Terjerat Pernikahan Dengan Pria Narsis

Terjerat Pernikahan Dengan Pria Narsis
Bab 11: Pria Masa Laluku!


__ADS_3

  "Presiden tidak menelpon tuan!" jawab Noel sang asisten Vendrik Leonard Edwin. 


Sejenak pria itu terdiam lalu terbangun. "Baiklah, hari ini aku akan pergi ke toko bunga."


"Tapi tuan, anda harus menandatangani kontrak kerja dengan perushan iklan," ucap asisten mengingatkan bosnya.


"Berkasnya kamu taruh aja di atas meja, aku hanya butuh satu jam dan akan segera kembali," jawab Vendrik.


Dengan sigap sang asisten memberi hormat. Pria itu lalu keluar dari ruang rapat berserta karyawan lainnya. 


Di sore hari langit tampak masih gelap, terlihat mobil Vendrik terparkir samping trotoar tempat toko bunga milik wanita cantik yang selama ini ia kejar. Matanya diam-diam mengamati toko itu, namun tak ada seorangpun nampak di toko tersebut. 


Dia pun perlahan-lah memundurkan mobil yang terparkir kemudian mobil itu melaju cepat, lalu berhenti di sebuah rumah yang sangat mewah dan besar. Disamping rumah mewah terlihat seorang wanita hendak menyapu halaman rumah.


Pria itu pun keluar, sambil menarik dasi yang melingkar rapi di lehernya, lalu meleparnya kedalam mobil. Suara daheman menganggetkan ku yang tengah menyapu halaman.

__ADS_1


"Astaga kau lagi? Apa kamu tidak ada kerjaan, ini sudah sore lagi pula tidak ada bunga di rumahku!" ketusku kesal menatap pria itu.


"Memang apa masalahmu padaku? Aku kesini ingin mendengar jawabanmu!" ucap pria itu yang masih berdiri di pintu gerbang. 


"Jawabanku tetap sama, aku tidak mau menikahi mu!" tegas ku lagi padanya.


Pembicaraan kami terhenti saat suara telepon berdering dari dalam saku pria yang tengah berdiri di depanku, dia bergegas mengangkat telpon tersebut. Beberapa menit setelah pria itu menelpon dia pun berkata padaku.


"Nona Aruhi, kamu harus membantuku nanti malam aku akan menjemput mu!" ujarnya  sambil pergi.


"Ya Tuhan apa-apaan pria ini, sudah kutolak tapi masih saja mempertanyakan jawabanku!" gerutu ku kesal. 


"Hey …, apa maksudmu, aku tidak akan keluar denganmu ataupun siapapun!" dengan kesal pada pria itu. 


Saat sore berganti malam. Aku tengah duduk di depan cermin menatap diriku  semakin hari semakin tirus akibat tingkah pria menyebalkan yang setiap hari mengganggu ketenangan keluarga ku. 

__ADS_1


"Ini sudah cukup, pria itu selalu saja seperti parasit!" gumamku di depan cermin. 


Suara ketukan pintu membuat ku terkejut, perlahan-lahan tubuh ku yang tengah duduk di depan cermin bangun dengan cepat ku berjalan meraih gagang pintu. 


"Ibu, ada apa malam-malam begini?" tanyaku heran. 


"Ada tamu yang mencarimu," ucap ibu menatapku.


Aku pun bertanya pada ibu, tamu seperti apa yang datang malam-malam begini? Hingga mengingatkan ku kembali tentang ucapan pria narsis tadi sore. Lalu ku langkahkan kaki secepat kilat, dengan ekspresi kesal, tanpa melihat tamu seperti apa pun yang datang karena terlalu bernaluri kesal pada pria menyebalkan itu. 


"Apa kamu sudah tidak waras? Sudah ku tolak dengan kasar masih saja mengajar. Ouh atau otak mu sudah konslet gara-gara narsismu!" bentak ku pada tamu yang bahkan belum ku lihat wajahnya. 


Saat emosi mereda kembali ku lihat wajah orang yang datang ke rumah, membuatku sedikit terkejut saat kembali memperjelas penglihatan ku. Orang yang ku hindari selama lima tahun terakhir ini muncul bagaikan cahaya yang redup. 


Dia yang dulu mengisi kekosongan hidupku, kini kembali dengan wajah yang sama namun aura yang berbeda. Tiba-tiba air mata yang berusaha kutahan sejak dulu kembali melupa bagaikan sungai yang deras.

__ADS_1


"Na …, Nathan!" ujarku menatap pria jakung yang tengah berdiri di hadapan ku. 


Bersambung.....


__ADS_2