TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)

TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)
41. Jangan Diemin aku.


__ADS_3

Endita berlari menuju parkiran sambil menangis....


Orang yang melihatnya hanya menyangka Endita adalah keluarga pasien yang sedang sedih.


Tiba di dekat parkiran Endita duduk di bangku di bawah pohon sambil menunggu taksi online yang ia pesan.


Saat taksinya tiba, Endita buru-buru hendak masuk kedalam taksi, namun ada tangan yang menahannya, merengkuh pundaknya membawa Endita kedalam pelukannya.


"Sayang maafin Abang, Abang ngaku salah. sudah kasar sama kamu, sudah nuduh kamu macam-macam, kata Arwan sambil memeluk Endita.


Endita berontak dalam pelukan suaminya sambil memukul-mukul dada suaminya.


Sambil terus saja terisak menitikkan air mata.


Semakin Endita berontak, semakin kuat Arwan memeluknya dan mencium pucuk kepala istrinya, Arwan sangat menyesal dengan apa yang ia lakukan tadi, cemburu pada istrinya. Dan juga Arwan tidak berlaku tegas pada Naning yang selalu menampakkan gerak gerik bahwa Naning menyukai Arwan.


"Mbak, gimana taksinya?


"Maaf pak nanti biar di aplikasi saya Cansel, istri saya gak jadi pake taksinya, ini ongkosnya.


Kata Arwan sambil menyerahkan lembaran uang merah.


"Tapi pak dokter ini kebanyakan. kata sopir taksi online tersebut.


Sopir taksi itu mengetahui kalau Arwan seorang dokter karena Arwan mengejar Endita masih mengenakan jas Snelli-nya


"Gak apa pak, buat belikan oleh-oleh anak-anak di rumah.


"Makasih pak dokter, kata bapak sopir taksi paruh baya tersebut.


"Sama-sama kata Arwan mengangguk sambil tersenyum.


Lalu taksi itu berlalu perlahan meninggalkan parkiran rumah sakit.


"Sayang mau pulang atau balik lagi kedalam, kita selesaikan dulu, jangan biarkan masalah ini berlarut-larut.


Endita masih bungkam, namun kali ini dia tidak berontak dalam pelukan suaminya.


Banyak pasang mata yang menyaksikan dokter tampan pemilik rumah sakit itu, memeluk wanita cantik berseragam sekolah.


Ada yang kagum, karena kecantikan Endita dan ketampanan Arwan sangat serasi, ada yang iri karena merasa lebih cantik dan **** dari gadis yang di peluk dokter tampan itu, ada yang mengumpat, karena menurut mereka Endita gadis Putih Abu-abu itu ganjen menggoda dokter tampan yang mapan itu.


Mereka memang tidak tahu kalau Endita dan Arwan sudah menikah.


"Aku benar-benar menyesal My Queen.


Karena Endita tidak juga menjawab pertanyaan nya, maka Arwan memutuskan untuk membawa Endita pulang.


"Kita pulang ya, kita bicarakan di rumah. Gak enak kalau aku jelasinnya di parkiran, di bawah pohon ini, nanti penunggu pohonnya cemburu, penunggu pohonnya bilang, kok ada gadis muda yang cantik mau aja di peluk-peluk lelaki tua, kata Arwan mencoba menggoda istrinya.

__ADS_1


Endita tersipu sambil memukul dada suaminya.


Arwan ikut tersenyum melihat istrinya mulai tersenyum walau senyuman yang masih tertahan.


***


Flashback


Sesaat setelah keluar dari ruangan Arwan


"Naning keluar, saya tidak mau tau, kalau kamu masih bersikap seperti tadi, tidak bisa lebih sopan, maka saya tidak akan menerima kamu Koas di rumah sakit ini, kamu bisa angkat kaki dari sini, cari rumah sakit lain!!!


"Demi wanita itu dokter mengusir saya yang sudah lama mengenal dan bersama dengan dokter?


"Wanita itu katamu? Dia punya nama, namanya Endita, dia wanita spesial buat saya.


Dan perlu kamu tau, saya mengenalnya sejak dia masih kanak-kanak.


Naning ingin berbicara namun Arwan menunjuk pintu keluar.


Bret Bret getar ponsel di saku jas Snelli-nya.


Jojo


"Bu Bos ada bang? Aku mau kesitu bawain baju ganti atau En sendiri yang datang ke butik?


Rianty mengambil nafas panjang menjeda sejenak ceritanya, Arwan sempat kembali panas namun dia tahan, ingin mendengar kelanjutan kisahnya.


"Terus... kata Arwan berusaha tenang.


"Sebenarnya Bu bos gak mau katanya mau buru-buru nemuin Abang, kangen katanya, so sweet banget sih bini Abang ku ini.


Arwan yang tadinya terbakar cemburu, mulai tersenyum mendengar cerita Riyanti, gadis cantik sahabat Endita yang sudah dianggapnya adik.


"Tapi karena kami paksa akhirnya dia mau ikut.


"Pas mau pulang, En tergesa-gesa, eh kakinya tersandung dan hampir aja jatuh nyungsep, untung aja, si Ken menolongnya kalau tidak kasian banget, pasti sakit tuh bang jatuh kayak gitu bang. Kata Riyanti panjang lebar.


"Oh iya bang, aku bawain baju ganti ke situ atau kagak nih?


"Gak usah kami udah mau pulang.


"Udah ya bang aku tutup dulu telfonnya.


"Assalamualaikum


"Waalaikumsalam...


"Berati foto-foto yang di kirim ke aku sudah di edit atau pengambilan fotonya yang pinter jadi Soalah Endita di peluk mesra oleh Ken, Astaghfirullah, aku udah salah, nuduh istri ku yang tidak-tidak.

__ADS_1


"Endita semoga dia belum pergi.


Arwan lalu berlari keluar.


Berhenti sebentar di meja Asistennya Mila.


"Mil, aku pulang dulu ya ada yang urgent.


"Baik dok.


"Ada apa sih tadi mbak Endita yang buru-buru pergi, sekarang dokter Arwan yang buru-buru.


Ada masalah kayaknya. Ah terserah lah urusan dalam negeri mereka. kata Mila sambil geleng-geleng kepala.


***


"Sayang aku beneran minta maaf ya, jangan diemin aku dong, kata Arwan saat mereka selesai shalat isya di kamar, Arwan tidak ke masjid, karena hujan deras.


Sejak siang tadi Endita hanya bicara seperlunya saja. Endita yang biasanya cerewet dan manja pada suaminya hari itu berubah seratus delapan puluh derajat.


Endita tetap melayani suaminya dengan baik, membuatkan makan, menyediakan minum dan lainnya. Tapi tidak bermanja-manja, ini yang membuat Arwan merasa ada yang kurang. Baru beberapa jam Endita tidak seperti biasa membuatnya tidak nyaman.


"Sayang, jangan diemin aku dong, kamu boleh pukul aku, cakar aku, maki aku apa aja, asal jangan cuekin aku, aku kangen manja kamu, ribut kamu, sambil Arwan merebahkan kepalanya berbantalkan paha istrinya yang sudah duluan menuju tempat tidur.


"Ngomong ya... Kata Arwan sambil menggosok-gosokkan hidungnya ke erut istrinya.


"Abang geli, kata Endita sambil memukul bahu suaminya.


"Makanya ngomong ya istri muda ku yang cantik.


"Haa... istri mudaku, kata Endita mengulang ucapan suaminya.


"Berati Abang punya istri tua dong, kata Endita manyun


Arwan senang karena Endita mulai meresponnya.


"Itu bibir panjang amat, bikin aku pengen gigit aja.


"Istri Abang hanya kamu my Queen, kamu istri muda Abang, kamu kan emang masih muda iya kan?


"Iya juga sih.. kata Endita sambil manggut-manggut.


"Oh ya Abang kenapa bisa cemburu sama aku, kenapa Abang bisa nuduh aku pelukan sama Laki-laki lain?


Arwan bangun dari pangkuan istrinya meninggalkan istrinya, tanpa menjawab pertanyaan istrinya ...


"Abang ditanya kok malah ninggalain aku sih.. tadi di suruh ngomong, udah ngomong di tinggalin ... kata Endita mulai tersulut emosi.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2