
"Aku... em... gak bisa ... Arwan menggantungkan kalimatnya..
Sebenarnya Endita kecewa dengan penolakan Abangnya, tidak biasanya Arwan menolak, jika Endita minta di temani atau diantar kemanapun, selama jadwal praktek Arwan kosong.
Tapi kini, Abangnya benar-benar sudah berubah. seperti nya dugaan Endita benar, abangnya sudah memiliki kekasih, yang lebih dia prioritas kan dari pada Endita yang hanya Adik kecilnya.
Melihat perubahan wajah Endita Arwan tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Sampai di Area kuliner Minggu pagi. Setiap Minggu pagi tempat ini ramai penuh sesak.
Arwan mencari parkiran, setelah mendapatkan tempat parkir. Mereka pun turun, butuh sekitar 50 meter berjalan kaki.
"My Queen ayo dong buruan dah laper nih, tuh Jojo dan Erina dah di depan. kata Arwan lembut, Arwan tau Endita pasti ngambek.
"Itu bibir panjang amat, udah jangan ngambek, entar cantiknya ilang lho. Arwan masih membujuk Cicak cantiknya
"Siapa yang ngambek, dan kenapa aku harus ngambek. Masih dengan ekspresi wajah cemberutnya.
Arwan berjalan cepat mendahului Endita.
"Tuh kan aku di tinggalin. Endita membatin
"Mau di gendong... Arwan kembali menggoda Endita dengan jongkok di depan nya, seperti saat Endita kecil, jika Endita merajuk Arwan akan dengan sukarela menawarkan punggungnya untuk cicak cantiknya nemplok.
"Apaan sih bang Arwan, aku bukan anak kecil lagi. aku sudah dewasa tau. Endita mulai tersenyum melihat kekonyolan Abangnya.
Walau sebenarnya dengan tubuh kekar dan atletis milik Arwan, Arwan masih mampu menggendong Endita yang kecil, atau memang Arwan yang terlalu jangkung.
"Begitu kan cantik, senyum dong. Arwan dan Endita berjalan beriringan.
****
"Alhamdulillah kenyang. makasih bang Arwan Riyanti berkata sambil mengusap perutnya.
"Makasih bang. kata Erina.
Arwan menautkan jari ibujari dan jari telunjuknya membentuk lingkaran, saat menanggapi ucapan terimakasih kedua gadis di hadapannya.
"Adik kesayangannya Abang kok diam saja. Cie ngambeknya masih berlanjut cie cie.. Arwan masih menggoda Endita.
"bang Arwan, jangan langsung pulang ya, kita jalan-jalan dulu. duduk-duduk di situ dulu bang, Tunjuk Riyanti ke salahsatu bangku taman yang kosong.
"Siap... ayuk Arwan mengabulkan keinginan Riyanti.
mereka berempat menuju bangku kosong di taman itu
Tiba di tempat tersebut, Endita hanya duduk dengan malas seperti tidak bersemangat.
Sedangkan Riyanti dan Erina memilih berjalan-melihat keindahan taman.
__ADS_1
"Abang, kami kesana dulu ya, kata Riyanti sambil menunjuk kolam yang tidak jauh dari tempat duduk Arwan dan Endita.
Arwan hanya mengangguk.
Arwan dan Endita duduk berdampingan di taman yang indah itu. Endita masih saja mode hening, gak seperti biasanya.
"My Queen kamu kenapa, dari tadi kusut amat.
Endita hanya menggeleng.
"Jangan diemin Abang gini dong, Abang lebih suka Adek kesayangan Abang yang bawel, gak seru kalau kamu jadi pendiam, bilang ya Abang salah apa. Arwan masih membujuk gadis manis di sebelahnya dengan lembut.
"Abang sudah punya gadis spesial di hati Abang, makanya sekarang Abang udah gak mau nemenin Endita ketemu klien besok, padahal Abang kan lagi gak praktek sore.
Endita berhenti sejenak menghela nafas.
"Tapi gak apa deh bang, aku juga gak boleh egois kan nahan Abang untuk tetap ada buat aku. Kata Endita.
Arwan menatap Endita yang duduk posisi serong agak membelakangi Arwan.
Lagi-lagi Arwan membatin
"Tanpa kamu minta pun Akau akan selalu ada di samping mu, menyayangimu melebihi sayangmu kepadaku, Menjadikan mu satu-Satunya Ratu di hati ku, menjaga mu dengan nyawaku.
"Oh masih masalah yang itu.
"Tadi Abang belum selesai ngomongnya
"Maksud Abang... Abang GAK BISA NOLAK nganterin kamu bertemu klien besok hahahaha kata Arwan terbahak.
"Abang Arwan.. jahil amat kata Endita mulai mulai tersenyum sambil mencubit lengan Abang kesayangan nya.
"Ya nggak mungkinlah, Abang gak bakalan nolak nganterin bidadari secantik ini, Abang gak akan biarkan My Queen pergi sendiri.
"Nanti kalau ada yang nyulik kamu. atau hatimu tertambat di tempat yang salah Abang gak rela lah.
"Kamu kan kesayangan Abang. Arwan berkata panjang lebar sambil mengacak rambut panjang Endita.
"Makasih Bang kesayangan ku, sambil tersenyum manis sekali, makasih buat Abang yang selalu ada waktu buat aku. kata Endita sambil menyandarkan kepalanya di bahu abangnya.
Andaikan Endita masih kecil seperti dulu, pasti dia akan langsung masuk ke pelukan abangnya.
"Apa yang tidak buat mu My Queen. kata Arwan
"Jangan kan waktu ku, hatiku juga akan kuberikan padamu dengan sukarela..
"Ya ampun Arwan dia masih sekolah. kata Arwan dalam hati sambil menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
"Kok senyum-senyum sendiri bang. pasti lagi senyumin gadis cantik yang barusan lewat depan tadi ya.
__ADS_1
"Gadis cantik yang lewat? Arwan bingung, dia tidak pernah melihat gadis di sekitar situ, karena pandangannya sudah fokus terkunci memandang gadis cantik di depannya.
"Aku gak mungkin perhatiin gadis lain jika di sebelah ku ada bidadari Kata Arwan.
"So sweet.. kata Endita belum juga paham bahwa yang Arwan ucapkan adalah ungkapan isi hatinya.
Dari arah Erina dan Riyanti ada keributan. dengan berlari, Arwan dan Endita menghampiri kedua sahabatnya itu.
Tiga orang Preman menggoda Riyanti dan Erina.
"Hai manis temani kita dong, cantik gini kok sendirian. sambil tangannya terulur akan menyentuh Riyanti dan Erina.
"Atau kalau kalian gak mau nemenin kita, serahin duit kalian kata preman yang lain sambil tertawa terbahak-bahak.
"Mata lu b*ta ya, kami berdua gak sendirian. kata Riyanti marah.
Riyanti dan Erina mengatur posisi saling membelakangi, siap siaga
Endita dan Arwan yang menyaksikan kejadian itu hanya tersenyum.
"Mereka mencari mangsa yang salah kata Erina setengah berbisik.
Preman itu tidak mengetahui, dibalik tubuh mungil dan cantik Erina dan Riyanti, terdapat kekuatan dasyat, mereka jago beladiri.
Dulu saat Arwan masih tinggal di rumah Endita, mereka berempat sering berlatih beladiri bersama. Jadi Arwan dan Endita tidak terlalu panik menyaksikan Tiga orang preman datang mengganggu kedua sahabat mereka.
"Hanya lalat pengganggu. kalau Erina dan Jojo kwalahan, baru kita bantuin Queen.
"Siap bang, kita jadi penonton aja dulu.
Beberapa orang pengunjung yang ada di sekitar kolam itu hanya bisa ketakutan dan menjauh menyaksikan preman yang selalu mangkal di tempat itu beraksi.
Sebenarnya preman yang meresahkan ini sudah beberapa kali di tangkap, setelah di lepas beraksi lagi, tidak pernah tobat.
"Galak amat sih neng, cantik-cantik kok galak. kata salah seorang preman yang sepertinya dia pimpinan dari preman itu.
Tangan bos preman itu bermaksud mencolek pipi Riyanti, tapi naas dengan gerakan yan tidak terduga dan cepat, Riyanti menangkap tangan bos preman dan dengan gerakan tak kalah cepatnya mengarahkan kakinya menendang ************ nya. membuat si bos preman yang bertubuh jauh lebih besar dari tubuh Riyanti tidak berkutik, sambil memegang area bawahnya kesakitan.
"B*egok apa yang kalian liat, cepat serang, gadis-gadis ini tidak bisa di anggap remeh. bos preman itu mengintruksikan kepada anggotanya.
Menyerang Erina juga tak kalah lincahnya dengan Riyanti memberi tendangan putar mengenai wajah preman di hadapannya membuat sudut bibirnya mengeluarkan darah.
Pemandangan yang tak biasa itu membuat pengunjung yang tadinya menghindar, kembali mendekat dan memberikan semangat pada kedua gadis itu
Saat Riyanti dan Erina lengah, Tiba-tiba bos preman tadi mengeluarkan senjata tajam, sebuah pisau lipat kecil dari dalam saku celananya.
Mengarahkan pisau itu ke Riyanti
Dan... Akh sebuah jeritan terdengar...
__ADS_1
Bersambung