
Tanpa sepengetahuan Endita dari kejauhan sepasang mata menatapnya...
Mulai mendekat lalu...membekap mulutnya....
Membuat Endita tak bisa berteriak...
Gerakannya juga sudah di kunci...
Endita hanya bisa meronta....
Tanpa bisa berteriak.
"Lepasin... saat orang itu melepas tangannya yang membekap Endita. Tapi lengan kekar itu masih melingkar di lehernya, dan menarik Endita menjauhi rumah mam indah.
"Gue beri juga nih orang, kalau gak mau lepasin.
Endit mengepalkan tinjunya dan...
"Stop, orang tadi lalu melepaskan tangannya, dan memberi isyarat agar tidak memukulnya.
"Bang Arwan apaan sih.. kayak penculik aja.
"Bukan aku yang penculik Queen, tapi kamu yang sudah menculik hati ku. Arwan hanya bisa membatin.
"suatu saat aku yang akan menculik hatimu, dan biarkan hati kita tertambat satu sama lain. Arwan masih membatin.
"Halooo Bang Arwan ngelamun apa sih... Endita melambai-lambaikan telapak tangannya di depan wajah ajah Arwan yang bengong.
"Bawel, mau dong Es krim nya, duduk situ yuk sambil maka. es krim
"Aku hanya beli satu. siang hari mau duduk di taman? tanya Endita heran.
"Ya elah, cuman sampe Es krim habis aja Queen.
"Maafin Abang ya, karena Abang sering jahilin kamu, godain kamu. Sebenarnya itu karena Abang sayaaang, adik bawel Abang yang cantik ini.
"Sante aja bang, aku tau kok kalau Abang sayang aku, secara aku kan cantik, imut, baik, rajin menabung, dan suka menolong, satu lagi, gak suka makan sabun hahaha
"Sombong Amat.
Endita membuka bungkus Es krim dan memakannya.
Tapi Baru saja menikmati sedikit Es krim nya tiba2
"Hap... dapat, Arwan mengambil Es krim dari tangan Endita dan mulai menikmati lezatnya Es krim tersebut. Yang tentu saja, membuat si pemilik ngomel-ngomel.
"Abang ih... pelit gak mau beli sendiri. Lalu melipat tangannya di dada dan balik arah membelakangi Arwan.
"Cie ngambek, nanti Abang beliin lagi, di Cafe andalan kamu. Sore nanti sekalian ngantar kamu balik, gimana sepakat?
"Yes sepakat. Endita mengacungkan jempolnya.
"Ayok pulang, nanti di cariin mama. Arwan beranjak dari bangku taman, lalau menggandeng tangan Endita.
****
Keesokan harinya
Sore hari sepulang sekolah, Endita yang mau ketemu klien, yang tertarik dengan gaun pengantin dan kebaya rancangan Endita.
Rencana awal, mereka akan pergi berempat, tapi karena Erina lagi ngerjain tugas dari Endita ngecek email para pelamar kerja yang akan kerja di butik milik Endita. dan Riyanti lagi kurang sehat (katanya). Tapi saat Arwan ingin memeriksa Riyanti, Riyanti menolak dengan alasan kalau dah istirahat juga pasti baikan.
Akhirnya Endita dan Arwan pergi berdua.
Setelah Endita pergi, kedua sahabat Endita ini ketawa-ketiwi berdua. Ternyata Riyanti baik-baik saja, dia sudah merencanakan pura-pura gak enak badan agar Arwan dan Endita bisa pergi berdua.
__ADS_1
Di mobil dalam perjalanan ke Cafe tempat mereka janjian.
"Erina ngerjain tugas kok kamu gak ngerjain tugas, kalian kan satu kelas kata Arwan.
"Oh itu, Erina lagi ngecek surat lamaran yang dikirim orang-orang yang mau kerja di butik.
Bukan lagi ngerjain tugas sekolah.
"Oh.. Arwan hanya manggut-manggut.
"Jangan gara-gara sibuk dengan butik kamu lupain tugas utama kamu sebagai seorang pelajar ya My Queen. Arwan menasihati
"Siapa Abang ku sayang. kata Endita dengan tangan di dahi memberi hormat.
"Alhamdulillah bang, nilai-nilai Adek kesayangan Abang di sekolah selalu bagus. Kata Endita sambil menepuk dadanya sombong.
"Sombong Amat... Suara tawa riang keduanya memenuhi seluruh ruangan mobil tersebut.
****
Tiba di Cafe tempat mereka janjian, Endita sudah di beritahu Mereka bertemu di private room
"Assalamualaikum... sapa Endita dan Arwan.
"Waalaikumsalam... jawab gadis cantik mengenakan pasmina warna baby pink cantik sekali.
"Silahkan... bangkit dari duduknya dan mempersilahkan Endita dan Arwan duduk.
Endita berjabat tangan saling memperkenalkan dirinya dia juga mengenalkan Arwan
"Endita, ini Abang Arwan.
"Arwan..
"Rafania, panggil Afa saja biar lebih akrab, Gak nyangka ternyata mbak Endita masih sangat muda, tapi rancangannya Masya Allah sangat keren dan berkelas.
"Mbak Endita, alamat butiknya di mana, jadi pengen lihat-lihat karya indah nya.
"Butik masih on proses mbak insya Allah akan diusahakan bulan depan launching.
Bret.. Bret... ponsel Arwan di sakunya bergetar.
"Maaf Mbak Afa, aku terima telfon dulu.
"My Queen mama nelfon aku angkat dulu ya menunjukan HP nya.
Endita hanya mengangguk.
"My Queen...? Safa heran sambil menautkan kedua alisnya.
"Maaf aku kok jadi kepo. Safa masih melanjutkan kalimatnya.
"Nggak pa-pa, itu panggilan sayang nya bang Arwan ke aku, Queenshe nama tengah ku mbak.
Afa mengangguk-angguk tanda mengerti.
Tak lama pelayan datang membawa minuman yang tadi sudah mereka pesan.
"Bagaimana mbak, kita mulai?
"Silahkan.
Endita Mengeluarkan Tablet nya dan menunjukkan rancangannya. dan mereka mulai membahas membahas gaun untuk resepsi pernikahan ternyata bukan hanya gaun pernikahan yang Safa inginkan dari rancangan Endita, Safa juga memesan kebaya.
"Mbak Afa, ini saya ada beberapa rancangan kebaya, dan gaun silahkan yang mana yang mbak Safa sukai.
__ADS_1
Safa melihat gaun dan kebaya rancangan Endita. semuanya cantik, sederhana tapi terlihat mewah dan elegan.
"Kalau aku suka yang ini mbak Endita. Tapi coba aku VC calon suami aku dulu ya, dia sukanya yang mana.
"Silahkan.
Melakukan panggilan Video sambil menunjukkan hasil rancangan Endita.
Calon suami Afa menyerahkan semua keputusan pada calon istrinya
"Assalamualaikum mas. Afa mengucapkan salam saat melakukan Video Call
"Waalaikumsalam Afa. balas Mas Raka calon suami Afa dari sebrang sana.
"Mas Raka suka yang mana? tanya Afa memperlihatkan satu persatu gambar rancangan Endita.
"Atau gambar-gambar nya aku kirim? Afa masih melanjutkan kalimatnya.
"Bagus semua Sayang, Apapun yang kamu pilih dan kamu pakai pasti akan kelihatan cantik dimata ku, karena kamu bidadari tak bersayap milikku.
"Gombal, Afa tersipu malu dengan wajah yang sudah merah bak kepiting rebus.
"Serius Afa. sudah gak sabar mau halalin kamu
"Mas Lamaran resminya saja masih bulan depan.
"Kan habis lamaran langsung OTW nikah kita Fa, kata Raka, membuat Afa tersenyum bahagia.
"Ya udah mas, ku tutup ya telfonnya.
"Asal hati kamu jangan kamu tutup Afa sayang.
Raka Menang suka menggoda Afa, wajah tersipu malu Afa membuat nya semakin menggemaskan.
"Udah ah Assalamualaikum
"Waalaikumsalam...
Tak lama kemudian Arwan datang setelah tadi keluar untuk menerima telefon dari mama indah.
Mereka menikmati Jus dan roti bakar yang aromanya sangat menggoda.
"Akhirnya Afa memutuskan gaun dan kebaya yang sederhana namun terlihat elegan.
Setelah berbincang lama, Arwan dan Endita pamit duluan karena masih ada keperluan, Arwan akan mampir ke supermarket membelikan pesanan mama yang tadi pesan via telfon.
"Mama pesan apa bang? Mama mau buat stik katanya nitip di beliin daging.
"Oh membulatkan bibirnya.
Saat akan akan keluar dari Cafe, seorang gadis seksi yang mengenakan pakaian yang kekurangan bahan, jalan dengan terburu-buru dan namun tidak memperhatikan jalan, gadis itu hanya memperhatikan ponselnya.
Tiba-tiba... Bruk.. gadis itu menabrak Arwan dan ponselnya terlepas dari tangan nya
"Jalan pake mata enak aja nabrak-nabrak gue. gadis itu ngomel gak jelas, sambil mengambil ponselnya yang tadi terlepas dari tangannya. tanpa memperhatikan siapa yang dia tabrak.
"Yang nabrak Abang gue itu elu mbak kok marah-marah.
"Makanya kalau jalan, liat jalan mbak jangan liat HP. Endita yang emosi, sedangkan Arwan hanya tenaga saja. Arwan menepuk pundak Endita menenangkan.
"Biarain aja. ayuk pulang. Arwan menarik tangan Endita.
"Arwan... kata gadis itu saat mendongak memandang wajah yang hampir beranjak meninggalkan tempat itu.
"Siapa? Arwan mengernyitkan dahinya heran, karena dia tidak mengenal gadis tersebut.
__ADS_1
Bersambung...