TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)

TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)
51 Apakah Dia Hamil?


__ADS_3

"Sayang... gimana kalau kita program hamil ?


"Aku sudah gak sabar pengen hamil anak Abang.


"Aku juga sudah lelah dengar omongan orang yang selalu ngatain aku mandul.


kata Endita, sambil berbaring di dada suaminya, usai olah raga panas yang baru saja mereka lakukan malam ini. Tubuh keduanya masih polos hanya ditutupi selimut tebal saja.


"Tapi kalau aku beneran mandul gimana? Lanjut Endita


"Gak usah dengerin omongan orang, walau kita tidak memiliki keturunan, aku tetap sayang dan cinta sama kamu, gak ada yang bisa gantiin kamu dari hati ku.


Arwan berkata lembut, sambil mengusap penuh sayang rambut istrinya.


"Aku mohon sayang, kita besok ke dokter ya promil.


"Atau Abang aja yang periksa aku gimana, kan Abang juga dokter spesialis kandungan. tanya Endita sambil tersenyum.


Endita tau, suaminya tidak akan mampu, jangankan memeriksa kandungan istrinya, saat Endita demam saja, Arwan tidak bisa memberikan obat, Arwan pasti langsung panik, dan membawa Endita kerumah sakit, padahal jika menangani pasien lain Arwan akan sangat pandai dan cekatan, tapi jika itu menyangkut istrinya, semua ilmunya seakan lenyap entah kemana.


"Abang gak berani kalau pasiennya istri kesayangan Abang, padahal Abang dulu punya cita-cita kalau punya istri, hamil dan melahirkan atau saat dia sakit maka akan Abang obati dan rawat sendiri, tapi nyatanya... Abang gak mampu, maafkan suami tampanmu ini ya sayang. sambil mengecup pucuk kepala istrinya.


Endita hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Ke dokter buat program hamilnya bulan depan aja ya sayang... sekalian pas kamu lagi libur semester gimana...?


"Beneran Abang mau? jangan kan bulan depan, dua bulan kedepan juga gak apa bang, yang penting Abang mau, kan sudah sejak tahun lalu aku ngajak Abang tapi Abang gak mau. Makasih suami tampan ku, kata Endita sambil menghujani wajah suaminya dengan ciuman.


"Mau menggoda Abang ya... kata Arwan mengedipkan matanya sambil senyum-senyum pengen.


"Enggak, apaan sih aku lelah... ayuk kita bersih-bersih dulu baru tidur, ngantuk.


****


"Bangun sayang subuh, sana gih mandi baru shalat, Abang mau ke masjid.


Endita hanya menggeliat.


"Bangun dong, kata Arwan sambil mengusap perut bagian bawah istrinya.

__ADS_1


"Ini kok perut bini gue ... apakah dia hamil... walaupun ilmuku tidak pernah aku gunakan tapi aku masih bisa merasakan perut wanita hamil, tapi gue akan rahasiakan dulu, nanti siang gue akan bawa dia kerumah sakit. Semoga saja ini beneran benih gue udah tumbuh, tapi kok udah besar gini ya, perasaan Endita selalu datang bulan, tapi emang sih dua bulan ini datang bulannya hanya sedikit, astaga jangan-jangan...


batin Arwan sambil terus tersenyum mengusap-usap lembut perut istrinya.


"Beberapa hari terakhir ini kan memang Endita suka sering ngantuk, shalat subuh agak susah dibangunin, biasanya dia yang bangunin aku. Atau jangan-jangan.... beneran dia hamil... Alhamdulillah ya Allah... Sebentar harus langsung cek. batin Arwan sambil terus tersenyum bahagia.


Endita yang merasa ada yang terus mengelus lembut perutnya.


"hhhmm Abang kenapa ngelus perut aku sambil senyum-senyum kata Endita menggosok-gosok matanya sambil mengumpulkan nyawanya yang masih berserakan.


"Kamu siap-siap, siang nanti aku jemput, kita ke dokter kandungan. Kata Arwan tanpa menjawab pertanyaan istrinya.


"Katanya bulan depan, kok mau siang ini kata Endita sambil bangun dari tidurnya dan duduk menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.


"Sebentar siang Abang sudah gak sabar, mumpung pekerjaan Abang juga gak banyak. Arwan berkata sambil terus tersenyum bahagia.


"Aku curiga, Abang kok senyum-senyum terus dari tadi?


"udah sana mandi lalu shalat, Abang mau ke masjid.


"Assalamualaikum sambil mengecup lama kening istrinya


Endita bangun, lalu menuju kamar mandi, membersihkan diri lalu melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslimah yang taat.


Setelah selesai shalat, Endita sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk dirinya dan suaminya. Walau ada Bibi, urusan makan untuk suaminya semua Endita yang melakukan.


"Sayang minggir dulu gih nanti masaknya jadi lama kalau Abang nempel kayak perangko gini.


Kata Endita sesaat setelah menjawab salam suaminya yang baru pulang dari masjid shalat subuh berjamaah.


"Kamu makin cantik sih, kayaknya badan kamu makin berisi sayang aku suka liat kamu yang semakin padat dan Seksoy. kata Arwan dia lupa bahwa itu adalah kata-kata terlarang untuk diucapkan di depan seorang wanita.


"Jadi Abang bilang aku gendut gitu, mau nyari yang baru, yang lebih kurus dari pada aku kata Endita sambil mengacungkan spatula yang di pegangnya.


"Abang gak bilang gitu kok sayang, Abang biang kamu hanya semakin berisi saja, ini juga tambah Mon*tok I Like It. kata Arwan sambil meremas manja d*ada istri nya Sambil berlari menuju kamarnya. Sengaja menggoda Endita


Memang akhir-akhir ini Arwan merasa istrinya semakin padat berisi.


"Apakah dia beneran lagi hamil ya... oh senangnya. batin Arwan

__ADS_1


"Abang, awas ya .. tangannya nakal banget ih Endita berkata sambil berteriak


"Tapi kamu suka kan, Kata Arwan sambil berlari menuju kamarnya.


"Iya juga sih, ke jahilan dan kenakalan tangan Bang Arwan selalu bikin aku melayang menembus nirwana batinnya sambil tersenyum malu-malu, membayangkan adegan mantap - mantap yang selalu saja membawa nya Melayang jauh. ah kok jadi mesum begini sih aku pagi-pagi batinnya sambil menggeleng kan kepala.


****


Parkiran kampus.


"Hai girls... Sapa Endita saat melihat Erina dan Riyanti menunggunya di parkiran.


"Yang udah punya suami, seger terus... keseringan di siram sih lu, canda Riyanti.


"En... lu agak gemukan ya? Erina berkata sambil memutar badan Endita. Benar tuh kata si Jojo, terlalu sering di siram sih jadinya subur


"Bener sih kata Erin. Lu semakin berisi


Tapi lu tambah cantik Mak.


"Hahaha Erina dan Riyanti terbahak di atas penderitaan Endita yang pagi ini sudah tiga orang yang bilang kalau dia gemuk


"Elu sama bang Arwan sama aja, bilangin gue gemuk.


"Beneran gendut ya gue Mak, harus diet nih.. Endita semakin panik


"Gak usah diet elu makin cantik kayak gini En kata Riyanti.


"Bener gak Er? Bu Bos makin Seksoy badai dan makin cantik kan?


"Banget... Erina mengacungkan jempolnya.


"Ah kalian bisa aja nyenegin hati gue. tapi tetap gue harus diet.


"Ayuk ah masuk kelas pak dosen gebetan Erina nanti keburu masuk kita bisa di hukum kalau terlambat mereka bertiga berjalan meninggalkan parkiran menuju kelas sambil saling merangkul dan tertawa bersama, ada saja hal konyol yang mereka bicarakan.


Termasuk dosen yang naksir berat sama Erina


"Enak aja pak dosen itu kan udah punya Callon istri dan isinya juga udah gak muda lagi, aku gak mau lah kata Erina sambil merenggut.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2