
House of Queen
Bos preman dan kedua temannya yang dulu pernah mengganggu Riyanti dan Erina kini menjadi scurity di House of Queen.
Dua orang di House of Queen Pusat yang satu nya lagi di House of Queen Cabang.
Mereka bertiga adalah karyawan yang jujur, sopan, loyal. Berbeda sekali saat masih jadi preman.
"Assalamualaikum salam ketiga atasan House of Queen (Endita, Riyanti dan Erina) memasuki Butik.
"Waalaikumsalam... Jawab para karyawannya
"Gimana kang, aman ? Saat Endita berpapasan dengan Kang Saipul yang dulu jadi Bos preman.
"Alhamdulillah Bu Bos Aman. Jawab kang Saipul sambil tersenyum.
Semua karyawan dan pimpinan di House of Queen sangat akrab layaknya satu keluarga, Endita tidak pernah memasang jarak antara dirinya dan karyawannya . Kerja di butik House of Queen santai tapi serius, disiplin, dan kejujuran di junjung tinggi di sini.
Saat waktu shalat tiba, maka semua aktivitas di hentikan, dan semua melaksanakan shalat. itu sudah menjadi peraturan dan juga sudah tertulis di depan pintu Butik. 'Istirahat saat waktu shalat'. Semua pelanggan di House of Queen juga sudah memahami, dan justru sangat memberi apresiasi kepada pimpinan Butik yang sudah menerapkan aturan tersebut
Diusia yang baru menginjak 18 tahun, sudah memiliki dua butik besar di kota Jakarta. Butik ketiga sementara persiapan untuk launching. yang desain dan produksinya di kerjakan sendiri di kantor pusat Butik House of Queen.
Walau demikian Endita tidak pernah menyombongkan diri, bahkan Endita selalu saja menyembunyikan jati dirinya sebagai pemilik Butik tersebut. Banyak pelanggan yang tau bahwa Endita hanya sebagai desainer di House of Queen.
"Mbak Endita, Seorang Karyawan House of Queen, Sari namanya memanggil Endita.
"Kenapa Sari, kata Endita pada karyawannya, Sari seumuran dengan Endita, awalnya sari adalah anak jalanan yang putus sekolah, lalu Endita merekrutnya untuk jadi karyawan dan menyekolahkan Sari. Jadwal Sari masuk kerja saat pulang sekolah.
"Anu, kemarin waktu Bu bos gak masuk, ada yang mau pesan gaun pengantin, tapi si pelanggan maunya ketemu langsung dengan desainer nya supaya bisa ngobrol masalah desain lebih klop gitu katanya.
"Dia juga bilang, mau ketemu langsung dengan owner House of Queen, tapi aku bilang ke dia (pelanggan yang mau pesan gaun), "kalau ketemu desainernya bisa, tapi kalau owner nya saya harus konfirmasi ke beliau dulu. gitu Bu bos kata Sari sambil mempraktekkan cara dia ngomong ke pelanggan butik.
"Atur aja, hari ini aku bisa ketemuan sama dia, tapi hanya sebagai desainer, bukan sebagai Owner. Belum waktunya aku muncul sebagai Owner House of Queen.
__ADS_1
"Kenapa Mbak Endita kok nyembunyiin status mbak En yang masih muda sudah sukses punya dua butik besar. Menampung anak jalanan dan ada mantan preman, sambil terkekeh. Padahal itu keren lho mbak.
"Ditambah lagi, mbak Endita anak tunggal konglomerat wow.. kata Sari memberi dua jempol ke Bos besarnya itu
"Kamu ada-ada saja Sari, Endita berkata sambil geleng-geleng kepala. Aku gak mau kalau sekarang orang tau bahwa aku pemilik House of Queen, Teman-teman di sekolah jauhin aku, atau malah ada yang mau temenan sama aku hanya gara-gara aku anak orang kaya dan pemilik butik yang sekarang lagi naik daun ini Sari.
"Betul juga sih mbak Endita. sambil ngangguk-ngangguk
"Ok Sari sekarang kamu telfon atur waktu sama klien itu, aku keruangan ku dulu. Endita lalu beranjak meninggalkan saru dan masuk keruangan kerjanya yang nyaman.
Ruangan luas berada di lantai tiga, ada kamar pribadi di dalamnya sebagai tempat istirahat, dan shalat. Dan tidak ketinggalan, di kamar yang luas itu, penuh dengan pernak-pernik tokoh kartun kesayangannya Mickey Mouse, mulai dari wallpaper dinding, Jam dinding, seprei, Boneka Mickey jumbo dan masih banyak lagi. Hingga dewasa Endita masih sangat menyukai Tokoh kartun Tikus yang satu ini.
Endita melangkah ke kursi kebesaran nya membuka laptop dan memeriksa beberapa rancangan gaun pengantin yang dia buat.
Berhenti di salah satu gaun pengantin mewah yang indah, warna Baby peace lembut. Warna kesukaan Endita. Endita merancang gaun itu khusus untuk pernikahan nya kelak bersama Abang kesayangan nya.
Endita hanya tersenyum membayangkan pernikahan impiannya, bersama orang yang dia cintai.
Kring.. Kring.. telefon di mejanya berbunyi.
"Waalaikumsalam Sar, ada apa jawab Endita.
"Kliennya mau ketemuan sekalian makan siang di Cafe dekat butik mbak En, gimana?
"Sip, Setelah Shalat Dzuhur aku kesana. Kamu temani saya.
"Baik Bu Bos. Sari lalu menutup telfonnya.
***
Endita, Riyanti, dan Erina benar-benar team yang solid dan kompak, di bawah kepemimpinan mereka House of Queen berkembang pesat. Erina dan Riyanti bekerja sangat loyal, ini sebagai rasa terima kasih mereka ke keluarga Endita.
Dan pastinya Endita memberi gaji kepada para karyawannya tidak sedikit, terlebih pada kedua sahabat sejatinya Riyanti dan Endita. Dari gaji yang Mereka peroleh, Riyanti dan Erina, bisa mengirim uang ke orangtuanya hingga orangtuanya bisa merenovasi Rumah.
__ADS_1
Riyanti sebagai penanggung jawab di House of Queen 2. Sedangkan Erina akan menjadi Penggung jawab di House of Queen 3. Yang akan launching Dalam waktu dekat ini, buka di salah satu Mall terbesar di Ibukota.
Di ruangan Erina tiba-tiba muncul Riyanti tanpa mengetuk pintu. Di House of Queen pusat Erina dan Endita juga mempunyai ruangan khusus. Disini mereka menjadi penanggung jawab produksi dan pemasaran. Semua produksi untuk House of Queen Di lakukan di House of Queen Pusat, tempat produksi ada di lantai Dua.
"Astaghfirullah, ngagetin aja lu Jo, masuk ruangan orang itu, ucap salam dulu, gak langsung nyelonong aja. Erina berkata sambil mengusap dadanya kaget.
karena tadi Erina fokus menatap laptop di depannya mengecek bagaimana produksi untuk semua butik.
House of Queen bukan hanya menyediakan gaun pengantin tapi semua keperluan muslimah ada di sini. Mulai pakaian, Hijab, aksesoris dan lain sebagainya.
"Maaf-maaf, Assalamualaikum. Riyanti lalu mengucap salam
"Waalaikumsalam, jawab Erina.
"Ngapain lu kaget amat, lagi liat hal aneh-aneh nih anak kayaknya. Riyanti menembak-nebak.
"Ngeres amat itu otak lu, beli deterjen yang banyak lalu cuci biar gak ngeres Jo.
"Gue lagi ngecek produksi. Nah elu, dijam kerja gini masih aja keluyuran keruangan gue, makan gaji buta lu. Serang Erina.
"Gue tadi dari pantry, buat teh hangat.
"Bu Bos kita keren ya, masih muda sudah sukses dengan usahanya sendiri, di sekolah juga nilainya selalu paling baik di kelas, padahal orang tuanya kan tajir melintir, bisa aja kan dia ongkang-ongkang kaki tinggal minta, tanpa harus susah-susah buat Butik. Riyanti ngomong panjang lebar.
"Nah itu karena Sahabat kita itu orangnya rajin. Dan selalu mau bantu orang susah kayak kita dan karyawan yang lain. Erina ikutan ngomong.
"Apalagi kalau udah nikah sama Bang Arwan nanti, ya ampun kolaborasi yang sempurna, Endita Cantik, tajir, pinter. Bang Arwan Ganteng, pinter, tajir. Semoga kita
"Gue seneng banget, bisa temenan sama Endita dan bang Arwan yang baik banget. Riyanti masih menyambung ucapannya.
"Bener gue juga seneng banget,
udah sana balik ruangan lu, kerja, Endita gaji kita bukan untuk ngerumpi. Erina berkata sambil mengibaskan tangannya mengusir Riyanti.
__ADS_1
Bersambung....