TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)

TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)
Antar Aku ke KUA


__ADS_3

Di mobil... Endita masih saja penasaran.


"Ayo bang ngomong, tadi Abang bilang mau ngomong. Endita Maris penasaran


"Ngomong apaan sih. kok aku jadi amnesia ya Queen.. Arwan berkata sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal seolah beneran lupa.


"Abang ih... Endita kembali cemberut.


"Aku mau ngomong anu Queen.... menggantung kalimatnya.


Endita kembali tersenyum bahagia menggeser posisi duduknya agar menghadap ke arah Abangnya.


"Ayo bang mau ngomong apa.. penasaran nih.


"Kamu Jelek hahaha..


"ABANG... sambil mencubit lengan Arwan. wajah cemberut Endita kembali nampak.


Sementara Arwan hanya mengusap lengannya sambil tetap fokus kejalan.


Di jok belakang, Riyanti dan Erina hanya bisa geleng-geleng kepala melihat perdebatan Endita dan bang Arwan.


"Enggak, Queen kamu cantik.


"Abang mau ngomong serius, entar sampe rumah sudah mau nyampe. udah jangan cemberut.


Endita hanya mengangguk pasrah.


Mobil memasuki kawasan perumahan Elit milik ayah Bramantyo. Pemandangan yang Asri, banyak pohon berjajar di sepanjang jalan. Ada taman bermain dan kolam kecil di tengah kawasan perumahan Elit tersebut.


"Alhamdulillah dah sampai. Arwan mengucap syukur saat mobil berhenti sempurna di halaman rumah Endita.


Diruang keluarga.


Riyanti dan Erina sudah masuk ke kamar masing-masing mau mandi gerah katanya.


Endita juga pamitan masuk kamar mandi dan ganti pakaian rumah yang santai dan nyaman.


Sementara Arwan mandi di kamar tamu sebelumnya sudah mengambil pakaian gantinya di mobil, Arwan memang selalu membawa pakaian ganti di mobil buat jaga-jaga katanya.


Setelah itu Arwan dan Endita ke taman belakang ditemani Es Jeruk segar dan camilan.


Setelah duduk di gazebo depan kolam renang, Arwan melanjutkan kalimat yang terjeda dari tadi pagi, yang buat Endita kesal karena penasaran.


"My Queen... Abang mau lanjutin kuliah, Spesialis Anak ke keluar negeri.


kalau semua orang yang spesial dihati Abang setuju, maka Abang Goo. Sambil telapak tangannya mempraktekkan cara pesawat yang sedang terbang.


Mama dan Abang Al juga udah tau, dan mereka mendukung.


"Menurut kamu gimana?


Arwan bertanya pendapat Endita, karena bagaimanapun Endita adalah orang sepesial di hatinya, dari kecil bersama seperti tak bisa terpisahkan.


Arwan sebenarnya berat harus berpisah dari adik kesayangannya atau gadis pujaannya.


"Tunggu dulu, tadi Abang bilang orang yang sepesial di hati abang, Emang aku spesial, jadi Abang harus nanya pendapatku?


"Iya lah selain mama kamu spesial buat aku cicak cantik.


Endita hanya tersenyum ada rasa aneh di hatinya tapi dia tidak tau arti dari rasa aneh itu.


"Beneran Abang mau kuliah ke luar negeri?

__ADS_1


Arwah hanya mengangguk membenarkan pertanyaan Endita.


"Sebenarnya En sedih karena mau pisah sama Abang... menjeda kalimatnya


"Tapi En juga seneng karena Abang bisa meraih cita-cita Abang. Abang udah lama pingin lanjut kuliah spesialis anak. Tapi karena kesibukan bangun rumah sakit dan lain-lain, makanya belum terlaksana sampai sekarang.


"Semangat Abang ku sayang, raih impian Abang jangan pernah mundur selangkah pun


"Demi masa depan kita, Asyik e... Diakhir kalimatnya Endita sempat bercanda menggoda abangnya.


Deg lagi-lagi Endita membuat jantung Arwan berdetak tak sesuai ritme debaran jantung yang normal.


"Ni anak, apa dia sadar ya, kata-kata Adek bikin Abang meleleh. Arwan hanya bisa membatin sambil tersenyum.


"Jadi beneran nih kamu mau My Queen membangun masa depan sama aku...


Arwan sengaja memancing di air keruh, eh salah maksudnya memancing isi hati Endita


"Becanda kali bang. Lagi-Lagi Endita tidak peka dengan perasaan Arwan


"Tapi Abang beneran mau lho nunggu kamu, dan bangun masa depan bersama mu Cicak cantik ku.


"Aduh... Endita memegang dadanya.


Arwan kaget melihat reaksi Endita kesakitan dan memegang dadanya.


"Endita kamu sakit?


"Buruan kita kerumah sakit.


Terlihat Arwan begitu panik sampai tidak tau harus berbuat apa, selalu saja saat panik menghadapi Endita dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dan dia lupa kalau dia dokter.


Saat menghadapi pasien dia selalu tenang, tapi saat Endita yang sakit dia jadi panik.


"Ginjal aku geli bang denger omongan Abang sambil tertawa terbahak-bahak..


"Bikin orang panik aja. sambil menyentil dahi Endita.


"Ginjal bukan di dada kali Queen.


"Ya kan becanda bang,


"Garing amat kayak kerupuk kelamaan di jemur. Endita masih melanjutkan kalimatnya.


"My Queen...aku permisi pulang dulu ya.


"Atau kamu mau ikut kerumah mama? sambil nengokin si Gembul Amanda, kamu kan udah lama gak kerumah mama. Mama kangen kamu katanya.


Amanda adalah anak dari Alfian dan Jenny. usianya baru sekitar empat bulan.


Setelah Kurang lebih Enam tahun menikah Alfian dan Jenny baru di karuniai seorang bayi perempuan.


Pernah Jenny meminta suaminya untuk menikah lagi, karena tidak bisa memberikan keturunan. Tapi Alfin menolak, dan terus sama-sama berdoa dan berusaha untuk dapat momongan. Akhirnya setelah usaha dan doa yang cukup panjang lahirlah baby Amanda.


Baby Amanda bukan hanya anugrah terindah untuk kedua orang tuanya, tapi juga anugrah terindah untuk mama indah.


"Mau banget bang.. En ganti baju dulu ya. Sekalian pamit sama Erina, Riyanti dan Bibi, biar mereka gak usah nungguin aku makan siang.


"Siap My Queen ku yang Cantik. Sambil mengacungkan jempolnya.


Dikamar yang luas, Erina ganti pakaian, mematut diri di depan cermin.


"Perfec.. ternyata kamu memang cantik Endita Queenshe Bramantyo, katanya sambil memutar-mutar tubuhnya di depan cermin

__ADS_1


Setelah itu Endita pamit ke Bibi, Riyanti dan Erina. Endita mengajak kedua sahabatnya ikut serta, tapi mereka berdua lagi mager Alias malas gerak. Akhirnya Endita pergi kerumah mama Indah hanya berdua dengan Arwan.


Mama indah juga sudah menganggap Endita seperti putrinya sendiri. Makanya Endita saat di rumah Mama indah gak canggung lagi


Bunda dan ayah juga tidak melarang Endita main kerumah Mama indah, sejak kecil rumah itu sudah jadi rumah kedua Endita jika berada di Jakarta.


****


Tiba di rumah Mama Indah


Turun dari mobil Endita berlari meninggalkan Arwan dan yang hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Endita yang sangat menggemaskan menurutnya.


"Assalamualaikum... masuk kedalam rumah, benar-benar sudah seperti rumahnya sendiri.


Dan semua ART di rumah Arwan juga sudah mengenal Endita dengan baik.


"Waalaikumsalam... Kata mama menyahuti salam Endita dari dalam ruang keluarga.


Mama sangat gembira Endita mengunjunginya.


"Anak gadis mama, mama kangen, kok udah lama gak main kesini. mama memberondong Endita dengan banyak pertanyaan, sambil berpelukan dan cipika-cipiki.


"Lagi banyak tugas ma. kata Endita masih memeluk bahu mama.


Arwan yang menyusul dari belakang menggoda mama dan Endita. seolah-olah ingin memeluk dua wanita kesayangan nya


"Mau di peluk juga dong ini kan Cicak cantikku ma.


"Kalian udah pada gede gak boleh peluk-peluk.


"Halalin dulu baru boleh peluk kata mama sambil tersenyum


Mama indah memang sangat menyayangi Endita, bahkan mama Indah pernah berkata pada ayah, untuk menjodohkan Arwan dan Endita.


Ayah setuju dengan ide mama, tapi kata ayah biarkan mengalir saja, sambil nunggu Endita kelar sekolah nya dan Arwan kelar menempuh pendidikan Spesialis nya.


"Halalin My Queen? mau banget, ayok ma antar aku ke KUA. Arwan berkata yang dapat jeweran di kupingnya.


Arwan hanya bisa mengelus kupingnya yang sakit


"KUA KUA Endita masih sekolah dodol.


kamu juga masih mau sekolah. Setelah kalian sama-sama beres sekolah nya kita langsung Lamar dia gimana Ar setuju?


kata mama gak kalah semangatnya. Seperti nya mama sudah mengetahui kalau Arwan sekarang mencintai Endita bukan seperti Kakak yang mencintai adik kecilnya seperti dulu, tapi seorang pria yang mencintai wanita.


Arwan hanya mengangguk mengacungkan jempolnya. Arwan dan mama indah memang sangat dekat dan selalu bercanda, bahkan kadang candaan mama ke Arwan seperiti candaan sahabat.


"Mama sama bang Arwan apaan sih. Endita berkata malu. Sambil menyembunyikan wajahnya di belakang punggung mama.


"Aku kan jadi malu.. wajah putih Endita sudah kayak kepiting rebus.


"Oh ya ma, Si Gembul mana ma. Endita mengalihkan topik sekaligus menetralkan kecamuk di dalam hatinya


Endita juga sudah merasakan ada getar-getar aneh yang ada dalam hatinya....


"Ah inikah yang namanya cinta. sambil meraba dadanya yang berdebar lebih kencang.


Bersambung ...


ke uwuan sudah mulai terpampang nyata.


Jempol dan komen Reader sudah buat aku bahagia.

__ADS_1


__ADS_2