TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)

TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)
39 Cemburu


__ADS_3

Tiba di Kantornya, Arwan masih saja terbawa emosi, terbakar api cemburu.


"Apa memang Endita sedekat itu sama si kampret itu? Arwan bergumam sendiri, sesaat setelah mendaratkan bokongnya di sofa ruang kerjanya.


"Apa yang mereka berdua lakukan sekarang? Mereka kan satu kelas. Arkh... Arwan mengacak rambutnya kesal.


"Bagaimana kalau sampai Endita berpaling, pria itu masih muda, tampan, dan yang aku dengar dia juga kaya.


"Tapi aku percaya Endita tidak mungkin menghianatiku, tapi... aku tidak percaya laki-laki itu.


"Aku harus mempercepat acara resepsi pernikahan, dan mengumumkan kepada dunia bahwa Endita milik ku. Masih posisi duduk di sofa ruang kerjanya sambil bersandar dan memejamkan mata.


****


Hari ini hari terakhir Endita Ujian kelulusan.


Pelajaran terakhir telah usai semua anak-anak keluar kelas sambil bersorak riang, mereka ada yang beradu tos, berpelukan dan banyak reaksi lain untuk menunjukkan kelegaan mereka.


Begitu juga dengan Endita, Erina, Riyanti dan Ken.


"Hai gadis -gadis, ke Cafe depan yuk ngerayain berakhirnya ujian, bentar lagi kita mahasiswa girls. kata Endita sambil bertos tinju dengan Riyanti.


"Aku gak ikut deh mau ke...


"Mau ke rumah sakit menemui dia kan? Ken memotong ucapan Endita.


Endita hanya mengangguk.


"Ayolah Dita, bentar aja. minum jus saja gak lama kok plisss kata Ken.


"Iya En, ayo lah bentar lagi kalau dah lulus belum tentu kita bakalan ngumpul-ngumpul, apalagi kalau kampus kita gak sama. Erina mencoba membujuk Endita agar ikut, karena memang biasanya mereka selalu pergi ke Cafe itu bareng-bareng.


"Baiklah, apa yang tidak untuk mu, sambil menjawil hidung mancung Erina.


"Ri, lu ikut juga kan? Endita menatap Riyanti.


"Kalau gretong gue mah hayuk aja gais, elu yang traktir kan Ken? Riyanti menatap Ken....


"Iya lah, masak ciwi-ciwi yang traktir gue, harkat martabat dan derajat ketampanan gue bisa ilang lah, kata Ken bercanda.


Riyanti dan Erina mengacungkan jempol.


"Ayok buruan, laper Riyanti bergegas melangkah menuju Cafe depan sekolah mereka. Sementara Endita hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala.


Mereka berbincang di cafe sambil menikmati makanan yang sudah mereka pesan.


"Endita makannya belepotan, tuh ada sisa coklat di bibir kata Ken sambil mendekatkan ibu jarinya akan membersihkan sisa coklat di bibir Endita.

__ADS_1


Tapi dengan cepat Endita memundurkan kepalanya menolak perlakuan Ken.


Endita semakin tidak nyaman berada di situ. Endita yang hanya memesan Roti dan Jus, menyegerakan makannya dan akan segera menemui Arwan.


Setelah makanannya habis, Endita segera berpamitan.


Sebenarnya dari tadi Endita enggan ikut ke Cafe itu, tapi untuk menghargai temannya akhirnya Endita ikut.


"Aku duluan ya. kata Endita kepada ke teman-teman nya. Sambil berdiri tergesa-gesa meninggalkan meja, namun karena terlalu tergesa-gesa dan kurang hati-hati, kakinya tersangkut kursi di sebelahnya dan hampir jatuh terjerembab, untung Ken dengan cekatan menagkap pinggang Endita.


Orang yang melihatnya pasti mengira mereka sedang berpelukan dengan posisi Endita sedikit membungkukkan badannya di depan Ken dan Ken memeluknya dari belakang, romantis sekali.


"Maaf kata Ken, setelah Endita berdiri tegak.


"Terimakasih balas Endita.


"Hati-hati kata Kenzo lagi.


Endita hanya mengangguk.


"Aku duluan kata Endita.


"Aku juga udah, yuk kita pulang bareng. Erina dan Riyanti juga beranjak pergi.


"Kalian juga mau pergi nih, kata Ken?


Setau Ken dan teman-teman di sekolahnya, mereka bertiga bekerja paruh waktu di House of Queen. Teman-teman di sekolahnya termasuk Ken tidak tau kalau butik itu milik Endita.


"Gaya lu Ri, kata Ken


Riyanti hanya tertawa.


"Oke Ken kami duluan ya. kata Endita berkata sambil tersenyum. begitulah Endita selalu murah senyum, Endita tidak sadar kalau senyumnya itu terlalu manis untuk di lupakan, apalagi oleh Ken yang Memeng sudah tertarik dengan Endita sejak masuk SMA


"Sip, hati-hati girls.


***


"Kok bisa sih En hampir aja, wajah cantik lu nyungsep nyium lantai, kata Riyanti nyrocos.


"Gak hati-hati banget, untung Ken cekatan nangkap lu Erina di belakang kemudi ikutan berkomentar.


"Elu ngapa sih Bu bos, gak kayak biasanya sama Ken datar amat udah kayak triplek


"Entah lah aku merasa gak nyaman aja Deket sama Ken, setelah Ken pernah nyatain perasaannya ke aku. Oh ya, aku gak ke butik dulu, kalian kesana aja, nanti setelah dari rumah sakit baru aku ke butik.


"Siap Bu bos. kata Erina di belakang kemudi dengan tetap fokus kejalan.

__ADS_1


"Biasa aja kali En, dari dulu kan kita udah temenan sama Ken. mungkin Ken hanya kagum sama lu, kan lu orangnya baik, cantik, nyenengin, rajin, menabung dan gak suka makan sabun. kata Riyanti sambil tersenyum.


***


Sampai di Rumah Sakit Endita langsung masuk ke ruangan suaminya, kebetulan pas jam istirahat Shalat dan makan siang


"Assalamualaikum, Abang... Sayang... Mencari hingga ke kamar pribadi Arwan di ruangan besar itu, tappalang Endita tidak menemukan suaminya.


"Mungkin lagi ke masjid... gumamnya.


"Aku shalat aja dulu, entar baru makan siang bareng Abang. masih berbicara pada dirinya sendiri.


Setelah shalat, Endita menunggu suaminya di sofa ruang kerja suaminya.


"Assalamualaikum... Arwan mengucap salam saat masuk ruangannya.


"Waalaikumsalam... jawab Endita sambil tersenyum dan bangkit dari duduknya menghampiri suaminya, mengulurkan tangan lalu mencium punggung tangan Arwan.


Endita mendongakkan wajahnya, seperti biasa jika Endita mencium punggung tangan suaminya, Suaminya akan mencium kening, lalu pipi kanan dan pipi kiri Endita,Tapi tidak untuk kali ini. Endita heran dan masih menunggu.


"Abang, kok Abang gak nyium kening dan pipi ku? Abang kenapa? Tanya Endita heran.


"Gak kenapa-kenapa Arwan menjawab datar


"Abang, aku kangen Abang kok cuekin aku, apa Abang gak kangen? Endita masih mengejar suaminya yang berlalu meninggalkannya menuju kamar pribadinya.


"Baru juga tadi pagi ketemu tadi pagi masak udah kangen, ya gak lah. kata Arwan cuek.


"Gak biasanya Abang kayak gini, biasanya juga baru gak ketemu beberapa jam udah bilang kangen. ada apa ya, aku salah apa? batin endita


"Abang, jangan Anggurin aku dong... aku gak suka di anggurin, aku maunya di Apelin.


Endita berkata sambil memonyongkan bibirnya.


"*Endita bibir kamu semakin kamu gituin semakin pengen aku sosor. Gak nahan aku diemin kamu. Batin Arwan.


"Tapi aku kesel... liat Foto-foto kamu batinnya*.


"Abang aku nangis nih kalau masih aja di cuekin, kata Endita sambil mendaratkan bokongnya di kasur samping Arwan duduk.


"Aku salah apa Bang...?


Arwan berdiri dari duduknya berjalan ke depan Endita, lalu memegang kedua bahu Endita


"Kamu tadi ngapain saja sama Ken, pake acara pelukan segala, apa pelukan aku masih kurang? sampai kamu masih nyari pelukan dari laki-laki lain hah... kata Arwan sambil mencengkram kedua bahu Endita dengan keras.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2