TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)

TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)
Keseruan Arwan dan Endita.


__ADS_3

Tiba Taman mereka sempatkan foto-foto.


"Abang fotoin aku dong


"Oke atur posisi, gaya secantik mungkin senyum, kaca matanya dipake.


arahan sang fotografer.


Ckrek...



"Selesai, cantik banget..


sambil tertawa Arwan melihat hasil bidikannya yang dengan sengaja Arwan tidak membidik seluruh wajah Endita, tapi hanya sebagian saja.


"Liat bang.


dengan semangat Endita mengambil kamera dan melihat hasilnya.


"Abaaaang. kok wajah aku hanya separo sih sebel. sambil menghentak hentakkan kakinya ke tanah.


"Maaf, Entar kita foto lagi ya. sekarang gantian kamu ambil gambar Abang, yang bener ya ambilnya.


"Ok Abang kesayangan ku.


"Pembalasan dimulai. batin Endita.


"Siap Bang, satu dua tiga


cekrek



"Udah bang, Abang ganteng banget. sini deh bang liat. hehehe Sambil tersenyum jahat.


"Queen. kamu ya, wajah tampan aku kan mubazir gak kelihatan.


"Kan ada hubungan sebab Akibat Abangku sayang.


"Iya juga sih, ok lah Abang ngaku kalah.


"Abang haus nih bang, beli Es krim yuk, itu ada kedai Es krim.


Setelah menghabiskan Es krim nya mereka pesan, kedua kakak beradik yang tidak pernah akur. melanjutkan perjalan ke mal


Mal di kota ini tidak sebesar mal yang ada di ibukota, tapi cukup rame pengunjung apalagi hari libur seperti sekarang ini.


"Abang sini deh bang, liat tuh cantikan, sambil menunjuk sandal boneka karakter kegemarannya. siapa lagi kalau bukan si tikus imut Mickey.


Arwan hanya geleng-Geleng kepala tidak setuju, mengingat sudah banyak pernak-pernik Mickey di kamar gadis kecil itu.


"Tapi yang ini beda Abang,, boleh ya ya.. sambil memasang wajah Terimutnya.


"Aku bayar sendiri deh. yang penting dapat persetujuan dari Abang hehehe


"Bukan masalah bayar sendiri atau Abang bayarin Queen, tapi apa gak bubazir di rumah udah ada.

__ADS_1


"Beda ini mah. boleh ya.


Akhirnya Arwan mengangguk, membawanya ke kasir dan membayarnya.


Di antrian menuju kasir banyak sekali pasang mata yang mencuri pandang ke Arwan yang gagah menggandeng Endita yang Cantik dan menggemaskan.


terdengar juga bisik bisik merek.


"Cakep amat, itu anaknya atau adiknya ya. "kalau anak nya aku mau jadi mama sambung buat anaknya.


"Aku jadi istri kedua juga mau.


"Halalin aku dong Abang.


Kira-kira begitulah bisik-bisik yang masih terdengar sampai ketelinga mereka. bahkan bukan hanya itu saja, ada seorang perempuan sampai nekat ngajak kenalan.


"Hai mas Ganteng, kenalin dong. Sambil mencolek pipi Arwan. Terang saja Arwan menepis tangan perempuan itu.


Perempuan seksi dengan make up tebal menor menghampiri Arwan dan Endita.


"Maaf Mbak nggak bisa.


Arwan akan lari menghindar andaikan ini bukan di antrian menuju kasir.


Akhirnya Arwan yang Risih lalu memberi kode mata kepada Endita yang menatapnya gak suka.


"Plis bantu Abang. kata Arwan berbisik kepada Endita.


Endita tersenyum awalnya Endita jengkel dia kira abangnya akan suka di goda perempuan genit dengan pakaian kekurangan bahan.


Endita berkata dengan suara sengaja di buat lebih keras.


sambil berkata demikian Endita mengarahkan sorot matanya ke perempuan tadi.


terang saja itu membuat nyali perempuan tersebut menciut lalu memilih meninggalkan Arwan dan Endita.


Setelah tiba di kasihr dan membayar. Arwan membawa Endita ke toko perhiasan. Ada surprise yang akan Arwan berikan kepada Endita.


"Kemana sih bang..


Endita dengan malas mengikuti langkah Arwan menuju lantai Dua. Endita tau di lantai dua hanya ada toko perhiasan dan make up, dia tidak tertarik.


Endita lebih tertarik di toko yang menjual aneka macam pernak-pernik tokoh kartun kesayangannya.


"Pokoknya ayok ikut Abang, ada surprise untuk kamu, Abang sudah siapkan jauh-jauh hari


"Apan sih bang.


"Kalau Abang kasih tau ya bukan surprise dong My Queen.


"Ya udah deh. tapi bisa gak, kalau wajah Abang di kurangin dikit gantengnya, biar gak ada yang genit-genit sama Abang.


"Hehehe mau gimana lagi Queen, Abang dari lahir emang udah ganteng gak kayak kamu yang jelek wleek.. sambil meletakkan lidahnya.


"Sombong Amat. Aku gak jelek Abang.


Mereka berjalan menuju lantai dua, sambil terus melakukan perdebatan.

__ADS_1


Akhirnya sampai di toko perhiasan yang dimaksud Arwan


"Endita bengong sambil berbisik.


"Cie Abang mau nikah ya, atau mau tunangan.


"lho kok nikah sih, Arwan bingung dengan pertanyaan Endita.


"Itu Abang Mau beli cincin kan?


"oh.. Arwan terkekeh.


"Kok oh doang sih Bang.


"Siapa Calon Kakak ipar aku bang? dokter Jenny kah? Atau... siapa ya? Sambil mengetuk ngetik kan jarinya di dagu.


"Mau tau aja apa mau tau banget? Rahasia nanti kamu pasti tau. sambil mengacak rambut Endita.


Akhirnya Endita memilih Diam.


Lalu pelayan toko perhiasan itu datang


"Ada yang bisa saya bantu Mas? pelayan itu dengan sopan bertanya.


Sambil mengeluarkan nota dari dompetnya Arwan berkata.


"Ini mbak, mau ngambil pesanan saya.


Endita di samping Arwan bertanya.


"Siapa sih bang penasaran nih. tega banget Abang membuat gadis cantik dan imut ini dirundung duka yang mendalam akibat dibuat penasaran.


Endita Berkata sok puitis, sambil memasang tampan imutnya.


Arwan hanya tersenyum tak berkomentar.


tak lama kemudian, pelayan toko datang, membawa kotak beludru..


Endita menebak, Apakah surprise untuknya yang Arwan maksud adalah Si Abang akan menikah, dan dia akan punya kakak ipar perempuan yang cantik dan baik ... oh senengnya.


Endita sudah membayangkan keseruan yang akan mereka lalui jika Abang kesayangannya ini menikah dan Endita akan memiliki kakak perempuan.


"Oh iya bang, Mama sama Bunda sudah tau kalau Abang sudah pesan cincin tunangan disini? Kalau Mama Sama Bunda sudah tau, kok Abang main Rahasia- Rahasian sih sama adik cantik Abang ini sih, sambil memberengutkan wajahnya.


"Hust... berisik... nanti juga kamu akan tau, Aku sengaja gak kasih tau kamu My Queen biar seru... senyum dong kalau gak mau senyum gak Abang kasih tau lho, mau tau enggak Abang pesan sesuatu di toko ini buat siapa?


"Mau banget bang... ya ya ya pliiis sambil menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada.


""Iya... iya bawel amat, sabar dong.


Bersambung.....


Apakah kejutan yang sudah di siapkan Arwan untuk Endita?


Benarkah Arwan memesan cincin tunangan atau bahkan cincin kawin ?


Tunggu kisah selanjutnya.

__ADS_1


Ditunggu kritik dan saran yang membangun


terimakasih.


__ADS_2