TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)

TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)
Abang Jahil


__ADS_3

Hari minggu Pagi di rumah keluarga Bramantyo.


Tidak terasa sudah Enam bulan Arwan berada di rumah Ayah Tiyo. Ketulusan dan kasih sayang yang keluarga ini berikan kepada Arwan membuatnya betah tinggal di sini. Kedekatan Arwan dan Endita juga semakin erat terjalin layaknya Kakak dan Adik kandung, pertengkaran, perdebatan selalu mewarnai hari-hari mereka, sikap Arwan yang jahil, dan Endita yang cengeng dan manja saat berada di tengah keluarganya, membuat Arwan semakin suka menggodanya. tapi inilah yang membuat mereka berdua semakin akrab dan kompak.


Mama dan Bang Alvin kakak Arwan sudah beberapa kali berkunjung kerumah keluarga Bramantyo. Hubungan dua keluarga ini benar-benar terjalin baik.


Pagi itu setelah sarapan sekitar jam 9 pagi mereka berdua seperti biasa bertengkar hanya gara-gara hal sepele.


saat hari libur Arwan akan mengajak Endita jalan-jalan. karena Arwan belum memiliki kekasih, dan memang dalam kamus hidup Arwan pacaran hanya ada setelah pernikahan, dia tidak mau dipusingkan urusan cinta. hingga dihari libur sering dihabiskan jalan-jalan berdua dengan Endita atau kadang juga piknik bersama Ayah, bunda, dan juga Endita.


"BUNDAAA ....


terdengar teriakan nyaring dari kamar Endita gadis kecil berusia 8 tahun yang baru kelas 3 Sekolah dasar itu menghentak-hentakkan kakinya sambil bibirnya manyun lima senti, mata berkaca-kaca.


"Ada apa sayang...


Bunda tergopohgopoh menghampiri Endita di kamarnya. Bunda melihat tidak ada hal aneh di kamar anaknya hanya ada Arwan yang berbaring di tempat tidur Endita menggerakkan tangan dan kakinya seperti orang yang sedang terlentang di salju. membuat tempat tidur Endita yang sudah rapi menjadi berantakan.


"Abang,,,, sambil menunjuk kearah Arwan.


sedangkan Arwan dengan muka tanpa dosa tetap melakukan hal yang sama.


"Emang Abang kamu kenapa?


"Abang berantakin tempat tidur En, liat tuh si Mickey, udah gak di tempatnya.dengan bibir monyong lima sentinya, Melaporkan perbuatan jahil Arwan kepada bunda.


(Si Mickey boneka Mickey M*use kesayangan Endita ukuran bonekanya lebih besar dari tubuh mungil Endita)


"Abang, jangan berantakin tempat tidur Adek mu bang. Ayok di rapiin lagi. kamu itu ya bang suka sekali bikin ulah, sekarang bangun, rapikan tempat tidur En.


Perlahan-lahan Arwan turun dari tempat tidur En dan mulai merapikan.


"Sudah beres Bun..


tempat tidur sudah kembali rapi, tapi wajah Endita masih Kusut kayak baju yang sudah tujuh tahun gak di setrika.


"Maaf Abang sudah berantakin tempat tidur mu dan jatuhin si Mickey, kata Arwan tulus sambil mengusap pucuk kepala Endita.


"Tempat tidur sudah kembali rapi, Abang sudah minta maaf, tapi bibir kok masih maju lima senti En. bunda geleng-geleng kepala melihat anak semata wayangnya.


"Sudah En maafin tapi.... gendong sampe depan, dan kita jalan-jalan.

__ADS_1


kebiasaan En kalau lagi ngambek gara-gara Arwan, Arwan harus merelakan punggungnya untuk gadis kecil itu nemplok dak kayak cicak.


hingga kadang Arwan menjuluki Endita dengan Cicak cantikku.


"kalau cuma nemplok di punggung mah jangankan sampe depan rumah, sampe Jakarta juga.... Arwan sengaja menggantung kalimatnya.


"Emang sampe Jakarta sanggup bang? Endita bertanya dengan tatapan wajah heran.


"OGAH Enak aja mau nemplok sampe Jakarta hahahhaa


bahagia rasanya bisa ngerjai Endita pagi ini.


Bunda yang melihat perdebatan mereka hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala.


"Abang ih.. Jahil Banget.


"Kalian jadi jalan gak nih.


Endita dan Arwan sudah rapi. Endita mengenakan kaos putih di padu dengan kemeja kotak- kotak dan celana pink cantik dan imut sekali.


Arwan juga mengenakan pakaian santai kemeja Kotak-kotak dan celana jeans , dengan gaya kompak mereka berdua siap jalan-jalan di hari libur.


"Jadi Bun, sambil nemplok di punggung Arwan yang sudah jongkok di depannya.


"Ayah ada di taman belakang.


Taman belakang rumah Ayah Tiyo sangat luas, ada kolam renang, 2 gazebo, ayunan dan kebun anggur yang tertata rapi memberikan kesan sejuk dan Asri di taman belakang.


Mera berdua pamit dan berjabat tangan serta mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


ayah tak lupa berpesan


"Abang, hati-hati, jaga Adekmu, awas aja kalau ketemu cewek cantik adeknya jangan di tinggalin, kalau sampe En Abang tinggalin, Ayah pindahin tempat tidur Abang di pos Satpam depan kantor desa. hahaha canda ayah.


"Siap ayah, lagian gak akan ada gadis manapun yang mampu menandingi Cicak cantik di punggung aku ini Yah, hehehe


" Hati-Hati.. En jaga Abang mu jangan boleh genit-genit, secara Abang kamu ganteng pasti banyak yang suka genit. bunda juga memberi nasehat.


"Gak akan ada yang berani genit sama Abang. awas aja, mau dapat tonjokan maut dari aku. aku juga udah punya jurus jitu menangkal gadis-gadis genit. Endita.. sambil menepuk-nepuk dadanya sombong.


Di balik sikap manja,cantik, imut, cengeng, siapa sangka kalau Endita punya ilmu beladiri.

__ADS_1


Endita sudah latihan beladiri sejak usia 6 tahun kelas 1 Sekolah dasar.


Di mobil...


"Abang.. Abang... sambil menarik narik lengan baju Arwan, beliin aku Mickey ya bang.


"Kamu kan udah punya banyak Mickey dari yang kecil banget sampe yang gede banget, dan kamu kan banyak duit, masak minta Sama Abang, Abang tau tabungan kamu dari uang bulanan yang ayah kasih banyak, masih juga minta di beliin. sambil tetap fokus memperhatikan jalan.


Arwan sengaja menggoda Endita, walau tidak diminta, dia pasti akan membelikan apa pun yang Endita minta. Arwan tau, Endita bukan lah gadis yang boros, yang akan meminta hal-hal aneh. kalau jalan paling Endita hanya minta Pernak-pernik tokoh kartun kesayangannya Mickey Mouse


Setiap bulan Ayah memberi Endita uang bulanan, tapi sangat sedikit yang ia gunakan, semua masuk ke rekening tabungannya.


Endita lebih suka berbagi kepada yang membutuhkan dari pada harus berfoya-foya.


Betul-betul didikan yang baik dari orangtuanya. inilah Yang Arwan suka dari keluarga Bramantyo, kaya tapi tidak sombong, selalu rendah hati, tidak membeda- bedakan orang. semua orang sama, yang membedakan hanya ketakwaannya.


"Abang mah pelit... dengan wajah kesal mengalihkan pandangannya keluar jendela.


Arwan senang jika melihat wajah merajuk Endita.


"Masak Abang dapat punggung, hadap sini dong. iya iya Abang beliin.


Endita langsung tersenyum balik arah menghadap Arwan.


" Terimakasih Abang memang Terbaik... sambil mengacungkan dua jempolnya.


Arwan yang gemes lalu mengacak rambut Endita.


"Apa yang tidak buat mu adik ku yang paaaliing.... Arwan menggantung kalimatnya.


"Paling cantik kan bang.


"Paling Jelek... hahahaha


"Abang... benci Abang.


Begitulah,, mereka berdua tidak pernah akur, tapi mereka sungguh saling menyayangi dengan tulus.


Bersambung....


Maaf Masih berantakan.

__ADS_1


tunggu kisah mereka setelah dewasa.


Di bab-bab selanjutnya. Terimakasih


__ADS_2