu tapi kamu tak pernah sedikitpun mencintai ku!" ucap Nathan menangis, ia seolah-olah pria paling menderita karena cinta. 


Aku menghela nafas panjang dan kembali membuka kata. "Nathan cintamu padaku palsu, aku bukan trofi yang inginkan menangkan lalu setelah itu kamu buang! Selama ini aku menderita tapi kamu nggak pernah mendengar jeritanku!!"


"Aku tak ingin kamu melakukan hal gila lagi atas nama cinta, ku mohon lepaskan aku …!" ucapku menatapnya sendu. 


"Ruhi, kamu nggak perlu memohon apapun pada bajingan itu!" sergah Vendrik. Menatap tajam Nathan. 


Aku enggan untuk mendengarkan Vendrik, justru aku kembali bicara mengeluarkan isi otak yang selama ku tahan setelah sepuluh tahun lamanya. 


"Aku mencintaimu mu, aku nggak pernah menganggapmu seperti itu! Jadi ku mohon kembali padaku, aku janji nggak akan menyakitimu!" ucapnya lirih. 


"Dia tidak akan pergi, Nathan sadarlah Aruhi bukan istrimu dia itu istriku. Kamu nggak punya hak membawa istriku pergi!" sahut Vendrik. 


"Fuhhh …, kamu punya bukti apa kalau dia istrimu? Dia bukan Aruhi, dia Gisella istriku!" tawa Nathan mengejek.  


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2