
Perlahan sepasang suami istri itu keluar dari mobilnya dengan penerangan yang agak redup dari lampu mobilnya.
Keluar dari mobil membawa payung panjang, sebagai senjata jika ada apa-apa.
tidak ada senjata apapun yang ada dalam mobilnya
"Mas hati-hati" kata istrinya yang berjalan di belakang suaminya ketakutan tapi penasaran.
"Astaghfirullah".... teriak mereka berdua bersamaan.
Saat membuka tutup atas kardus mi instan dengan penggunakan ujung payung.
"Mas.. itu apaan, gerak gerak, aku takut kalau itu ular"
"Ayok mas kita pulang saja, aku takut" dengan tangan gemetar istrinya menarik-narik lengan suaminya.
"Kamu ini gimana sih dek, tadi aja kepo benget pingin liat apa isinya kardus yang di buang pengendara mobil tadi"
Suaminya masih penasaran dengan isi kardus tersebut.
****
"Kamu yakin tadi saat kamu ninggalin kardus tadi di sana gak ada orang yang liat kita kan? dan apa kamu juga yakin bayi itu sudah mati?" Tanya laki-laki yang memegang kemudi.
"Sudah, aku sudah membekapnya tadi, aku juga sudah menutup mulutnya dengan Lakban, gak mungkin bayi lemah itu masih bisa bertahan" jawab wanita di sampingnya.
"Aku sangat membenci keluarga Sanjaya bisnisnya selalu saja mengalahkan Bisnisku, bahkan bulan lalu, dia sudah mengalahkan ku dalam tender dengan keuntungan miliaran yang seharusnya jadi milikku. Jika dia bisa mengambil tender yang harusnya menjadi milikku, aku juga bisa mengambil miliknya"
"Maksud kamu gimana yang seharusnya jadi milikmu di ambil oleh Sanjaya"
Tanya wanita yg duduk di sampingnya. Perempuan ini sangat mencintai pria tersebut hingga rela melakukan apapun asalkan pria yang di cintai nya bahagia.
Seperti kali ini, dengan sukarela mau mengerjakan pekerjaan kotor karena ajakan laki-laki yang di cintai nya.
"Aku sudah lebih dulu menawarkan produk textile dari pabrik ku, tapi mereka malah memesan Textile dari pabrik Sanjaya Akh".
Merasa sangat kesal sambil mengacak rambutnya,
"Tapi kini aku bahagia, Sanjaya kehilangan hal yang paling berharga dalam hidupnya, yaitu putri kecil yang sudah lama dia nantikan hahaha".
Dengan perasaan bahagia pria itu menyetir mobil dengan kecepatan tinggi.
"Hati-hati ini jalan raya, jangan ngebut" tegur wanita di sebelah pria tersebut.
Tapi terlambat... Tiba-tiba mobil sudah keluar dari jalan Desan dan berkecepatan tinggi itu oleng, lalu menabrak trotoar dan terbalik.
__ADS_1
Hingga tewaslah kedua orang tersebut.
***
"Astaghfirullah...Ya Allah dek, ini bukan ular, bukan juga mayat, ini bayi perempuan yang cantik" kata suaminya segera mengambil kardus berisikan bayi tersebut
"Segera bawa ke mobil mas, kasian Gerimis"
Tergesa-gesa menuju mobil sambil membawa kardus tersebut dengan hati-hati.
"Dek segera keluarkan bayi itu" kata suaminya tadi mereka hanya melihat sedikit wajah bayi nya.
"Astaghfirullah mas, mulut bayi ini di lakban, untung lakban bening bukan lakban hitam"
"Aku gak tau manusia macam apa yang tega membuang bayi mungil yang cantik ini" istrinya perlahan membuka lakban yang menempel di mulut bayi tersebut.
"Ya Allah kasian kamu nak, pelan-pelan dek bukanya, kasian kalau sampai kulit putihnya dan halus terluka".
Suaminya tidak tega melihat kondisi bayi mungil tersebut.
"Agak susah ini mas, oh iya di tas aku ada minyak zaitun murni, coba aku oles sedikit demi sedikit mungkin lebih mudah mengeluarkan yang menutup mulut bayi ini".
"Hiks... hiks... kasian kamu sayang, anak cantik begini kok ada yang tega memperlakukan kamu seperti ini".
"Kamu tenang saja, ayah dan ibu akan merawat kamu dengan penuh kasih sayang".
"Alhamdulillah akhirnya selesai".
Begitu lakban terlepas dari mulutnya, bayi kecil itu langsung menangis.
"Owek... owek..."
"Cup sayang cup, ayok mas kita segera cari susu formula dan botol bayi, kasian dia pasti lapar"
Istrinya meminta suaminya segera meninggalkan tempat itu.
Karena terlalu panik suaminya hanya bengong melihat bayi itu nangis.
"Iya dek, aku kok jadi bingung gak tau mau ngapain ya" kata suaminya Sambil fokus mengemudi.
"Alhamdulillah kita sudah sampe rumah, sayang, tunggu sebentar ya ibu mu membuatkan kamu susu dulu, sekarang kamu jangan takut ya cantik, kami akan selalu melindungi kamu, kamu adalah putri ayah" sang Suami bahagia sekali menimang putri kecil yang cantik itu.
"Ini sayang susunya" istrinya mengambil alih bayi itu membawa dalam gendongannya, lalu duduk di sofa ruang tamu.
"Mas besok kita bawa dia ke rumah sakit ya, aku khawatir dia kenapa-kenapa".
__ADS_1
"Iya sayang, oh ya bayinya kita beri nama siapa?" tanya istrinya.
"em.. RIYANTI " kata suaminya.
"Nama yang cantik, Karena dia sangat cantik aku tambahin CANTIKA
"RIANTI CANTIKA Masya Allah namanya secantik orangnya" kata suami nya mencium penuh sayang kepala bayi itu.
"Ayah panggil kamu RIRI ya sayang"
"RIRI nama panggilan sayang kami buat mu" sepasang suami istri sangat bahagia, baru beberapa bulan menikah sudah mendapat anugrah dan Reski yang sangat tak ternilai.
Seorang bayi kecil yang cantik
"Setelah dia kenyang, kita bersihkan badan nya, tadi aku sudah belikan peralatan bayi saat di toko tadi" kata suaminya sambil memeluk istrinya.
"Kamu gak keberatan kan dek harus bertambah kerjaan kamu jaga bayi manis ini".
Suaminya menatap lembut penuh cinta kepada istrinya.
"Enggak lah mas ku malah seneng banget, aku akan sayangi dia seperti anak kandungku sendiri, mas juga mau nerima Riri kan dan menyayanginya seperti anak mas sendiri kan?"
Tanya balik istrinya.
"Pasti sayang, sekarang aku bukan hanya memiliki istri cantik, tapi aku juga punya putri cantik.
Di dalam kamar, Bayi Riri di bersihkan dan di ganti baju.
"Mas liat ini ada gelang identitas, nama ibu dan ayahnya ada di sini".
"Tuan Sanjaya, nyonya Indah" baca kedua suami istri itu melihat gelang identitas dari rumah sakit.
"Karena ayahnya bernama Sanjaya bagaimana kalau kita tambah nama Sanjaya di belakang namanya?" tanya suaminya.
"Jangan mas, nanti kalau ada nama orang tuanya, penjahat yang membuangnya akan tau" kata istri nya.
"Tapi itu identitas dia sayang, penculiknya tidak akan tau, dia pasti mengira bayi ini sudah meni*ggal" Kata suaminya kekeh akan menambahkan nama Sanjaya.
"Tapi mas, nanti kalau orang jahat mengetahui gimana?"
"Nama Sanjaya kan banyak sayang, siapa tau dengan jalan ini juga kita bisa mempertemukan Riri dengan orang tua kandungnya, aku bukan tak menyanyangi nya, tapi jika bayi ini di culik oleh kedua orang tadi, pasti ada keluarga yang sangat bersedih kehilangan bayi ini kamu mengerti kan sayang". kata suaminya dengan sabar sambil mengusap kepala istrinya.
"Tapi aku gak mau kehilangan dia mas, aku sangat mencintai Riri" istrinya berkata sambil menangis, sedangkan bayi Riri setelah minum susu dan ganti pakaian, di langsung tertidur sepertinya bayi itu tau kalau dia berada di tengah-tengah orang yang menyanyangi nya.
Akhirnya setelah penjelasan panjang lebar, kesepakatan bersama bayi yang mereka temukan di beri nama
__ADS_1
RIYANTI CANTIKA SANJAYA.
Bersambung...