TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)

TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)
Kepergok Bunda


__ADS_3

Tiba-tiba ada tangan kokoh yang memeluk Endita dari belakang.


"Lepasin, malu sama mama, Bunda, kak Jenny juga. kata Endita berusaha melepaskan tangan kokoh itu.


Entahlah mengapa perasaan Endita saat ini jika berdekatan dengan Arwan masih dag Dig dug tak menentu, tidak seperti dulu waktu Endita hanya mencintai Arwan sebagai Abang nya


"Berarti kalau gak ada bunda, mama, sama kak Jenny gak malu dong, kata Arwan menggoda Endita, sambil mengedipkan matanya, di depan banyak pasang mata.


"Abang... mulai deh jahilnya, ganti baju dulu bang baru kita makan malam bareng.


Kata Endita saat melihat suaminya masih pake sarung dan baju Koko.


"Enggak mau ganti baju kalau gak di temenein. Arwan masih saja nempelin Endita.


Mama dan bunda hanya geleng-geleng kepala, liat Arwan jadi semakin manja ke Endita.


"En, kamu udah punya suami, jadi makan, pakaian, dan kebutuhan lain suami mu harus kamu yang urus nak, walaupun kamu punya ART, sana temenin Arwan ganti baju. kata bunda bijak.


"Tuh kan, bunda bilang apa, temenin, kata Arwan merajuk, sambil memasang wajah termanisnya.


"Iya aku temenin, tapi... mau nemplok, udah bertahun-tahun kan cicak cantik kesayangan Abang gak nemplok. kata Endita yang mulai bisa menguasai debaran aneh dalam dadanya.


"Siap permaisuri ku, kata Arwan, semua orang yang ada di situ sudah biasa melihat kedekatan mereka berdua. Mereka juga bahagia melihat kebahagiaan sepasang pengantin baru itu.


Arwan jongkok di depan Endita, Endita lalu naik ke punggung Suaminya. Endita yang bertubuh jauh lebih mungil dibanding Arwan tentu saja tidak membuat Arwan kesulitan menggendong Endita di punggungnya.


Endita serasa kembali kemasa lalu saat masih kecil selalu nemplok di punggung Abang kesayangannya.


"Semoga mereka tetap saling menyangi hingga tua kata mama indah bahagia menyaksikan kedekatan anak dan menantunya bahagia.


"Aamiin semua orang yang ada di dapur mengamini.


****


Di kamar Endita.

__ADS_1


"Ganti gih bajunya, itu udah aku ambilin. kata Endita sambil menyerahkan baju yang baru saja diambilnya dari lemari.


"Bukain dong baju Abang, Arwan berkata sambil merentangkan tangannya.


"Manjanya bayi besar aku, Endita melangkah mendekati suaminya, setelah meletakkan baju sanatai yang tadi diambil dari lemari keatas tempat tidur big size.


Endita mulai membuka perlahan satu persatu kancing baju Koko suaminya, hingga baju itu terlepas sempurna, tentunya debaran jantung kedua pasangan halal ini berpacu lebih kencang, bak genderang mau perang.


"Kok nunduk sih my Queen sayang, liat Abang dong, Arwan menyentuh dagu istrinya, mengangkat wajah Endita agar menatap nya. Lalu Arwan perlahan membuka jilbab instan yang dikenakan istrinya.


"Ya ampun bang, baru ngeliat dada bidangnya aja meleleh bikin hati adek meleleh Abang. gimana kalau udah liat suami ku gak pakean. apaan sih En otak kamu traveling jangan aneh-aneh kembali fokus, Batin Endita sambil masih memejamkan matanya berusaha menetralkan rasa berdebar aneh yang dia rasakan.


"Udah menghadap ke Abang tapi kok matanya masih terpejam sih sayang, apa suami kamu terlalu keren sampai kamu gak kuasa menahan godaan hem?


"Apaan sih Abang, PD amat Endita berkata sambil memukul dada suaminya yang sudah tidak mengenakan baju.


"Aduh.. sakit sayang, sambil mengusap dadanya yang tadi di pukul Endita, dengan wajah dibuat seolah-oleh sangat kesakitan, sebenarnya pukulan kecil yang Endita berikan tidak sakit sama sekali Arwan hanya akting.


"Maaf-maaf gak sengaja sambil mengelus- elus dada suaminya, yang tentu saja gerakan tangan mungil nan lebutnya jari istrinya di dadanya membuat ada yang bangkit menggeliat di bawah sana.


Arwan memeluk pinggang istrinya menariknya agar lebih mendekat padanya.


Arwan menyentuh wajah istrinya perlahan, lalu ibu jarinya menyentuh bibir merah muda alami milik istrinya.


"Kau sangat cantik sayang, aku bersyukur memilikimu, jangan pernah berpaling dari ku, aku bisa gila jika kau meninggalkan aku. I Love you my Queen sayang. Arwan berkata dengan jari jempolnya masih mengusap lembut bibir istrinya


"Love you to sayang, aku menyayangi Abang lebih dari aku menyayangi diri ku. Aku berharap jangan pernah hiyanati cinta kita Sayang.


Arwan hanya mengangguk, Badannya sudah sangat panas, suaranya susah untuk di keluarkan hanya ada hasrat terpendam yang ingin segera dia keluarkan ke pasangan halalnya.


Sambil masih menyentuh bibir istrinya Arwan berkata "Boleh ya sayang....


Malu-malu Endita mengangguk


Perlahan tapi pasti Arwan mulai mengecup bibir ranum merah muda milik istrinya, semakin lama ciuman itu semakin menuntut lebih.

__ADS_1


Tangan Endita mengalung di leher suaminya. desahan dari kedua pasangan halal ini menggema memenuhi ruangan.


Tangan Arwan juga sudah bergerilya mendaki bukit.


Tiba-tiba...


"Ya ampun ini anak, ditungguin dari tadi, yang lain udah pada lapar, eh dia malah asyik bermesraan.


"Kalau mau mesra-mesraan, jangan lupa tutup dan kunci pintu kata bunda yang tiba-tiba masuk kamar Endita, Pengantin baru ini lupa tidak menutup pintu karena Arwan tadi mengendong Endita di punggungnya.


"Bunda apaan sih masuk kamar orang gak pake ketok pintu dulu. Endita sangat malu, adegan romantis sudah Aran langsung jadi tontonan sang bunda.


"Bunda udah ketok, tapi kamu sama Arwan terlalu asyik, yah bunda masuk aja. kata bunda membela diri.


"Maklum lah bunda pengantin baru, entar malam akan lebih dasyat lagi siaran langsungnya Bun, kata Arwan tanpa ada rasa malu.


"Abang apaan sih, malu tau bang.


"Bunda juga pernah jadi pengantin baru sayang. iya kan Bun? tanya Arwan


"Bener, tapi jangan terlalu Ganas ya Ar, kasian anak bunda nanti gak bisa jalan hahaha.


"Arwan, pakai pakaiannya lalu segera turun, awas kalau terlalu lama. bunda hukum kamu malam ini, Arwan tidur di kamar kamu yang dulu Endita di kamar sini. kata bunda bercanda tapi buat Arwan merasa ngeri.


"Jangan dong bunda, aku kedinginan dong kalau gak meluk anak cantik bunda ini. kata Arwan sambil terkekeh.


"Bunda sama Abang ngomong apaan sih, ayo bang ganti bajunya segera kita turun aku udah laper. Endita berkata sambil menarik tangan Arwan agar menghentikan percakapan unfaedah dengan bundanya.


"ya udah, bunda tunggu di bawah. Cepetan.


Bunda lalu meninggalkan kedua pengantin baru tersebut.


Segera Endita dan merapikan penampilannya yang sempat acak-acakan akibat ulah suaminya, dan mengenakan kembali jilbab instanya.


Sementara Arwan juga sudah selesai berpakaian.

__ADS_1


Sebelum keluar dari kamar Arwan masih sempat memberi kecupan singkat di bibir istrinya.


Bersambung....


__ADS_2