Terjerat Pernikahan Dengan Pria Narsis

Terjerat Pernikahan Dengan Pria Narsis
Bab 45: Saeson 2: Mesin Capit


__ADS_3

 Gadis kecil itu terdiam kala mendengar pernyataan pemuda di depanya. Suara panggilan membuat Ayaan menengok. 


"Tuan muda!" panggil asisten Neol. 


"Ada apa?" tanya Ayaan pada asistennya. 


Neol yang terengah-engah mencari tuan mudanya justru dikejutkan melihat gadis kecil yang berdiri sambil memegang lolipop di tangannya. "Astaga kenapa gadis ini mirip sekali dengan tuan muda versi wanita!" tanya Neol bingung. 


"Kak, sepertinya kamu sedang sibuk, saya pergi dulu!" ucap anak itu. Ariana beberapa hari sudah paham menggunakan bahasa indonesia. 


"Tung... !" ucap asisten Neol terpotong saat tuan mudanya menarik tangan pria berumur itu. 


Gadis itu berjalan di samping jalan trotoar, ia disusul pelayan cantik di belakangnya tanpa gadis itu sadari. Dengan kaki kecil sembari menendang batu, Arianan terlihat bosan karena beberapa hari ini gadis itu tak dapat berteman. 


"Nona muda, kemana saja anda?" tanya Sherly tiba-tiba saja muncul. 

__ADS_1


Ayaan menyusul gadis itu. "Hey adik kecil!" panggil pemuda tampan.


Hingga wajah yang terlihat kusut menengok bahagia, saat pemuda yang ia beri permen menyusulnya. "Kakak!" ujar gadis kecil bahagia. 


Sharly memperhatikan wajah bahagia nona mudanya, pasalnya anak itu tak pernah tersenyum manis jika tak ada Gisella di sampingnya. 


"Padahal kakimu sangat kecil tapi sudah berjalan dengan cepat!" gerutu Ayaan menatap mata yang berbinar-binar. 


"Nona siapa mereka?" tanya Sharly penasaran. 


Sang asisten sendiri memperkenalkan tuan mudanya, mereka berempat berjalan dengan riang, meskipun Ariana sedikit memahami bahasa orang-orang di sekitarnya, namun gadis itu bisa menempatkan posisinya dimanapun. 


Terlihat wajah kesal ingin menaklukkan benda di depanya, Ayaan tak tanggung membeli koin empat ratus ribu hanya untuk menaklukkan mesin di depannya. Ariana memperhatikan kegigihan kakak yang baru beberapa jam bersamanya. 


"Astaga, tuan berhentilah dari pada anda membeli koin untuk bermain, lebih baik membeli mesinnya saja!" batin Neol menatap bosnya yang tengah berapi-api. 

__ADS_1


"Kak, apa boleh Ariana mencobanya?" tanya gadis di depannya menggunakan dua bahasa yang tercampur, namun masih bisa dimengerti. Ayaan yang sedari tadi telah mencobanya tak kunjung mendapatkan boneka yang berada di dalam mesin. Tak sampai satu jam gadis itu berhasil menaklukkan mesin capit, ia mendapatkan lima boneka yang ada di dalam mesin, membuat pemuda itu terkejut atas kehebatan gadis kecil di depannya. 


"Kamu sangat pro," ujar Ayaan tersenyum. 


Pujian yang keluar dari pemuda asing di depannya membuat gadis itu memerah. Ia tak pernah mendapatkan pujian dari orang asing selain ibu dan maidnya. Mereka berempat melanjutkan perjalanan menuju toko cake, yang letaknya tak jauh dari tempat mereka bermain mesin capit. Gadis itu terlihat sangat bahagia memakan kue yang berada di toko tersebut. 


"Nona muda, saya sudah memberi tahun nyonya besar anda di mall ini, dan beliau sebentar lagi akan kesini!" ujar maid pada gadis yang tengah asik memakan kue. 


"Benarkah?" ucap gadis itu bahagia. 


Terlihat garis indah di antara ujung bibirnya. 


"Apa mamamu akan datang?" tanya pemuda di depannya.


"Iya, maid bilang mama akan menjemput ku di mall ini, Ariana akan memperkenalkan kakak dengan mamaku!" ucapnya dengan intens. 

__ADS_1


Mendengar hal tersebut tentu membuat Ayaan penasaran seperti apa wajah ibu gadis di depannya ini, karena sikapnya sangat mirip dengan almarhum mamanya yang sudah tiada. 


Bersambung....


__ADS_2