TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)

TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)
Tamu


__ADS_3

Tanpa terasa kurang lebih 6 tahun berlalu sejak pernikahan Alfin. kini Endita Sudah masuk SMA.


Endita sekolah di Jakarta, mencari sekolah yang lebih baik katanya. Endita ingin mandiri, Dia ingin membuka butik. Endita sangat suka menggambar sejak kecil. Desain Gaun-Gaun cantik sudah banyak dia buat.


Di Jakarta Endita tinggal di Rumah mewah orang tuanya yang memang di beli ayah Tiyo untuk anaknya.


Ayah dan bunda tidak bisa pindah ke Jakarta, karena perkebunan Ayah yang tidak bisa di tinggal. Ayah dan bunda Sering kejakarta, selain mengunjungi putrinya, Ayah memantau hotel dan Sedangkan bunda memantau toko roti miliknya


Mang Ujang dan Istrinya Bi Inah juga ikut menemani Endita di Jakarta. Bukan hanya sepasang suami istri ini yang menemani Endita di Jakarta .


Dua orang sahabat Endita sejak SMP, juga menemani Endita sekolah di Jakarta, bahkan biyaya sekolah kedua sahabatnya pun ayah Tiyo yang menanggungnya.


Riyanti dan Erina nama sahabat Endita, mereka bersahabat sejak masuk SMP.


Riyanti dan Erina keluarga kurang mampu.


Mereka tulus menyayangi Endita, bukan karena Endita anak orang kaya, tapi karena Endita memang baik dan pribadi yang menyenangkan.


Sedangkan Arwan sudah mempunyai Rumah sakit di kota. Dan sudah pindah tugas kerumah sakit yang ia bangun dengan uang tabungannya.


Radha dan Briyan juga tugas di rumah sakit milik Arwan mereka menjadi orang kepercayaan Arwan.


Saat Alfin menikah Radha dan suami tidak bisa. hadir karena Radha sakit akibat ngidam, hingga harus 'opname' dan harus 'bed rest'.


****


Jakarta


Akhir pekan di rumah Endita


Tok tok..mengetuk kamar Endita


"En... ada yang nyariin tuh. Riyanti berteriak sambil mengetuk pintu kamarnya.


"Siapa? Endita keluar kamar dengan malas.


"Tau.. liat aja sendiri, sambil tersenyum.


"Apaan sih pagi-pagi berisik, ini hari libur belum juga jam 6 Jo, masih ngantuk tau.


Endita keluar kamarnya sambil masih memeluk bonekanya, sambil mengucek matanya, nyawanya juga belum terkumpul semua.


Kebiasaan ketiga gadis cantik itu, kalau hari libur, setelah shalat subuh pasti bobok syantik tapi kadang-kadang juga lari pagi mengelilingi taman komplek perumahan tapi itu sangat jarang..


Jojo adalah panggilan sayang Endita cs ke Riyanti, kenapa Riyanti di panggil Jojo , karena Riyanti agak tomboy dan dia paling Bar-bar di antara ketiganya.


"Jo, elu kok gak tidur lagi, biasa nya juga Elu yang paling kuat tidur kalau pas libur.


"Tadi gue kebangun, gara- gara HP gue bunyi mulu berisik. ternyata ada tamu nyariin elu En. Kata Riyanti kesal karena tidurnya terganggu.


Flash back on.

__ADS_1


Bret Bret.. getar ponsel Riyanti dengan suara musik yang lantang berbunyi.


"Siapa sih ganggu bobok syantik gue aja. mengangkat telfon tanpa membuka mata.


"Jojo, ini gue Bang Arwan. bangunin Endita dong, gue di ruang tamu, tapi lu jangan bilang kalau gue di sini, mau buat kejutan.


"Abang, pagi- pagi sudah ganggu orang tidur. kenapa bukan Erina saja sih bang yang Abang bangunin. Atau mang Ujang atau bi inah aja yang Abang suruh buat bangunin En, eh tapi kenapa Abang kagak langsung aja nelfon Endita? Riyanti memberondong Arwan dengan banyak pertanyaan.


" Tadi udah nelfon Erina tapi gak di angkat, mang Ujang dan Bi Inah, buru-buru mau kepasar. Kalau langsung nelfon Endita ya bukan kejutan namanya.


"Sebel... sambil mengacak acak rambutnya


" Berisik lu Jo. cepetan, mau uang jajan tambahan gak?


"Kalau itu mau banget bang, kalau ada uang jajan tambahan mata gue langsung On bang.


Dengan langkah seribu menuju kamar Endita di sebelah kamarnya.


Flash back of


"Endita cepetan, ditungguin tuh sama tamunya.


"Tamu siapa sih Jo. Suruh aja pulang masih pagi juga sudah bertamu.


"Tamu gak di undang buang kelaut aja Jo. sambil menutup mulutnya, menguap


"Gue masih ngantuk Jo.


"Jo tamunya di suruh pulang aja, aku mau bobok lagi. Endita ngomel udah kayak kaset kusut, sekusut penampilannya yang masih muka bantal. tapi walau demikian kecantikannya tetap terlihat.


"Bawel banget kayak emak-emak nagih kontrakan. sana gih, temui dulu, kasian dah lama banget nunggunya. Riyanti berkata Sambil menarik lengan Endita.


Dengan wajah kusut dan masih mengenakan piyama tidur, sambil memeluk boneka kesayangannya si Mickey yang bau iler. Endita mengikuti langkah Riyanti menuju ruang tamu.


Tapi walau wajah masih muka bantal, tanpa riasan make up, Endita tetaplah cantik.


"Siapa sih kurang kerjaan banget, pagi-pagi sudah gangguin tuan putri yang lagi tidur. Awas aja, gue bejek-bejek, gue patahin tangannya, gue sumpahin mules, kalau dia masih jomblo gue sumpahin kagak laku biar jadi jomblo seumur hidup, mampus -mampus dah lu. Sambil berjalan dengan tangan yang masih diseret Riyanti, Endita terus mengeluarkan sumpah serapahnya.


Tiba-tiba sebuah sura di ruang keluarga mengagetkan Endita.


"Beneran nih, tamunya mau dibejek-bejek, dipatahin tangannya, disumpahin mules, dan jadi jomblo seumur hidup.


"Kejam amat jadi cewek. kata Arwan yang sudah duduk manis di ruang keluarga.


Endita mendengar suara yang familiar di telinganya. Tapi bagaiman mungkin, suara itu ada di sini, atau karena dia sangat merindukan Abang kesayangannya jadi halu mendengar suara Abang kesayangan nya.


Endita mengarahkan pandangan ke arah sumber suara, masih bengong.


Lalu..


"ABAANGGG... Serasa Endita mau melompat masuk ke pelukan Abang kesayangannya seperti biasa saat dia masih kecil dulu, tapi dia urungkan, karena Endita tau, dia sudah bukan gadis kecil lagi yang bisa nemplok manis di punggung atau pun di pelukan Abangnya. Endita dan Arwan mulai menjaga kontak fisik.

__ADS_1


"Abang kok gak bilang mau kesini. wajah yang tadi kusut, mata yang sedikit terpejam, Kini berubah, di wajahnya tampak senyuman, matanya berbinar.


Walau sama-sama di Jakarta tapi mereka jarang berjumpa karena masing- masing mempunyai kesibukan


Bukan hanya Endita yang tersenyum manis, wajah Arwan juga sangat bahagia memandang gadis yang semakin cantik saja setelah dewasa.


"Deg..deg.. kenapa tiba-tiba jantung ku berdebar ya, perasaan apa ini, liat Endita tersenyum manis bisa buat jantungku berdebar tak menentu.


"Padahal ini bukan pertama kalinya aku melihat senyum manisnya. apa karena sekarang dia sudah dewasa akh..


"Atau aku mulai jatuh cinta, ah entahlah. batin Arwan.


Sampai hari ini Arwan belum pernah punya pacar. karena Arwan hanya ingin memberikan hati dan cintanya untuk kekasih halalnya. bukan hanya sekedar pacar.


"Bang Abang... Endita membuyarkan lamunan Arwan.


"Eh iya .. sini My Queen


Arwan menepuk sofa di sampingnya meminta agar Endita duduk di sampingnya.


Endita menuju melangkah menuju sofa samping Arwan.


Riyanti yang sudah berhasil mengajak Endita bertemu dengan Arwan lalu pamit.


"Karena aku udah pertemukan Abang dengan Mak lampir ini. aku permisi dulu mau lanjut bobok. kata Riyanti meninggalkan Endita dan Arwan.


"Makasih ya Jo, Arwan berkata tulus.


Sudah lebih dari 3 bulan Arwan dan Endita jarang berkomunikasi, Arwan sibuk dengan tugasnya. Endita sibuk dengan sekolah Barunya.


" My Queen Abang mau ngomong.


"Ngomong aja kali bang, datar amat kayak penggaris. Biasanya juga nyerocos kagak pake izin dulu.


"Ni anak gak tau apa gue deg-degan. batinnya.


"Kita ngomongnya sambil nyari sarapan aja ya.


"Sana gih, siap-siap ganti baju, cuci muka, itu ilernya masih nangkring, sekalian ajakin Riyanti dan Erina.


"Biar ileran dan acak-acakan aku tetap cantik kan bang.


"Iya cantik banget malah. Arwan hanya berani berkata dalam hati.


"Tungguin bang, 15 menit kami siap.


Bersambung...


Apakah yang akan Arwan katakan ke Endita ?


Jempol kalian sudah buat Aku bahagia... terimakasih

__ADS_1


__ADS_2