TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)

TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)
36 Cinta adalah kekuatan


__ADS_3

Ricko menghela nafas panjang, setelah menceritakan kisahnya.


"Lu jahat bro, kenapa gak telfon gue waktu itu.


"Gue udah gak lu anggap sobat lagi kah, sampe bisa-bisa nya ada masalah gak ngabarin gue. Arwan kesal dengan sahabatnya.


"Bukan begitu pak dokter, gue mau hubungin lu, tapi gue batalin karena mau usaha dengan tangan gue tanpa minta bantuan dari sohib terganteng gue ini. hahaha.


"Emang gue ganteng, banyak yang sudah mengakui ketampanan gue di atas rata-rata, iya gak sayang, sambil melihat kearah Endita dan mengedipkan matanya dan mengecup punggung tangan istrinya.


Endita tersenyum sambil mengangguk.


"Paling ganteng pokoknya mah uummach sambil memonyongkan bibirnya seperti gaya mencium.


"Jiwa jomblo gue meronta-ronta, mau romantisan entar aja di kamar.


"Bisa juga ya Ar, lu hangat dan romantis ke perempuan, di kampus dulu elu kan terkenal dengan istilah kutub Utara, es balok, kulkas. eh ternyata Endita bisa juga lu lelehin es balok ini, salut gue, kata Ricko panjang lebar.


"Yah gitu lah Rick, Cinta adalah kekuatan. Kata Arwan sambil memperagakan kedua jarinya menggambar bentuk love di depannya.


"Cie yang lagi di mabuk cinta. semoga kalian langgeng hingga syurga bro, seneng gue liatnya, semoga gue juga bisa dapat istri yang cantik dan baik kayak lu Ar.


"Aamiin... pasangan suami istri muda itu kompak mengaminkan.


"Oh iya Rick, trus usaha lu hanya sebulan lebih, bisa berkembang gini gimana ceritanya.


"Awalnya gue jual jus, dan kopi di kosan, ternyata banyak yang suka, dan untungnya ibu kos juga baik banget, gak ngelarang gue untuk jualan, asal tetap jaga kebersihan. Ricko Menghela nafas sejenak, menyeruput jus di depannya, lalu melanjutkan lagi ceritanya.


"Banyak temen kos gue, anak kuliahan mereka bantu promo ke teman-teman kampusnya, akhirnya banyak yang kenal, bahkan salah satu dari pelanggan gue nawarin tuh... sambil menunjuk food Truck. Dia punya food Truck yang tidak terpakai, dari pada nganggur, gue di suruh nyicil, semampu gue. Enak gak tuh.


"Nah trus itu 2 orang yang bantuin gue, teman kosan juga, mahasiswa dari pada nganggur pas pulang kuliah, ikut deh kesini bantuin gue, gajinya juga tergantung berapa pemasukan hari ini. Tapi lumayan lah kata mereka, sebulan bantuin gue, gak harus minta uang jajan ke orang tuanya.


"Dulu aja gue suka hambur-hamburin uang, eh ternyata cari uang susah bro. Ricko bicara panjang lebar.

__ADS_1


Bret... Bret.. ponsel Endita berdering..


"Sayang aku angkat telfon dulu ya, Jojo. kata Endita sambil menunjuk layar ponselnya.


Arwan hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Jojo..? Lu sante amat, bini lu dengan sumringah ngangkat telfon dari Jojo? alis Ricko bertaut penasaran


"Biarin aja, gak mungkin dia tergoda dengan yang lain, hatinya sudah akan kunci mati, dan kuncinya dah aku tengelemin di sungai Gangga, nagambilnya jauh gak ada ongkos. hahaha.


"Gue serius, eh pak dokter ini malah becanda. Ricko berkata sambil melempar bulatan tisu ke wajah Arwan.


"Ih jorok lu Rick. Arwan mengambil tisu lain untuk mengelap wajahnya.


"Eh ngomong-ngomong Elu ngekost nya di mana pengen nyamperin lu kesana. tanya Arwan


"Jangan Ar, lu mau apain gue ke kosan gue, jangan nodai aku bang, aku masih suci, masih polos, canda ricko sambil kedua tangannya dia silangkan di dada, dan merubah kata lu gue menjadi aku kamu, lebih mendramatisir keadaan .


"Apaan sih, Iih... najis gue. Arwan berkata sambil bergidik.


"Sepertinya gue familiar dengan alamat kosan lu Rick, entar gue tanyain bini gue.


Ricko hanya mengangguk - angukkan kepalanya


"Mas Ricko ada pelanggan yang nyariin owner nya tuh, kata pria yang bantuin Ricko di Food Truck.


"Iya bentar gue kesitu.


"Eh Jangan pulang dulu ya, kita malam mingguan di sini, semuanya gue traktir, gue kesana dulu bentar.


"Tergantung ibu ratu kalau dia oke aku juga oke kata Arwan.


Ricko menjawab dengan anggukan, lalu berlalu meninggalkan Arwan yang menikmati hidangan di hadapannya.

__ADS_1


"Jojo ke rumah tapi kita gak ada, aku suruh ke sini aja, sekalian kita ngumpul makan-makan mumpung malam Minggu, udah lama juga kita gak ngumpul bareng, boleh kan yank? Endita berkata sesaat setelah mendaratkan bokongnya di kursi samping suaminya.


"Apa yang tidak buat mu My Queen... aku juga kangen sama adik-adik bawel ku itu.


"Eh, sayang.. alamat kosan Ricko di xxx kok kayak familiar ya. kata Arwan sambil jarinya mengetuk-ngetuk meja.


"Itukan alamat sekitar kosan punya Jojo. Emang daerah itu banyak rumah kontrakan dan kos-kosan yank.


"Bener-bener, Jojo kan Punya kamar kosan khusus pria dan rumah kontrakan petak-petak ya.


***


Riyanti sebenarnya ingin mengajak ibu dan adik laki-laki satu-satunya tinggal bersamanya di rumah yang sudah Endita belikan untuknya. tapi ibunya bilang, terlalu bising di tengah kota, akhirnya Riyanti membeli tanah di Jakarta juga tapi agak di pinggir kota jadi tidak terlalu bising.


Sejak usianya mulai sepuh, Riyanti melarang ibunya berjualan sembako dan bumbu dapur di pasar, Rianty ingin ibu nya istirahat saja di rumahnya di kota Jakarta, tapi orang tua pasti selalu ingin ada kesibukan.


Akhirnya agar tidak terlalu repot dan tetap ada kesibukan, Riyanti membangun rumah kost dan 4 petak rumah kontrakan dan 1 rumah untuk ditempati ibu dan adiknya.


Rumah dan kios kecil ibunya di kampung sudah di jual.


Raditya Adek Riyanti yang kini duduk di bangku SMP menemani sang ibu mengurus rumah kontrakan dan kamar kos khusus pria tersebut.


***


"Bu Bos, sambil melambaikan tangan, suara nyaring Riyanti terdengar dari kejauhan.


Sementara Erina tanpa suara hanya melambaikan tangan. Erina memang agak pendiam.


"Jo, Er... sambil membalas lambaian tangan Riyanti.


Kedua sahabatnya setengah berlari menghampiri Endita...


Bersambung....

__ADS_1


Di episode ulat bulu, usia dan panggilan "Kak Mila" aku revisi jadi "Mila" agak lebih mudah mengakrabkan antara Endita CS dan suster Mila asisten dr Arwan.


Tinggalkan jejak dengan komentar dan jempol kalian, terimakasih Lope Lope buat mu ❤️🌹


__ADS_2