
JENNY
"Mami, aku ke toilet dulu ya. khawatir make up aku belepotan. kata Jenny mohon izin ke orang tuanya. Jenny berencana kabur, biar bisa terhindar dari perjodohan konyol ini.
Berjalan gontai menyusuri restoran menuju Toilet. Sebenarnya ini hanya alasan Jenny, agar bisa mengulur waktu lebih lama. Sambil memikirkan siapa tau masih ada sedikit celah untuk membatalkan perjodohan ini.
"Gini amat sih nasib gue, jatuh hati dalam diam dengan Bang Alfin, godain Arwan tapi tidak juga terbalaskan. Dalam hati Jenny masih saja menyesali nasibnya.
Sebenarnya Jenny selalu mendekati Arwan, menggoda Arwan hanya untuk melupakan cinta terpendam nya ke Alfin kakak Arwan.
"Atau aku kabur saja, tapi... kasian mami sama papi, batin Jenny jalan tertunduk lesu sambil terus bergumam dalam hati. Jenny memang tipe anak yang patuh kepada kedua orang tuannya, tidak mau membuat orang tuannya sedih.
Jenny berjalan tidak memperhatikan sekitar, yang ada di kepalanya hanya bagaimana membatalkan perjodohan ini.
Tiba-tiba...
Bugh.. benturan keras di dahinya.. membuatnya mendongak melihat apa yang baru saja di tabrak nya, Aromanya begitu wangi.
"Abang Alfin??? kata Jenny ragu dengan wajah kagetnya. Sudah sekian lama tidak berjumpa dengan pria tampan Abang dari sahabat nya.
"Jenny??? Alfin tak kalah kagetnya. sudah sekian lama tidak berjumpa dengan gadis manis yang selalu ada dalam ingatannya. namun hanya dalam angan belaka. Alfin tak punya keberanian untuk mengungkapkan.
"Jen, kamu lagi ngapain di sini? Apa kah yang Arwan katakan benar Jen?
"Iya bang Al, Mami sama papi jodohin aku dengan anak temanya.
"Abang sendiri.... Jenny menjeda ucapannya.
"mau ketemuan dengan calon Abang ya? Arwan juga udah cerita bang
Alfin mengangguk dengan wajah sedihnya
"Kita sama Jen. padahal aku sudah menyukai seseorang sejak lama. tapi gak berani ngungkapin, Alfin berkata sambil pandangannya menerawang jauh.
"Lho kita kok sama bang, aku juga menyukai seseorang. tapi ya sudah lah. mungkin belum berjodoh.
"*Apakah yang Jenny maksud aku?
"Jangan terlalu ke PD an lu Al. batin Alfin berkecamuk*.
"Oh ya bang Al, aku duluan ya. berlalu meninggalkan Alfin yang hanya bisa mengangguk membalas ucapan Jenny.
Alfin terus mengikuti sosok Jenny yang akhirnya menghilang di belokan kearah toilet.
"Kau semakin cantik Jen. Lagi-lagi Alfin hanya berani berkata dalam hatinya.
****
ALFIN
Flash back on
"Ma.. aku ke Toilet dulu ya.
Alfin pamit ke mama indah.
__ADS_1
"Jangan kelamaan, gak lama lagi calon kamu datang.
"Dan ingat, jangan coba-coba kabur kalau kamu masih sayang sama mama.
"Iya ma. Alfin berkata sambil menunduk, wajah tampannya tampak sangat sedih.
Sebenarnya ada keinginan untuk kabur tapi, Alfin benar-benar tidak mau membuat mamanya sedih, dia sangat mencintai sosok mam yang telah berjuang membesarkan nya dan Arwan sendiri, setelah papa meninggal saat Alfin dan Arwan masih kecil. Dan mama tidak mau menikah lagi. Mama hanya fokus dengan anak-anaknya.
Berjalan lesu tak bersemangat menuju toilet.
Di toilet hanya membasuh wajahnya. lalu keluar lagi, dengan langkah gontai pandangan kearah lantai, tanpa memperhatikan sekitar.
Tiba-tiba...
Bugh... dada bidangnya di tabrak seseorang.
Alfin kaget wangi dari rambut wanita yang menabraknya benar-benar mengobrak-abrik Indra penciumannya.
"Bang Alfin...
"Jenny...
Flash back of
****
Di Room private restoran mewah itu.
"Assalamualaikum Mami dan Papi Jenny tiba.
Arwan kaget ternyata yang datang orang tua Jenny.
"Apakah ini artinya gadis yang akan dijodohkan dengan Bang Alfin itu Jenny? batin Arwan.
Arwan tersenyum bahagia, mengetahui bahwa gadis yang di jodohkan dengan abangnya adalah Jenny, gadis yang sudah lama di kagumi abangnya.
"Kok hanya berdua, mana Jenny? tanya mama sambil mereka bersalaman.
Tak ketinggalan Arwan pun bersalaman sambil mencium punggung tangan kedua orang tua Jenny
"Ada kok mbak, si Jenny lagi ke toilet. kata mami Jenny.
"Arwan... kamu apa kabar, gimana keadaan kalian di kota kecil itu. Jenny dan Radha gak ngrepotin kamu kan. kata papi Jenny
orang tua Jenny, Arwan dan Radha memang saling mengenal. Saat Putrinya mengatakan akan mengabdi di Puskesmas di kota kecil itu, sebenarnya mereka tidak setuju. tapi karena terus di bujuk dan Arwan juga ingin mengabdi di tempat yang sama. akhirnya mereka mengijinkan. Karena Meraka tau Arwan pasti akan menjaga putri mereka.
"Alhamdulillah baik Om, Enggak ngerepotin kok Om mereka semua pada nurut. hehehe
Mereka pun tertawa bersama.
"Hanya saja, Radha setelah menikah akan balik ke IbuKota ikut suaminya lanjut Arwan.
"Assalamualaikum Suara Alfin mengalihkan perhatian ketiga orang di room private tersebut
"Waalaikumsalam, jawab mereka bertiga bersamaan.
__ADS_1
Alfin tau orang tua Jenny adalah sahabat mamanya. tapi Alfin tidak pernah tau bahwa Jenny yang biasa datang kerumahnya saat masih kuliah bersama Arwan adalah putri mereka.
Pernah suatu hari bertemu dengan orang tua Jenny saat Alfin mengantar mamanya belanja bulanan di supermaket.
"Om, Tante, sapa Alfin sambil berjabat tangan dan mencium punggung tangan kedua orang tua di depannya tersebut.
"Alfin semakin dewasa kamu makin gagah saja.
papi Jenny berkomentar melihat betapa gagahnya pria di hadapannya
"Pasti Jenny klepek-klepek liat pangeran tampan ini. batin Papi jenny
"Putrinya gak ada, kayaknya mereka datang untuk membatalkan perjodohan ini. yes.. yes.. Melihat sekeliling dan tidak menemukan seorang gadis pun. Alfin bersorak dalam hati.
Lalu Alfin duduk di sebelah Arwan, Sambil pandangannya terus menunduk, dan hanya memainkan ujung-ujung kukunya.
"Assalamualaikum... suara lembut seorang gadis membuat semua menoleh ke sumber suara Kecuali Alfin, Alfin kecewa ternyata wanita yang akan di jodohkan dengannya ada di sini, padahal tadi dia mengira gadis itu tidak datang dan acara jodoh - menjodohkan batal.
"Waalaikumsalam. jawab mereka bersamaan
"Sial... gadis ini kok datang sih, gak mules, atau diare gitu biar gak bis datang. umpatnya nya dalam hati.
Alfin Hanya menunduk dengan terus memainkan ujung-ujung jarinya tanpa menoleh sedikit pun kearah gadis itu.
walau Arwan sudah berkali-kali menepuk paha abangnya di bawah meja. sebenarnya saat Alfin dari toilet tadi Arwan akan memberi tahukan siapa calon yang sudah mama pilihkan untuknya. Tapi biarlah ini akan jadi kejutan terindah buat Abang kesayangan nya.
"Abang, liat tuh calon istri Abang, cantik banget. Sambil berbisik Arwan menggoda Abang nya.
"Hust Berisik lu. Alfin mulai sewot.
"Kalau lu suka buat lu saja. Alfin melanjutkan dengan tetap menundukkan pandangannya.
"Bener nih bang, entar nyesel lho. mereka masih berbisik sambil menahan tawa.
Setelah mengucap salam dan ikut bergabung di private room lalu memberi salam dan mencium punggung tangan mama Alfin, beralih ke Arwan namun dengan pandangan tetap tertunduk. Jenny sangat kaget saat mendengar suara yang familiar di telinganya. dia lalu mengangkat wajahnya.
"Jen, jangan nunduk terus, ada cowok ganteng nih depan lu. kata Arwan sambil nyengir.
"Elu Ar... Artinya..? menggantung ucapannya, saat pria tampan di samping Arwan mengangkat kepalanya dan melihat kearah Jenny.
"Bang Alfin
"Jenny
Mereka berdua berkata serentak sambil saling menunjuk.
"Jadi gimana nih Jenny, Perjodohan ini mau di lanjutkan atau di batalkan ? Papi Jenny bertanya sambil tersenyum.
"Iya Al gimana? batalin aja ya. tadi kamu kan gak mau, Mama Alfin juga ikut menggoda Alfin.
Bersambung....
Apakah mereka menerima atau menolak...?
Komentar, Like, dan vote. terimakasih
__ADS_1