
"Ya Allah.... selamatkan istri dan anak ku.... dalam hati Sanjaya sangat panik, tapi berusaha tenang, sambil memeluk dua jagoan kecil nya yang harus dia tenangkan.
"Doakan mama dan adik kalian ya biar mereka baik baik saja. Sanjaya mengusap Kapala kedua anak laki-laki nya penuh sayang.
"Maaf kan kami papa Alvin dan arwan gak akan mengulangi lagi main air di rumah"
Alvin berkata sambil menangis sedangkan Arwan adik Alvin terisak tanpa bisa mengeluarkan kata-kata"
"Yang penting kalian janji, gak akan main tembak-tembakan air di dalam rumah ya"
kata Sanjaya lembut
Sebenarnya Sanjaya ingin marah terhadap anak-anak nya, tapi dia tau anaknya tidak sengaja menumpahkan air saat bermain tembak air di rumah.
Istrinya yang tadi pingsan saat tiba di rumah sakit sekarang sedang berada di ruang operasi.
"Alhamdulillah ibu dan putrinya selamat, hanya Putri anda tuan harus mendapat perawatan intensif karena lahir prematur dengan berat badan rendah"
seorang dokter yang menangani mama Indah keluar dari ruang operasi
"Alhamdulillah.... lakukan yang terbaik dokter" mohon Sanjaya, Walau masih cemas karena putri kecilnya harus di rawat di NICU, tapi Senyum tetap terpancar karena semua selamat dan akhirnya memiliki putri, setelah beberapa kali istrinya mengalmi keguguran. hingga jarak Arwan dan adiknya 10 tahun
Setelah istrinya pindah keruang perawatan.
"Maaf kan mama pa, mama gak bisa jaga putri kita, hampir saja putri kita tak tertolong" sesal mama Indah.
"Sstt... gak boleh ngomong gitu, Alhamdulillah kalian berdua dua selamat"
Sanjaya mengecup kening istrinya dengan penuh sayang.
"Maafkan kami juga mama" kata kedua putra nya.
"Kalian tidak salah, sini jagoan mama, mama indah memeluk dan mencium kedua anaknya penuh sayang.
"Siapa nama Putri kita pa"
tanya mama indah
Karena kedua anak laki-laki kit Prince maka nama Putri kita
"Ariyanti Cantika Sanjaya"
"Nama yang Cantik"
bahagia mama indah setelah sekian lama akhirnya memperoleh putri yang cantik. walaupun lahir dalam kondisi prematur.
"Kami berdua manggilnya Adek saja ya ma"
Akhirnya mereka sepakat panggilan sayang untuk putri kecil mereka adalah "Adik".
"Adek boleh Terdengar Lebih imut dan manis" senyum papa dan di angguki oleh mama tanda setuju.
Setelah kurang lebih 7 hari di rawat mama indah boleh pulang tapi putri kecilnya belum di izinkan.
"Pa mama gak tega tinggalin Adek di rumah sakit pa. Mama tinggal di sini saja ya"
__ADS_1
"Jangan ma, mama harus banyak istirahat di rumah, nanti papa Carikan perawat yang bisa rawat mama di rumah"
"Adek di sini juga banyak yang jaga, mama sudah sewa perawat dan dokter untuk jaga Adek, mama tenang saja"
"Dan setiap hari papa akan jenguk Adek di sini. Mama juga bisa sekali-kali jenguk Adek ke sini, kasian anak-anak Arwan Dan Alvin kalau mama di sini"
"heemm baiklah, Maaf Mama terlalu fokus sama Adek, sampe lupa Alvin dan Arwan" mama pulang walau dengan berat hati meninggalkan putri kecilnya
****
Kurang lebih sebulan Putri kecil Sanjaya di rumah sakit, hari ini karena berat badannya sudah mencapai 2,5 kg sudah di perbolehkan pulang.
Kebahagian terpancar di wajah semua orang, syukuran penyambutan, dekorasi dan kamar nuansa pink bertemakan Princess sudah siap.
"Ye ye... Adek Cantik mau pulang hari ini" heboh Arwan tau jika adiknya mau pulang hari ini.
"Aku dan Abang Al ikut jemput Adek Cantik ya ma... pa... "
Arwan merajuk ingin menjemput adiknya dari rumah sakit.
"Iya ma... pa... kami ikut jemput Adek ya.. plisss pinta Alvin"
Sambil mengatupkan kedua telapak tangan nya di depan dada
"Abang Alvin dan Abang Arwan kan sekolah, nanti pulang sekolah bisa main Sama Adek lagi ya"
"Ya mama papa gak asyik"
Rajuk kedua putranya.
"Kenapa bisa begini.... dimana anak ku"
Emosi Sanjaya memuncak saat tiba di rumah sakit ternyata putrinya hilang.
"Ariyanti sayang... kamu di mana nak" tangisan mama indah pecah..
"Kembalikan anak ku"
teriak mama indah histeris.Tuan Sanjaya hanya bisa memeluk istrinya menenangkan.
"Maaf tuan, tadi perempuan itu berkata bahwa dia suruhan tuan sanjaya saat melunasi semua administrasi"
"Ternyata beberapa saat setelah perempuan itu pergi, kami masuk ke Ruang perawatan putri anda, suster yang anda tugaskan menjaga bayi anda kondisinya memprihatinkan, tangan terikat dan muka lebam kena pukulan mulut tertutup lakban"
"Kami sudah memerintahkan melacak dan mencari perempuan tersebut.
Saya selaku penanggung jawab di rumah sakit ini akan sepenuhnya bertanggungjawab atas keteledoran kami, dan kami mohon maaf sebesar-besarnya"
Dokter Rumah sakit itu menjelaskan dengan wajah penuh penyesalan dan ketakutan
Marah kesal kecewa dengan pelayanan rumah sakit tersebut.
"Saya akan menuntut Rumah sakit ini atas keteledoran yang kalian lakukan"
Emosi Sanjaya memuncak.
__ADS_1
Mama indah yang tadinya menangis histeris, sudah bisa menenangkan perasaanya, mama berfikir jika emosi dan kesedihan mereka berlarut-larut maka pencarian putri kecilnya akan semakin tertunda.
"Sudahlah papa, jangan emosi.. lebih baik kita kekantor polisi melaporkan kejadian ini.
"Mama juga bersedih tapi jika papa hanya marah-marah di tempat ini, kita akan lambat menemukan Adek pa"
"Ingat kalian akan saya laporkan kejadian ini"
Mata elang papa Sanjaya menatap semua petugas yang ada, berkilat marah seolah ingin menelan hidup-hidup semua yang ada di situ.
Mereka meninggalkan rumah sakit, Papa Sanjaya menghubungi semua anak buah nya untuk melacak, setelah tadi di berikan CCTV dari rumah sakit untuk di jadikan barang bukti di kantor polisi
***
Sekitar jam 10 malam Sepasang suami istri pengantin baru yang baru beberapa bulan menikah, Baru pulang dari Toko nya di pasar yang menjual Sembako.
Tapi karena ini di desa, maka Susana sepi,
Saat melewati sawah yang luas tanpa penerangan.
"Mas... liat itu di depan kok ada mobil mewah mencurigakan banget, mau ngapain mereka malam-malam". istrinya menunjuk di kejauhan yang masih samar.
"Mana sih dek aku gak liat"
karena suaminya Fokus nyetir menatap jalan agak berlubang di depannya sehingga tidak melihat ada jauh di sana mobil yang mencurigakan
"itu lho mas di seberang jalan sana, berhenti sini dulu mas, aku takut nanti dia penjahat, lampunya di matikan aja mas mumpung kita masih jauh dan belum ketahuan, nanti setelah mereka pergi baru kita jalan lagi".
Istrinya ketakutan hingga membuat jantungnya berdebar kencang.
"Iya dek, kamu tenang ya, mereka tidak melihat kita karena posisi kita masih jauh dan mereka tadi tidak melihat lampu mobil kita, karena terhalang pohon, dan juga lampu mobil kita agak redup".
Mobil pick up pengangkut beras dan sembako milik sepasang suami istri itu, memang lampunya sudah tidak seterang lampu mobil mewah.
Setelah mobil mewah itu pergi, Sepasang suami istri itu lalu melaju menuju seberang jalan yang tadi terparkir mobil mewah yang mencurigakan.
"Mas itu apa mas ada bungkusan kardus yang mereka buang di sana kita liat yuk mas" istrinya penasaran dengan bungkusan kardus yang tergeletak di pinggir jalan.
"Berhenti Bentar mas, kita liat dulu".
kata istrinya sangat bersemangat, jiwa petualang, pemberani dan kepo istrinya meronta-ronta
"Jangan dek, siapa tau mereka membuang mayat".
Khawatir suaminya yang memang memiliki jiwa lebih lemah lembut dan sangat berhati-hati dalam mengambil semua keputusan.
"Liat dikit aja bang, nanti kalau emang mayat, kita laporkan ke pak Lurah, tadi aku kan juga udah ngambil foto mereka walau kabur dan agak tertutup pohon hehehe".
istrinya sangat penasaran.
"Kalau misalnya itu bukan mayat dan andaikan itu bayi dan di buang oleh orang tuanya gimana mas, kan kasian".
Istrinya masih mencoba membujuk suaminya.
"iya juga ya, kasian" .... gumam suaminya
__ADS_1
BERSAMBUNG....