
Arwan yang menuju kearah taman belakang lari tergesa-gesa, sangat panik . melihat tubuh Endita berada di dalam kolam renang timbul tenggelam..
"My Queen....
Tanpa berpikir panjang Arwan langsung terjun ke kolam renang, sedang-kan Alfin yang panik hanya bisa mondar-mandir di pinggir kolam renang tidak tau harus berbuat apa.
Mendengar keributan di halaman belakang, Orang-orang bergegas menuju taman belakang. mama, Bunda, Ayah yang tadinya ngobrol bersama para pria keluarga besar Alfin. Berlari menuju halaman belakang. Ayah dan bunda setelah menyaksikan adegan Arwan nyebur ke kolam renang menyelamatkan Endita tampak tenang-tenang saja.
Semua orang panik, saat Arwan sudah berhasil mengangkat Endita keluar dari kolam, mata Endita terpejam, tubuhnya lemas.
"My Queen... My Queen... bangun dong. karena terlalu panik, Arwan sampai tidak ingat bahwa dirinya dokter dan harus memberikan pertolongan pertama.
"My Queen.. jangan tinggalin Abang dong sayang, Queen bangun. Arwan terus saja menggoyang-goyangkan tubuh Endita yang berada dalam pelukannya.
"Cepat bawa kerumah sakit Ar kata mama.
Tiba- tiba..
"Jangan ma, jangan bawa En ke rumah sakit, En gak pa-pa kok. hanya mau ngerjin Abang kesayangan ku ma. Habisnya aku kesel Abang tadi genit sama mbak-mbak di kedai Es krim, sambil cemberut.
"Astaga Endita kamu bikin kami jantungan kata Alfin. tadi aku bener-bener ngersa bersalah, gara-gara aku kamu kejebur.
"Makanya ayah sama bunda setelah liat kejadian tadi tenang saja. Endita bukan hanya jago bela diri, dia juga jago renang, ayah berkata sambil tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat kelakuan jahil putri kesayangannya.
"Abang, apa Abang lupa Adek kesayangan mu itu kan sering renang sama kamu. bunda melanjutkan kalimat suaminya.
"Iya ya Bun. karena terlalu panik aku sampe bleng gak ingat apa-apa. sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
setelah mereka semua tau kalau Endita baik-baik saja, akhirnya mereka semuanya bubar meninggalkan kolam, kembali ke aktifitas masing-masing.
Endita, Arwan, dan Alfin tetap di halaman belakang. Alfin kembali ke bangku yang tadi diduduki nya, menyaksikan tingkah adik kesayangannya dan Endita yang kembali menceburkan diri ke kolam.
"My Queen, lihat ponsel Abang rusak kan gara-gara kamu.
"Kok gara-gara aku sih Abang, aku kan gak ngapa-ngapain ponsel Abang. Endita protes gak mau disalahkan.
"Kan gara-gara nolongin kamu.
"Kan aku gak minta di tolongin, jadi gak ikhlas nih bang nolongin aku. kalau ponsel rusak ya tinggal beli yang baru bang susah amat. Abang kan banyak duit.
"Walau kamu gak minta di tolongin, pasti aku akan nolongin kamu, aku kan sayang banget sama kamu, Adek cantik kesayangan ku. kata Arwan sambil mencubit gemas hidung mancung Endita.
"Duit Abang mau pake bangun Rumah sakit Queen.
"Kamu aja ya yang beliin Abang ponsel baru. ya.. ya .. kata Arwan sengaja menggoda Endita.
"Pelit, Abang kan udah kerja, masa minta sama anak SD. wlek sambil meletakkan lidahnya hahaha
Alfin yang melihat kejadian itu hanya tersenyum menyaksikan kedekatan adiknya dan Endita.
__ADS_1
"Ayok Bang, kita balapan renang, siapa yang sampai duluan jadi pemenangnya. hadiahnya traktir makan es krim besok, oke bang?
"Sepakat Arwan mengacungkan jempolnya.
Dan mereka pun berlomba. Belum ada pemenang sat suara mama terdengar.
"Endita, Arwan sudah renang nya.
"Arwan bisa bantu Mama, kali berdua ke supermarket, bunda mu mau bikin kue, tapi ada bahan yang lupa gak kebeli tadi. mau nyuruh mamang (sopir di rumah Keluarga Arwan) mamang lagi ngantar om kamu ke barbershop. Kamu bisa bantu Mama kan?
Semua orang di rumah itu benar-benar sibuk.
"Siap mamaku yang cantik sambil menyatukan ibu jari dan jari telunjuknya membentuk lingkaran, menandakan OK.
Mereka berdua meninggalkan kolam renang dan meninggalkan Alfin yang galau sendiri menahan rindu. tinggal beberapa jam lagi menunggu hari pernikahan nya, tapi beberapa jam bagi Alfin serasa bertahun tahun. memang rindu itu berat.
"Buruan ganti baju temani Abang belanja ya.
"Siap Abang, sambil mengangkat tangan kanannya ke dahi hormat.
Mereka berdua memang cocok dalam segala hal, walau sering terjadi perselisihan, tapi mereka berdua benar-benar saling menyayangi.
*****
Supermaket.
Banyak pasang mata yang meyaksikan kekompakan mereka berdua. yang cewek cantik yang cowok ganteng. Pasangan Adek kakak yang sangat serasi, Anak berbakti, udah cowok gitu masih saja mau pergi belanja bulanan. begitulah kira-kira dalam pikiran mereka.
"Abang capek nih, daftar belanja mama banyak banget. Endita mulai merajuk
"Berdiri situ depan troli biar gak usah jalan, dasar manja, Arwan berkata sambil mencubit pipi Cubi Endita yang kembung karena merengut.
"Hore, lanjut lagi bang, Goo Goo Goo. Endita kembali tersenyum.
Di etalase tempat bermacam Snack Arwan akan mengambil Snack tanpa memperhatikan snack yang akan di ambilnya. matanya fokus pada catatan di tangan nya, tiba-tiba Arwan kaget karena bukan Snack yang di pegang nya, tapi tangan halus.
"Astaghfirullah,, sontak saja Arwan kaget.
"Maaf, kata Arwan yang buru-buru menarik tangannya dari punggung tangan gadis cantik di sampingnya.
Endita yang sudah berada di sampingnya juga kaget. mendengar teriakan abangnya.
"Abang berisik, apa an bang?
Endita lalu balik mengikuti arah mata Arwan.
"Cantik amat tuh cewek sambil berbisik mendekatkan diri ke Arwan.
"Sstt berisik nanti gadis itu dengar.
__ADS_1
"Maaf Mbak, sekali lagi Arwan meminta maaf dengan tulus sambil membungkuk sedikit badannya.
Gadis yang jalan bersama Anak remaja laki-laki mungkin anak laki-laki itu usianya sekitar 13 tahun, dan Perempuan itu kira-kira berusia 22 tahun.
Gadis itu bengong, karena melihat ada makhluk tampan mempesona di depannya, dan sudah menyentuh tangannya. Dia benar-benar dibuat jatuh cinta pada pandangan pertama
Sedangkan anak Remaja laki-laki yang ada di sampingnya juga terpana melihat kecantikan Endita Gadis berusia 9 tahun yang ada di samping Arwan.
"Cantik banget, ternyata di bumi ada bidadari. batin anak laki-laki tersebut. sambil mulut melongo membentuk lingkaran.
" Haloooo mbak, Adek, Arwan menjentikkan jarinya di depan wajah kedua orang yang bengong tersebut.
"Eh anu apa iya mas... gadis itu menjawab gugup.
"Maaf Mbak saya tidak sengaja. sekali lagi Arwan meminta maaf.
"Gak pa pa mas. oh ya boleh kenalan kata gadis tadi dengan tidak tau malunya dengan senyum dibuat semanis mungkin.
"Arwan. kata Arwan menangkup kan kedua tangan di depan dada, malas menjabat tangan wanita seksi di depannya.
Wanita itu yang sudah dengan semangat empat lima mengulurkan tangan dia urungkan. akhirnya menangkup kan tangannya seperti yang Arwan lakukan sambil menyebut namanya.
"Lucy, Bang Arwan kok ganteng banget Lucy mau jadi pacar Abang, jadi selingkuhan juga mau.
"Ampun nih cewek berani amat. batin Arwan tidak suka.
Anak remaja yang ada di sampingnya mencolek lengan kakak nya berharap juga dapat berkenalan dengan gadis cantik di depannya.
"Hai gadis manis, Adek ku mau kenalan juga, boleh ya.
Sebenarnya Endita malas, sama seperti malasnya Arwan berkenalan dengan Lucy tapi untuk menghormati akhirnya Endita melakukan hal yang sama seperi Arwan dengan menangkup kan tangan di depan dada.
"Endita.
"Daniel panggil Dani aja biar lebih akrab. kamu cantik banget, sambil mengedipkan matanya genit
"Emangnya siapa yang mau akrab sama elu, mata lu kedip-kedip, lagi sakit mata yak, batin Endita sambil memutar bola matanya sebal.
"Oh ya Lucy, Dani, kami permisi dulu. masih banyak daftar belanjaan yang belum kami dapatkan
"Tunggu dulu, Arwan dan Endita boleh minta no telfonnya. Lucy sekalian minta no ponsel Endita, dia tau pasti adiknya menginginkan..
"Boleh.. kata Arwan
Endita sudah mulai kesal,
"Awas aja ya kalau no ponsel aku Abang kasih ke mbak ganjen ini bantin endita jengkel.
Bersambung....
__ADS_1