
"Baiklah... karena kamu ngasih pilihan.. aku pilih... Dia kata Arwan yakin.
Endita lalu bergegas menuju pintu, hatinya sakit, suami yang dia percaya sangat mencintainya ternyata mempunyai wanita lain dan suaminya memilih Dia ... wanita itu.
Saat tangannya memegang gagang pintu, dengan cepat sebuah lengan kekar memeluknya dari belakang.
"Sayang... jangan marah dong, aku jadi gemes liat kamu marah jadi pengen makan kamu Sekang juga nih. kata Arwan.
"Abang sudah pilih Dia.. jangan sentuh aku lagi, kata Endita masih mode terisak.
Sebenarnya hati Arwan sakit melihat istrinya meneteskan air mata karena ulahnya. Tapi ide nge-prank istrinya muncul saat melihat gambar yang di kirim Mila, padahal awalnya dia marah ada yang memfitnahnya.
"Sayang, liat ini foto Simpenan Abang yang dimaksud Mila cantik banget. kata Arwan sambil menunjukkan Ponselnya
Tapi Endita malah memejamkan mata tak ingin melihat. Hatinya sakit, tega sekali suaminya masih memuji-muji wanita itu.
Sebenarnya Endita ingin meronta dan berlari meninggalkan suaminya, tapi dia malu, pasti dia akan menjadi pusat perhatian para petugas kesehatan dan juga pengunjung rumah sakit.
Lebih baik dia diam saja, dan Endita tau kalau suaminya tidak akan mampu jika Endita memasang mode diam.
Karena istrinya masih membeku di depan pintu tanpa mau membuka matanya, Arwan lalu membopong istrinya masuk kedalam kamar pribadinya kedalam ruangan itu.
Arwan menjatuhkan pelan tubuh istrinya lalu Arwan berbaring di samping istrinya posisi miring kearah Endita, dengan satu tangan menopang kepalanya, dan satu kakinya membelit kaki Endita agar tidak kabur.
"Aku mohon, buka mata mu lihat sebentar foto ini, setelah itu kamu bebas mau marah boleh, pukul Abang boleh, hukum Abang tidur di kamar tamu boleh, asal jangan kurangi jatah Abang Mimi Susu ya. Kata Arwan sambil mengelus wajah istrinya lembut.
Perlahan Endita menuruti perintah suaminya membuka matanya perlahan
"Ini kan foto ku tadi di depan ruangan Abang, saat aku berjabat tangan dan Abang mencium keningku.
"Bener-bener ya ini orang, mau buat sensasi menjatuhkan nama baik Dokter Arwan malah salah sasaran batin Endita sambil tersenyum tipis
Namun sesaat kemudian wajah marahnya muncul lagi.
"Sengaja mau buat aku marah, puas sudah buat aku nangis.
"Hukumannya dua hari istirahat gak boleh Mimi susu hangat.
"Maaf jangan dong, kalau aku gak Mimi susu hangat jadi kurang gizi dong, jangan ya my Queen.
"Emang gue pikirin siapa suruh nge-prank aku. Endita senyum sangat tipis sambil membalikkan badannya membelakangi suaminya.
__ADS_1
"Itukan bukan foto perempuan lain, itu foto kamu sama aku tadi, masa masih marah juga, Arwan masih saja mencoba membujuk istrinya.
"Abang beliin tas baru deh...
"Tas udah banyak, di butik numpuk lupa kalau aku punya butik.
"Mobil baru aja kalau gitu... sekarang juga Abang belikan, Arwan masih membujuk istrinya.
"Mobil juga baru bulan lalu di ganti, mubazir kalau beli lagi. Endita menahan tawa
Sebenarnya kasian juga liat suaminya membujuk dengan berbagai cara.
"Aku pijitin deh kalau gitu asal jatah Susu jangan di kurangin.
Arwan mulai bangun dan memijit betis istrinya.
Tangan nakal Arwan terus keatas bukan hanya di betis, Endita sudah pasti menyukai pijitan suaminya, dan suara aneh lolos dari bibirnya.
"Yes berhasil batin Arwan.
"Pijatnya yang bener betis aja jangan kemana-mana.
"Perkataan mu adalah perintah bagiku ratu ku. Kata Arwan menirukan jargon sahabat Endita
"Tapi Jatah Susu hangat gak berkurang kan... sambil terus mamijat, namun sesekali tangan nakal Arwan bergerilya bukan hanya mijit betis, yah lumayanlah untung tipis-tipis batinnya.
"Keputusannya nanti setelah makan malam, kalau nanti jalan-jalan nya mengesankan bisa di pertimbangkan pegurangan masa hukuman.
"Udah ah bang, kelamaan di sini, kasian Jojo sama Erina, siapa tau kak Ricko juga udah datang, ayuk Sambil bangun dari posisi baring tengkurap ya tadi.
"Jadi udah gak marah nih.. tanya Arwan sambil menaik turunkan kedua alisnya dan tersenyum manis sekali saat mereka saling berhadapan
"Hemm padat singkat jawaban Endita
"Makasih sayang, Cup sebuah kecupan singkat Arwan mendarat di bibir merah muda nan manis itu.
"Kita harus usaha lebih giat jodohin Ricko dan Jojo sayang. Arwan masih melanjutkan sambil mencium leher istrinya yang terekspos, sedangkan tangannya sudah bergerilya ke tempat hangat kenyal favorit nya. Tadi sesaat setrlah masuk kamar pribadinya, Arwan membuka jilbab istrinya
"Ah geli geli ih tangan Abang nakal, kata Endita.
"Habis kamu ngegemesin sih....
__ADS_1
Tok tok tok ketukan keras di pintu kamar ruang kerjanya membuat Arwan segera beranjak.
"Bukain woe.. masih sore bro.. entar lagi lanjut di rumah, jadi pergi gak nih? suara Barito Ricko menyadarkan kedua insan yang lagi asyik saling menggoda tersebut.
"Iya iya.. entar bawel..suara Arwan dari balik pintu.
"Abang keluar aja dulu, kasian kelamaan mereka nunggu, aku masang kerudung ku dulu Sambil merapikan pasminanya di depan cermin Endita berkata.
Yang hanya di jawab anggukan dan sebuah kecupan singkat di pipi istrinya
"Bu bos mana Bang? tanya Riyanti karena yang muncul dari balik pintu hanya arwan.
"Masih rapiin kudungnya. jawab Arwan santai sambil menjatuhkan bokongnya di sofa samping Ricko.
Sementara Erina duduk di samping Riyanti dengan terus mengotak-atik ponselnya, mengecek email laporan dari sekertaris nya.
"Lu apain Endita Ampe teriak geli geli bang kata Ricko menirukan gaya perempuan.
"Kepo, mau gue apain aja, bini gue serah gue lah.
"Ngambek dia gara-gara gue prank, lalu Arwan menceritakan kejadian tadi yang membuat ketiganya tertawa.
"Pasti kalian lagi ngegosipin gue kan.. telinga tiba-tiba berdenging, kata Endita sambil mengedarkan pandangannya ke Erina, Ricko, dan Riyanti.
"Tapi gak pa pa kok emang gue kan emang cantik jadi wajar kalau menjadi bahan pembicaraan.
"Malah ada tuh pengagum nya Dokter Arwan Sanjaya yang mulai panas liat gue cipika cipiki sama lelaki impiannya Sambil menekan nada bicaranya melirik ke suaminya.
"Susah emang ya kalau punya suami ganteng, banyak ulat bulu yang kegatelan. Kata Endita panjang lebar.
"Ayuk jadi pergi gak, Arwan memotong pembicaraan istrinya, khawatir Endita ngambek lagi.
"Ayuk... capcus cin.. Riyanti langsung mendahului mereka.
Saat lewat di meja Alexa yang bersiap mau pulang Riyanti si Bar-bar sempat singgah sejenak.
"Tante Eh maaf kakak Suter, Selamat ya foto-foto dokter Arwan dan teman saya yang anda posting di grup cakep bener, aku khawatir kalau istrinya liat gimana ya? Kata Riyanti sambil mengetuk-ngetuk dagunya seolah-olah sedang berfikir keras.
"Kakak suster, saran saya kalau mau bikin gosip lebih hot lagi dong...
Bersambung....
__ADS_1