
"Kangen gue atau kangen Kak Ricko...
Kata Endita setelah panggilannya tersambung.
"Kangen elu lah, tapi kangen juga sama.... menggantung Ucapannya.
Entah mengapa, ada perasaan hampa beberapa hari ini tidak mendengar kabar pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.
Riyanti menggelengkan kepalanya membuang fikiran aneh yang dari tadi menyerang otaknya.
Riyanti tidak mengetahui kalau Ricko ada di rumah Endita.
"Kangen gue juga kah? Tanya Arwan yang wajahnya ikut memenuhi layar bersama wajah istrinya.
"Ya pasti lah bang, sudah hampir sepekan kita gak nongkrong bareng, gak dapat traktiran dari Abang juga. Kata Riyanti dengan ekspresi bibir yang manyun
"Jojo, entar dulu, tahan di pose manyun, kok gue baru nyadar ya, kalau liat lu pas manyun mirip bang Arwan deh, Coba yank manyun kayak Jojo, pinta Erina ke suaminya
Arwan mengikuti permintaan istrinya
Ekspresi ngambek dengan bibir manyun 5 Senti.
"Tuh kan mirip banget, kata Endita sambil memperhatikan wajan suaminya bergantian ke layar ponsel yang di penuhi wajah Riyanti.
"Ogah gue mirip elu Jo kata Arwan sambil meletakkan lidahnya.
"Gue juga ogah bang... sambil menjulurkan lidahnya Riyanti menatap Ricko
"Oh ya Jo, lu kangen siapa tadi?
Pasti kangen kak Ricko kan... Cie cie yang gak lama lagi jadi nyonya Ricko goda Endita
"Entahlah En gue kok jadi sering kepikiran kak Ricko ya akhir-akhir ini hehehe kata Riyanti malu-malu sambil menggaruk kepalanya yang tertutup jilbab instan.
"En becanda gue ... jangan bilangin ka kak Ricko ya, malu gue Riyanti menutup wajahnya yang kemerahan.
"Udah punya malu lu sekarang, biasanya juga lu malu-maluin tawa Endita dan Arwan bersamaan.
"Itu mah gue suka becandain kak Ricko aja Mak, kalau becanda gue berani ngeluarin nya tanpa beban, tapi kalau serius ya gak berani gue Mak.
"En gue juga mau ngomong isyarat Ricko tanpa mengeluarkan suara hanya gerakan bibir dan isyarat tangan sengaja tidak mengeluarkan suara karena akan membuat kejutan buat calon ibu dari anak-anaknya.
"Tunggu gerak bibir Riyanti sambil melotot kesal juga Sama Ricko yang dari tadi memberi isyarat agar memberikan ponselnya.
"Jo Lu mau gak pernah komunikasi sama kak Ricko? Tanya Endita
__ADS_1
"Gak pernah En, ponsel kak Ricko kata mami di sita kemarin gue di telfon mami.
"Kak Ricko mau banget ngomong, tapi sama mami gak boleh, kata mami sengaja dipingit buat nabung rindu sambil tersenyum Riyanti berucap.
"Ri ada yang mau ngomong, udah gak sabar nabung rindu kebanyakan goda Arwan sambil mengerahkan kameranya kearah Ricko dan menyerahkan ponsel milik istrinya
Wajah Ricko memenuhi layar benda pipih milik Endita.
"Silahkan melepas rindu gue mau bobok syantik dulu, ingat jangan pernah ngetok pintu kamar gue karena lu hanya akan sangat mengganggu Arwan berlalu meninggalkan Ricko yang bersiap melemparkan bantal sofa.
Sampai di kamar, Arwan langsung menutup pintu dan tak lupa menguncinya.
Degan gerakan cepat lalu menyandarkan istrinya di belakang pintu dengan lembut memberi ke cupan lembut di bibir istrinya, yang awalnya hanya ke cupan beralih kelu matan yang lembut namun menuntut ingin lebih dan lebih lagi
Suara De sahan dari bibir istrinya membuatnya semakin bersemangat.
Lalu dengan sigap tanpa melepaskan aktivitas pagu tan nya Arwan menggendong istrinya ala bridal style. Walau tubuh Endita sudah mulai tambah berisi, tapi bukan masalah bagi Arwan.
Kegiatan saling bertukar Saliva masih berlanjut saat Arwan sudah membaringkan istrinya di tempat tidur king size.
Tangannya tak hentinya mulai bergerilya membuka satu persatu yang melekat erat di tubuh istrinya, saat keduanya sudah sangat menginginkan segera melakukan penyatuan
"Sayang sepertinya ini sudah siap banget aku kunjungi, aku jenguk si kembar ya? tangan Arwan bergerilya di bagian inti istrinya yang sudah sangat siap untuk menerima kunjungan kerja.
Tapi belum juga terlaksana tiba tiba....
"Tok tok tok... Arwan... Endita lu lagi ngapain masih sore juga... ini ponsel mau gue simpen mana? Teriak Ricko.
"Gula kopi di mana Endita gue mau ngopi senyum jahat Ricko
"Hahaha sengaja gue gangguin lu, enak aja mau Romantis - Romantisan di saat gue merana Riyanti hanya mau ngomong sama gue sebentar. Gumam Ricko sambil.
tersenyum licik.
"Gangguin saja si kutu ku*pret itu kesal Arwan kasih racun serangga aja kali ya akhh.. sambil mengacak rambutnya frustasi.
Sebenarnya Arwan ingin mengabaikan gangguan dari sahabatnya, tapi ia tidak bisa karena semakin lama bukan ketukan di pintu kamar tapi sebuah gedoran keras.
"Sialan sahabat gak punya akhlak, gerutu Arwan, ketukan di pintu kamarnya menganggu konsentrasinya.
"Bukain dulu bang, acara jenguk menjenguk pending aja dulu sayang waktu masih panjang Endita mengusap punggung suaminya meredakan rasa emosinya.
Sambil kembali memakai pakaiannya yang berserakan di lantai.
"Tunggu ya sayang aku segera kembali... Mengecup kening istrinya dan menarik selimut menutup tubuh istrinya sebelum beranjak meninggalkan kamar, kesal dengan gangguan yang di berikan sahabatnya.
__ADS_1
"Heemm Endita hanya menjawab dengan deheman dan anggukan.
"Sayang lanjut lagi... setelah urusan dengar Ricko selesai Arwan kembali menemui istrinya.
Ternyata bukan hanya sekali Ricko sengaja mengganggu sahabatnya, setelah mengetuk pintu kamar Endita dan Arwan, lalu nanya tempat kopi, kali ini Ricko menelfon Arwan walau agak sedikit terganggu, Arwan mengabaikan panggilan Ricko.
Akhirnya setelah beberapa kali gagal karena gangguan dari Ricko,menjelang dini hari Arwan berhasil menengok ketiga calon buah hatinya dengan perasaan puas yang teramat sangat, dahaga 2 hari sudah di bayar lunas, dengan peluh yang membanjiri tubuh keduanya.
setelah selesai Terbang bersama mereguk nikmatnya berci nta dengan kekasih Halal, dan setelah membersihkan diri mereka Arwan tertidur, tidak dengan Endita.
Dengkuran halus nafas Arwan yang tidur sambil memeluk istrinya mulai terdengar.
Tapi Endita masih gelisah sangat menginginkan sesuatu, perlahan mengangkatnya belitan tangan suaminya di pinggang nya.
"Mau kemana sini tidur lagi, masih malem banget lho. Saat merasakan pergerakan istri yang perlahan akan meninggalkan tempat tidur.
Endita kembali berbaring di tempatnya semula.
"Klok jadi pingin banget makan lemon yang asem - asem seger ya ... gumam Endita seolah-olah bicara dengan dirinya sendiri.
"Kamu ngomong apa sayang?
Arwan tidak terlalu jelas mendengarnya.
"Yank... aku kok tiba-tiba kepikiran pengen Lemon sih kayaknya enak tuh seger-seger asem gitu.
"Makan jeruk manis maksud kamu? masak sih lemon di makan hii kan asem. Membayangkan makan lemon yang asem banget, membuat Arwan ngilu .
"Bukan sayang aku mau lemon sekarang pengen banget bujuk Endita
"Ini udah malem sayang, malem banget malah Arwan membuka matanya, melihat jam dinding yang tepat berada di dinding depan tempat tidurnya, udah hampir jam 3 My Queen besok pagi ya.
"Aku pengennya sekarang katanya, hiks hiks entah mengapa kata-kata suaminya membuatnya bersedih.
"Iya Abang belikan tapi jangan nangis ya sayang, apa sih yang tidak buat istri ku dan anak-anak ku Sambil mengusap perut istrinya.
Arwan tidak akan pernah tega melihat istrinya mengeluarkan air mata.
"Tapi aku gak mau kalau Abang yang beli, aku maunya yang belikan Lemonnya_____
Endita menggantung Ucapannya khawatir suami nya marah
BERSAMBUNG
Jangan lupa like, komen, favorit, hadiahnya. makasih dukungannya
__ADS_1