
"Assalamualaikum, En.. Kamu sibuk gak hari ini? Suara mama indah dari seberang sana.
"Waalaikumsalam enggak ma, kebetulan kan hari libur.
"Temenin mama jemput Abang kamu di bandara yuk, ajak Riri dan juga Erin ya, biar rame. Eh mama lupa, biasa kalau hari libur, kalian kan ke butik.mama masih menyambung kalimatnya
"Gak pa pa kok ma, di butik juga ada sari dan anak-anak lain. kebetulan hari ini gak ada pesenan yang ribet, jadi semua masih bisa di hendle sama anak-anak.
"Ok sayang anak mama, sejam lagi mama jemput ya.
"Ok mama ku sayang. Assalamualaikum.
"Waalaikumsalam. Mama indah lalu menutup panggilan telfonnya.
****
Ketiga gadis cantik sudah siap dengan balutan pakaian yang simpel namun terlihat sangat elegan.
Erina dan Riyanti naik di mobil yang berbeda karena setelah dari bandara mereka akan langsung menuju butik.
Tiba di ruang tunggu bandara.
"Setelah Abang kamu nyampe, mama ingin segera ke rumah bunda, mau melamar kamu secara resmi. Mama udah gak sabar mau jadiin kamu anak mama.
"Dari dulu aku kan juga anak mama. Endita berkata sambil bergelayut manja bersandar di bahu mama indah.
"Tapi ma, kan aku masih belum lulus SMA ma. Endita masih melanjutkan kalimatnya.
"Ya kan gak harus nikah sekarang sayang. mama takut kalau gak cepat-cepat nanti kamu di tikung orang. kata Mama indah dengan semangat berapi-api.
"Balapan kali ma, ditikung. Tapi terserah mama deh aku nurut aja. Endita menimpali kalimat mama sambil tersenyum.
"Itu mah bukan terserah mama, En, tapi elu nya juga udah gak sabar pengen dihalalin sama si Arwan. Bang Alfin ikutan menggoda Endita.
"Bener tuh bang, udah gak sabar jadi nyonya Arwan, Erina ikutan ngomong.
"Tapi ma, sebenarnya bukan Abang Arwan yang ketikung orang, tapi Endita yang takut Abang Arwan pindah kelain hati. secara, bang Arwan kan keren, dewasa, mapan, dokter yang pinter, baik, pokoknya paket spesial deh ma. sedangkan si bawel ini, (sambil melirik ke Endita) buruk rupa, Cerewet, pelit, masih bocah ingusan, gak ada keren-keren nya kata Riyanti becanda sambil tertawa bahagia.
Bukan hanya Riyanti yang tertawa ngakak, bang Alfin dan Erina juga ikutan ngakak.
__ADS_1
"Hina aja teroooss... mau potong gaji? Endita melotot memasang wajah garang nya.
"Ampun Bu bos, kalau itu gue gak mau lah kata Riyanti sambil nyengir.
Akhirnya mereka semua tertawa, beginilah keseruan Endita, Riyanti, Erina, bang Alfin serta mama jika bersama.
Mama sangat menyayangi ketiga gadis cantik itu, mereka semua sudah seperti anak-anak nya. Dan bang Alfin juga menganggap ketiga gadis itu sudah seperti adiknya.
Pesawat yang membawa Arwan, Ricko dan Lucy tiba di tanah air. Arwan, Ricko dan Lusy berpisah sesaat setelah masuk di bandara.
Arwan lalu menemui mamanya dan orang-orang yang dirindukannya.
"Mama.. kata Arwan berlari menghampiri sang mama yang sangat dirindukan nya.
Arwan memang sangat dekat dengan mama. Bisa dikatakan dia anak manja dan sangat menyayangi mamanya. Karena hanya mamanya lah orang tua satu-satunya yang Arwan dan Alfin miliki, setelah papanya meninggal, saat usia kedua pria tampan ini masih sangat kecil.
"Anak mama, tambah ganteng aja. mama menyambut anak bungsunya dan langsung membawanya kedalam pelukannya, dan memberi ciuman sayang ke putranya.
Sementara barang bawaan Arwan langsung di bawa oleh si mamang ke mobil.
Setelah melepas rindu sama mama, Arwan menyapa Abang kesayangannya, berpelukan ala pria.
"Kak Jenny dan Manda mana bang kok gak ikutan. tanya Arwan sesaat setelah melepas pelukannya.
"My Queen.. kamu tambah cantik sayang, kangen cicak cantik Abang, mau nemplok punggung Abang gak nih, Arwan melihat gadis pujaannya ada di samping mamanya, sengaja menggoda Endita.
Arwan merentangkan kedua tangannya seolah-olah akan memeluk gadis manis pujaannya itu, tapi kerah bajunya ditarik oleh Bang Alfin.
"Main peluk aja, Halalin dulu anak orang. kata Alfin
"Becanda atuh bang, gak mungkin lah gue peluk-peluk gadis yang belum halal buat gue. Arwan berkata sambil senyum.
"Kalau gitu ayuk My Queen, kita ke KUA, gak sabar nih pengen peluk kamu, kata Arwan sambil meraih tangan Endita.
"Abang, apaan sih, malu tau bang. kata Endita dengan wajah memerah menahan malu, di depan banyak orang Arwan dengan enteng nya berkata demikian.
"Aduh anak mama, sudah gak sabar. jangan ngobrol di sini. pulang dulu, ngobrol di rumah biar lebih seru.
"Siap mama ku sayang. kata mereka semua serentak.
__ADS_1
" kompak banget kalian kata mama sambil terkekeh.
mereka berjalan keparkiran sambil diiringi candaan.
"Jo, Er, apa kabar kalian. tambah manis aja Adek Abang ini? kata Arwan menyapa dua sahabat Endita yang sudah dia anggap sebagai adiknya.
"Alhamdulillah sehat Bang, Riyanti dan Erina berkata bersamaan.
"Alhamdulillah nya lagi, kerjaan dari Bu Bos banyak gaji dikit, kata Riyanti Becanda
"Enak aja lu bilang gaji dikit Jo. beneran gue potong gaji atau sekalian selamanya gue turunin gaji lu. kata Endita.
"Becanda Bu bos. jangan marah-marah, jelek tau, bikin bang Arwan ilfill aja. iya kan bang. kata Riyanti mencari pembelaan.
"Enggak lah Jo, kalau marah gitu malah imut, serasa ingin segera ke KUA. hahaha.
Semua orang hanya geleng-geleng kepala melihat kekonyolan Arwan selalu menggoda Endita.
Arwan yang selalu bersifat dingin layaknya bongkahan es balok, tapi saat berada di tengah keluarganya menjadi hangat, dan penuh candaan.
Di parkiran Erina dan Riyanti mengendarai mobil yang berbeda dengan mama sekeluarga dan Endita. Mereka berdua menuju butik, sedangkan Endita ikut kerumah mama dulu, setelah itu baru Endita nyusul kedua sahabatnya ke butik.
****
Malam hari setelah makan malam, di ruang keluarga di Rumah mama indah.
Ada Mama, Arwan dan bang Alfin. sedangkan Jenny dan Amanda di kamar.
"Ar gimana kalau secepatnya kita kerumah ayah dan bunda melamar Endita secara resmi. mama takut kamu ketikung orang, mama dengar dari Riri dan Erin, di sekolah ada teman Endita yang naksir berat Endita, anak orang kaya, masih SMA tapi udah punya Cafe dimana-mana. Mama takut kalau dia ngelamar Endita duluan. kata mama dengan raut wajah cemas.
"Gak mungkin lah ma, My Queen mau di lamar orang lain. My Queen kan cintanya sama aku.
"Gak ada yang gak mungkin Ar. kata Bang Alfin menimpali mama.
"Iya sih bang, aku juga mau nya secepatnya halalin Queen ma. besok kita ke rumah ayah, satu minggu setelah itu aku mau langsung nikah. Cukup nikah aja, resepsi nanti setelah My Queen lulus. gimana mama dan Abang setuju gak.
"Mama sangat setuju. lebih cepat lebih baik, kita rahasiakan dulu pernikahan kalian. cukup orang terdekat dan pihak KUA saja yang tau kalian nikah.
"Bener Abang setuju.
__ADS_1
"Mama kabari ayah sama bunda dulu ya.
Bersambung...