TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)

TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)
Mengantar Endita


__ADS_3

Akhirnya Arwan menemui Ricko, yang curhatannya udah kayak emak-emak lagi gibah.


Arwan hanya bisa jadi pendengar karena Ricko tidak memberinya kesempatan ngomong.


Saat Ricko nanya pendapat Arwan dan Arwan ngasih pendapat, Ricko geleng kepala.


Ya udah, trus apa gunanya Arwan dipanggil datang sih...


"Gue mau pulang Rick, capek dengerin ocehan lu. Assalamualaikum.


Arwan meninggalkan Ricko dengan langkah lebar dan sedikit kesal. Ricko yang ditinggalkan hanya bisa ngedumel.


****


Senin pagi, Arwan dan Endita sedang sarapan. sejak menikah Arwan tinggal di rumah Endita yang dulu dihuni Endita CS, kini Erina dan Riyanti tinggal di rumah yang di hadiahkan Endita kepada keduanya sebagai hadiah atas kerja keras mereka membantu Endita membesarkan 'House of Queen'


Sebenarnya Arwan sudah menyiapkan rumah mewah untuk istrinya tapi belum jadi seratus persen, sehingga Arwan belum memberi tahukan kepada Endita. Arwan ingin memberi surprise untuk istri tercinta.


"Sayang, berangkat sekolahnya gak usah bawa mobil sendiri ya, bareng aku aja, kita kan searah. Nanti pulang kamu ke kantor Abang aja ya. Kata Arwan disela-sela Sarapan nasi goreng dan ayam goreng buatan istri tercinta.


"Siap lah pokoknya, apa yang tidak buat mu sayang, kata Endita sambil mengedipkan matanya suara di buat Majah ulala, menggoda suaminya


"Pagi-pagi jangan menggoda dong, bisa gak jadi kesekolah kamu sayang kalau suara manja mu terdengar lagi.


"Atau kamu mau kita ke kamar dulu sayang, masih bisa satu putaran, kata Arwan siap berdiri meninggalkan meja makan.


"Apaan sih sayang, aku cuma becanda, tadi juga udah setelah subuh, kata Endita mulai was-was dengan suaminya.


"Gak lama lagi aku ujian bang gak nyampe 3 bulan lagi. Kalau gak sekolah bisa ketinggalan pelajaran. kata Endita dengan bibir yang semakin maju.


"Gemes, tuh bibir jangan terlalu maju, beneran gak jadi sekolah lho kalau bibir masih manyun gitu, soalnya bikin Abang pingin nyosor. kata Arwan jalan semakin mendekat kearah istrinya. Arwan memang suka sekali menggoda Endita.


Dan... Cup Arwan mengecup sekilas bibir istrinya yang ranum menggoda itu.


"Buruan, habisin sarapannya kita berangkat, biar gak terburu-buru, masih pagi santai belum macet. Kata Arwan sambil mengelus pucuk kepala istrinya dan juga memberikan kecupan sayang di pucuk kepala istrinya.


"Abang tunggu di ruang tamu ya. Arwan masih melanjutkan kalimatnya.


"Bahaya kalau masih di sini liat bibir manyun itu, bisa khilaf gue. batin Arwan sambil tersenyum.


"Iya Abang ini juga udah hampir habis kok.


Endita menyendok suapan terakhir, mengunyah perlahan setelah habis lalu Endita meraih air mineral yang ada di depannya.

__ADS_1


"Bibi, En pergi dulu ya kata Endita pamit ke ART yang ada di dapur.


"Iya mbak En hati-hati kata bibi berjalan menghampiri majikannya yang diasuhnya dari kecil.


"Assalamualaikum bi.


"Waalaikumsalam mbak En.


****


"Turun di sini aja sayang, nanti ketahuan sama temen-temen aku. kata Endita khawatir temannya tau kalau dia sudah nikah


"Ini masih jauh dari gerbang sekolah kamu sayang, kalau ada yang nanya bilang aja, kita baru tunangan mau nikah kalau kamu lulus SMA. Aku antar masuk sampai gerbang ya, gak tega liat gadis cantik jalan jauh amat, nanti ada yang godain kamu gimana, kata Arwan.


Ini pertama kalinya Endita diantar Arwan kesekolah setelah mereka resmi menjadi suami istri kurang lebih seminggu yang lalu.


"Ada yang godain tinggal gue tonjok aja mukanya, gue tendang 'anu'nya, gampang kan.


kata Endita, sifat bar-barnya muncul.


Endita memang cantik, lembut, baik, tapi dalik sifatnya tersebut ada kekuatan tersembunyi.


"Ya ampun istri cantik aku ternyata mengerikan.


"Apaan sih. Endita tersenyum malu, sampai wajahnya memerah mencubit lengan suaminya.


Abang sudah sampai gerbang.


"Assalamualaikum kata Endita setelah mencium punggung tangan suaminya, dan Arwan mengecup kening istrinya.


"Waalaikumsalam, ada yang kurang kata Arwan sambil menunjuk pipi kanan dan kirinya.


"Cup... cup.. Endita memberi kecupan ke pipi suaminya kiri dan kanan.


Tapi Arwan tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, dia lalu menahan tengkuk Endita saat istrinya akan menjauhkan wajahnya.


Meraup bibir ranum merah muda istrinya, awalnya hanya kecupan kilas, namun lama-lama semakin dalam dan panas.


Untung kaca mobil mewah Arwan gelap jadi tidak akan ada orang dari luar yang melihatnya.


Untung keduanya segera sadar dan melepas ciumannya.


Arwan mengusap bibir istrinya yang basah akibat ulah nakalnya.

__ADS_1


Endita juga mengusap bibir suaminya yang juga basah akibat ciuman panas keduanya


"Jangan lupa, pulang sekolah kekantor Abang, nanti Abang jamput ya sayang, kita lanjutkan yang tadi di ruangan Abang kan asyik tuh. sambil menaik turunkan alisnya


"Apaan sih sayang kata Endita, mencubit lengan suaminya.


"Rapiin tuh jadi jilbabnya berantakan kamu sih terlaku bersemangat. Arwan selalu saja menggoda Endita.


"ABAAAAANG. kata Endita sambil melotot. Sambil memukul lengan suaminya.


Arwan hanya tersenyum sambil memonyongkan bibirnya seolah-olah ingin menciumnya lagi.


Endita segera menjauh dan mulai merapikan penampilannya melalui kaca spion mobil yang ada di depannya.


"Da Abang sayang. kata Endita kata Endita sambil kiss bay lalu turun dari mobil suaminya.


Arwan membuka kaca mobilnya melihat istri cantiknya memasuki halaman sekolah. Arwan melambaikan tangan saat istrinya menoleh melihat kearahnya. Yang di balas senyum manis oleh istrinya.


"Cie cie Pengan.... Suara cempreng Riyanti yang tiba-tiba muncul. untung saja mulutnya segera di bekap oleh Erina, sehingga kalimatnya tidak selesai ia ucapkan


"Ngomong di filter dodol, ini sekolah. Erina mengingatkan.


"Iya gue lupa maafin gue Mak. Riyanti menyatukan tangannya di dada.


"Barusan En elu di antar bang Arwan kesekolah? Riyanti kembali bertanya sambil mereka melangkah menuju kelas.


Hari masih sangat pagi, sehingga suasana sekolah belum terlalu ramai.


"Sebenarnya dari kemarin-kemarin Abang aman nganterin gue tapi selalu saja ada pasien gawat pagi-pagi. Dan juga selalu kesiangan.


"Kesiangan..??? Erina mengernyitkan alisnya


"Jadi lu gak shalat subuh? Erina masih melanjutkan pertanyaan nya.


"Ya shalat subuh dodol, tapi bobok lagi setelahnya. ah lu tau lah, gak usah gue jelasin juga kali.


Ternyata saat Endita turun dari mobil tadi, lalu Arwan melambaikan tangan dan Endita membalas dengan senyum termanis ada sepasang mata yang melihatnya dengan tatapan kesal.


"Enak aja tuh cowok, udah tua pake nganterin calon bini gue, mana lambai-lambai tangan ke Endita, Endita nya juga pake senyum manis lagi kedia. Gue aja yang sejak kelas 1 coba deketin Endita belum pernah dapat senyuman semanis itu. Emang dia siapanya Endita? Atau mungkin dia om nya kali ya .. terlalu banyak pertanyaan di otak Ken.


Bersambung....


Siapa Ken... tunggu kisah selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2