TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)

TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)
38 Moodbooster


__ADS_3

"Aku antar ya ke sekolah Arwan berkata sambil memeluk Endita dari belakang, saat Endita mencuci tangannya di Wastafel.


"Iya sayang, tapi jangan peluk-peluk dulu dong aku gak bisa bergerak nih, kayak lem aja nempel terus. Endita protes dengan kelakuan suaminya yang selalu mau nempel.


"Habisnya kamu bagaikan magnet yang selalu menarik aku mendekat sih. Kata Arwan sambil menatap istrinya dan mengedipkan sebelah matanya nakal.


"Gombal aja terus. Ayok buruan nanti telat. Sambil meraih tas sekolahnya Endita berkata.


"Gak bakalan telat ini juga masih terlalu pagi my Queen.


"Entar pulang sekolah ke rumah sakit ya, nanti kita pulangnya barengan, aku mau lembur, gak enak kalau pas lembur sendirian tanpa bidadari cantik ku ini. kata Arwan saat mereka sudah di mobil.


"Iya sayang apa sih yang tidak buat mu, muuaahc sambil memonyongkan bibirnya seolah-olah ingin mencium.


"Tapi aku ke butik dulu ya yank. Kata Endita masih melanjutkan kalimatnya.


Arwan mengangguk, "Jangan cuma Monyong aja dong, tempelin sini sini dan sini bibirnya lebih asyik kan kata Arwan sambil menunjuk pipi kiri dan kanan lalu bibirnya.


"Pagi-pagi udah aneh pikirannya, fokus nyetir Abang kesayangan ku. kata Endita sambil mengelus pipi suaminya.


"Pagi-pagi pikiran aneh-aneh sama istri sendiri sendiri gak apa kan? yang gak boleh itu kalau pikirin anehnya sama istri tetangga hehehe kata Arwan sambil terkekeh.


"Kalau Abang tega dan udah gak sayang sama aku silahkan, kalau mau nyari yang lain. Aku nyadar diri bang, aku gak ada apa-apanya dibanding Abang seorang dokter spesialis lulusan luar negeri, Sedangkan aku, hanya gadis yang belum lulus SMA, bener kata dokter Nining kita tidak sepadan.


Kata Endita sambil membuang pandangannya ke samping kiri arah luar jendela. Hingga beberapa bulan menikah, masih ada rasa minder yang selalu Endita rasakan.


Ada rasa sedih di hati Endita dia tidak bisa membayangkan, bagaimana jika Arwan meninggalkannya dengan wanita lain.


"Ngomong apa sih, pagi-pagi sudah ngomong gak jelas.


Arwan menepikan sejenak mobilnya di jalan yang belum terlalu ramai, masih di area kompleks perumahan.


"My Queen... balik sini dong liat Abang, kata Arwan sambil menyentuh pipi istrinya.


"Kamu sangat berarti buat Abang, kamu spesial, apapun yang orang katakan aku gak peduli.


"Justru aku yang harusnya minder jika berdampingan sama kamu sayang, Kamu masih muda, cantik, anak tunggal dari pengusaha kaya raya, diusia yang masih sangat muda kamu sudah sukses, punya butik sendiri. Aku gak ada apa-apanya dibandingkan kamu my Queen. Malahan aku yang takut kamu bakal ninggalin aku saat aku tua nanti. Kata Arwan dengan lembut.


"Banyak pria yang berusaha mendapatkan cinta kamu, tapi akulah pria paling beruntung yang bisa mepersunting kamu, gak mungkin lah aku mau menyia-nyiakan kamu sayang. Udah ah jangan berpikiran macem-macem.

__ADS_1


"Udah ah jangan nangis jelek tau. kata Arwan sambil menyeka pipi istrinya yang basah karena terharu ucapan suaminya.


"Enggak lah sayang, gak mungkin aku bisa ninggalin abang. tapi Abang janji jangan tinggalin aku. Soalnya banyak di rumah sakit yang menggilai Abang. kata Endita.


"Gak akan sayang. Aku sayang banget sama kamu. Love you my Queen.


"Love you too My Prince. Ayuk jalan lagi nanti terlambat.


"Siap Ratu ku sambil mengecup punggung tangan istrinya.


Perlakuan manis Arwan yang membuat cinta Endita semakin bertambah setiap harinya pada sosok yang dulu sangat dia sayangi sebagai Abang nya itu.


"Bener kata orang ya bang, klu cinta itu bagai Bisul, semakin lama semakin membesar. Sama seperti cinta aku ke Abang semakin lama semakin membesar. Sambil menyandarkan kepalanya di bahu Arwan yang mengemudi dalam kecepatan sedang.


"Sudah mulai pinter gombal, siapa sih gadis cantik ini. Jangan gombalin Abang dong neng, Abang udah ada bini. Kata Arwan bercanda.


"Tapi gimana kalau aku lebih cinta sama dokter tampan ini dibanding istri anda pak dokter. Endita juga membalas candaan suaminya.


"Hahaha mereka berdua terkekeh.


Begitulah keseruan Arwan Endita.


"Dah sampai... hati-hati ingat, ingat senyum manis ini hanya untuk dokter Arwan saja. Arwan berkata sambil mencubit dagu runcing istrinya.


"Untuk suami mu... oh, jangan. Hanya untuk dokter Arwan seorang. Beginilah mereka berdua selalu bercanda.


"Baiklah pak dokter, Perkataan mu adalah perintah bagiku. Endita berkata sambil membalikkan badan, ingin keluar dari mobil suaminya.


"Kamu lupa sesuatu ya sayang, kata Arwan kepada istrinya, sambil mengulurkan tangan kanannya.


"Hehe maaf Endita menyambut uluran tangan suaminya lalu mencium punggung tangan suaminya. Arwan lalu mencium kening istrinya.


"Tapi ada yang kurang, aku butuh dicharger kata Arwan.


"Masih kurang ya, kan semalam udah sampai beberapa episode.


"Yang semalam lain dong sayang, itu charger Wajib. Kalau Charger sebagai moodbooster tambahan. kata Arwan sambil menunjuk pipi dan bibirnya.


Endita lalu melakukan apa yang diinginkan suaminya. memberi kecupan hangat di pipi kiri dan kanan lalu mengecup sekilas bibir suaminya, namun kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Arwan, Arwan lalu menahan tengkuk Endita dan meraup rakus bibir manis nan menggoda milik istrinya dengan rakusnya.

__ADS_1


Endita membalas lum*tan demi l*matan yang suaminya berikan. Untungnya kaca mobil Arwan gelap sehingga aksi pengantin baru ini tidak terlihat dari luar, dan di luar pun anak sekolah belum terlalu ramai, karena ini masih sangat pagi.


Endita menepuk bahu suaminya, "Udah ya, ini di jalan, kata Endita saat pagutan keduanya terlepas.


"Berati kalau nanti di ... boleh ya, kata Arwan tersenyum sambil menaik turunkan alisnya.


"Pulang sekolah ke Rumah sakit ya temanin Abang lembur sekalian.... Abang mau itu, menunjuk bagian bawah tubuh istrinya, Sambil mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum genit ke istrinya.


"Masih pagi pikirannya udah Mesum... Kata Endita sambil mencubit lengan suaminya.


"Sama istri sendiri gak apa kan, yang tidak boleh itu kalau pun Kiran mesum sama istri orang.


"Ya ke kantor Abang ya pulang sekolah, Nanti Abang jemput.


"Gak usah di jemput, nanti pulang sekolah, aku ke butik sebentar setelah itu kekantor Abang.


"Aku masuk sekolah dulu ya.


"Assalamualaikum Abang kesayangan ku.


"Waalaikumsalam.. cicak cantik ku.


Turun dari mobil Endita melambaikan tangan dengan memberi senyum termanis buat suaminya.


Tidak jauh dari tempat Endita berdiri, ada sepasang mata yang menyaksikan, dengan hati yang sakit.


"Senyum mu begitu manis kamu berikan untuk pria itu, tatapan matanya mu juga penuh cinta. Kenapa aku tidak bisa mendapatkan itu semua.


Batin Pria itu.


"Hei Dita, Pria itu menyapa sambil menepuk bahu Endita. Sesaat setelah Endita berbalik meninggalkan Arwan yang masih setia melihatnya dari balik kaca mobil mewahnya.


"Hei Ken, Tumben pagi amat, kata Endita membalas sapaan Ken ramah sambil tersenyum. Biar bagaimana pun Endita tetap ramah terhadap Ken, karena Ken adalah sahabatnya sejak kelas 1 SMA.


Arwan yang menyaksikan interaksi antara Endita dan Ken terbakar cemburu. Apalagi Arwan tau jika laki-laki itu yang pernah menyatakan cinta ke Endita.


"Sh*it.... udah aku bilang jangan dekat sama pria itu masih saja dekat, senyum-senyum pula.


kata Arwan marah sambil memukul setir mobilnya.

__ADS_1


"Awas aja nanti terima hukuman, Arwan masih emosi berlalu meninggalkan sekolah Endita.


Bersambung ...


__ADS_2