
Sekitar jam 15:00 Suasa di halaman sekolah ramai, para pelajar putih abu abu itu berhamburan keluar dari kelas.
begitu juga dengan Endita CS mulai meninggalkan kelas.
Saat keluar kelas, Endita sudah buru-buru ingin menemui suaminya di rumah sakit, langkah lebarnya di ikuti oleh kedua sahabatnya, Erina dan Riyanti.
Namun langkahnya terhenti karena ada seseorang yang memenaggilnya.
"Dita tungguin, Ken menyusul dari belakang.
"Apaan sih, gue buru-buru nih mau ke rumah sakit, Endita menghentikan langkahnya sejenak.
"Emang siapa yang sakit? Ken penasaran.
"Mampus gue keceplosan. batin Endita, tapi gak pa-pa lah.
"Mau nemuin Abang gue, mau bawain dia buah.
"Lu kan gak punya Abang, Tunangan lu maksudnya? Ken yang kepo mengorek keterangan.
"Iya, kepo amat sih lu Ken. udah ya gue buru-buru. ayok Jo, Er anterin gue. Erina menarik kedua tangan sahabatnya yang berdiri di sampingnya.
"Entar dulu gue mau ngomong. 5 menit aja.
"Apa an sih ni anak, gue buru-buru, besok aja ya. Endita mulai kesal.
"Minta waktunya bentar aja. Ken membujuk Endita sambil menangkup kan kedua tangannya di dada
"Iya iya gak lebih dari 5 menit. Kata Endita sewot.
"Gue tungguin di mobil ya En, Erina berkata sambil berlalu. Endita hanya mengacungkan jempolnya
"Dita, sebenarnya sejak lama gue mau ngomong, tapi baru berani sekarang, walau mungkin ini udah terlambat, tapi gak ada yang terlambat, sebelum janur kuning Ning melengkung, masih ada aja kan kesempatan buat gue nyatain, kalau gue cinta sama elu, gue siap nikahin elu, setelah kita tamat, gue udah punya usaha sendiri, yang bisa ngidupin lu dan anak kita kelak. kata Ken panjang lebar, sudah tak bis menahan gejolak di dadanya.
"Dari dulu gue udah selalu perhatian sama lu, itu karena gue cinta sama lu Dita. cinta banget.
"Maaf Ken, selama ini aku nganggap kamu temen baik aku, tidak lebih, dan kini aku udah... tunangan, sambil menunjuk jari manisnya yang bersemayam indah cincin berlian cantik dari Arwan.
"Tapi kan masih tunangan belum nikah, orang nikah aja masih bisa pisah apalagi hanya tunangan. kali aja lu mau ninggalin dia untuk gue, gue yakin, gue lebih kaya dari dia, lebih ganteng, dan lebih muda, banyak perempuan yang mau sama gue, tapi gue maunya sama lu Dita.
"Apa yang lu harapin dari dari pria tua itu Dita. Ken berkata sambil mencengkram lengan Endita kuat. Namun karena kemampuan bela diri Endita gak bisa di ragukan, dengan mudahnya Endita bisa melepaskan nya.
"Ken, lu memang lebih kaya dari dia, lebih muda dari dia, tapi gue gak pernah nilai seseorang dari kekayaannya, lu bilang banyak perempuan yang mau sama lu, tapi itu bukan gue. Gue cinta sama dia, sangat! Satu lagi Ken, di mata gue, lu tidak lebih gagah dari dia. Endita menjeda kalimatnya, mengatur nafas karena emosi.
"Jadi gue mohon, Jauhi gue. gue juga gak mau gara-gara lu dekati gue pacar lu si Liana itu, marahin gue.
__ADS_1
"Tapi Dita, gue gak pacaran sama Liana. Ken membela diri.
"Ken terserah lu pacaran atau tidak gak ada urusannya sama gue.
"Gue salah gue kira lu tulus temenan sama gue, baik sama gue dan kedua sahabat gue, ternyata itu semua salah.
"Terimakasih untuk semua kebaikan lu selama ini. Maaf kalau gue gak bisa Nerima lu jadi kekasih gue. Kita hanya bisa jadi teman, gak lebih!
"Assalamualaikum. Endita mengakhiri kalimatnya sambil berlalu meninggalkan Ken yang kesal.
"Awas lu Endita, gue akan dapetin lu. kalau gue gak bisa dapetin lu, orang lain juga tidak boleh.
****
Di mobil bersama Erina dan Riyanti.
Bret Bret ponsel Endita berdering.
"Assalamualaikum... My Queen istriku sayang, sapa dari seberang sana
"Waalaikumsalam... My prince sayang.
"Tunggu di situ, abang jemput, suara dari seberang sana, bener-bener nyes adem banget hati Arwan mendengar suara merdu wanita yang sangat dia cintai itu.
"Kalau gitu Abang tunggu di bawah ya.
"Gak usah lah sayang, Ruangan Abang di lantai 5 kan? Nanti sampe lantai 5 tinggal tinggal tanya scurity atau resepsionis gampang kan.
"Tunggu aja aku di ruangan Abang ya sayang, love you. kata Endita manja
" Ok deh, suaranya jangan manja gitu dong, bikin aku pingin aja. kata Arwan mulai nakal.
"Mulai nakal ya. Awas lho aku gigit nanti goda Endita
"Nakal sama istri sendiri boleh dong, kalau nakal sama istri tetangga yang gak boleh sayang. Mau dong di gigit. ok sayang ku tunggu ya love you my Queen.
"Assalamualaikum... arwan mengucap salam
"Waalaikumsalam... jawab Endita lalu menutup panggilannya.
"Cie yang mau gigit gigitan, nasib-nasib jomblo. Jojo sambil nyetir berceloteh.
"Sirik aja lu. kata Endita buruan setelah ini nikah biar tau rasanya enaknya pacaran setelah pernikahan.
"Nikah Ama tiang listrik? calon aja gak ada, Kata Erina tertawa, Endita dan Riyanti pun ikut tertawa.
__ADS_1
"Kita ganti topik ya, Riyanti kepo, Lu tadi ngapain sama Ken lama amat.
"Au ah sebel. Endita malas menceritakan hal yang tidak penting
"Cerita lah En kan penasaran, kata Erina ikutan kepo.
"Lu bisa penasaran Er, lu kan orangnya paling males tau urusan orang. Riyanti langsung nyerocos kaget temannya yang pendiam ternyata juga kepo
" Urusan Bu Bos urusan kita juga kali Jojo kata Erina sambil noyor kepala Riyanti dari belakang.
"Cerita ya En kata Erina.
"Karena lu Er yang mau tau gue cerita, kata Endita sambil memiringkan tubuhnya agak bisa melihat ke arah Erina dan Riyanti. Endita duduk di depan di samping Riyanti, sedangkan Erina duduk di belakang tepat di belakang Riyanti yang sedang memegang kemudi.
Endita menceritakan semuanya yang Ken ucapkan. yang bikin Endita kesal karena Ken sudah merendahkan Arwan.
Erina dan Riyanti juga ikutan kesal.
"Tenang aja Bu bos, kita akan jagain lu dari Ken. Riyanti yang paling emosi saat mendengar cerita Endita.
"Dari dulu gue udah bilang, dia naksir lu, tapi lu gak percaya sih. Erina ikutan ngomong.
"Ya kan gue kira dia tulus temenan sama gadis miskin kaya kita hehehe kata Endita sambil terkekeh.
"Mereka gak tau saja siapa lu Endita Queenshe Bramantyo. anak tunggal, pewaris tunggal Queenshe Grup. Pemilik House of Queen. Riyanti berkata sambil tersenyum lebar
"Bisa mati berdiri mereka kalau lu sebenarnya tajir melintir En, Erina ikutan bicara sambil geleng-geleng kepala gak habis pikir dengan orang-orang di sekolah nya yang kekayaannya belum seberapa jika di bandingkan dengan Endita gadis cantik sahabatnya itu, yang walaupun dia tajir melintir tapi tidak pernah menyombongkan kekayaanya.
"Nah sudah sampai, selamat bersenang-senang ya my Queen bupati kita ponakan yang banyak... kata Erina sambil mengedipkan matanya.
"Apa si lu mesum aja pikiran lu. Endita berkata sambil menjitak dahi Erina.
Erina hanya meringis mengusap dahinya yang kena jitak.
"Da, hati hati kalian.... Endita melambaikan tangan.
Sebelum pergi, Riyanti dan Erina sempat berdebat
"Eh lu Er, maju depan enak aja lu di belakang emangnya gue supir lu. kata Riyanti.
"Ogah, emang lu supir gue.. kata Erina sengaja menggoda
"Mau maju atau gue beri juga lu kata Riyanti mengepalkan tangannya.
Erina pun maju ke kursi depan. Lalu Riyanti tancap gas meninggalkan parkiran rumah sakit
__ADS_1