TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)

TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)
Tonjok Saja Hatiku


__ADS_3

Saat Riyanti dan Erina lengah, Tiba-tiba bos preman tadi mengeluarkan senjata tajam, sebuah pisau lipat kecil dari dalam saku celananya.


Mengarahkan pisau itu ke Riyanti


Dan... Akh sebuah jeritan terdengar... dan tumbang


Bos preman yang tadi ditendang bagian bawah tubuhnya oleh Riyanti meringis kesakitan. Merasa kesal telah dipermalukan oleh seorang gadis bos preman itu mengeluarkan senjata tajam dari dalam saku celananya. sebuah pisau lipat kecil yang m miliki ujung runcing, siap merobek kulit putih mulus Riyanti.


Arwan yang melihat kejadian itu, langsung bergerak cepat mengayunkan tendangannya kearah tangan bos preman tersebut. Sesaat sebelum ujung benda tajam itu mengenai ku tubuh Riyanti yang saat itu melawan preman yang lain.


Dan...


Bugh Akh.. suara teriakan preman yang tumbang karena tendangan keras Arwan.


Bos preman itu bangkit lagi dan berusaha menyerang Arwan. Namun dengan sigap Arwan berhasil menghindari serangan Bos preman itu. dan lagi-lagi. sebuah pukulan keras tepat mengenai wajahnya dan mengeluarkan darah segar dari hidungnya dan sudut bibirnya.


Pertarungan sengit pun terjadi, walau dapat dilihat, bahwa pertarungan ini tidak seimbang, karena bos preman itu terdesak oleh serangan-serangan Arwan.


Arwan mengayunkan kembali bogem mentah nya kearah bos preman tersebut, dan Bugh.. akh.. teriak bos preman itu. Arwan lalu menghentikan serangannya, melihat lawannya sudah tak berkutik.


"Masih mau nambah?? kata Arwan mengepalkan tangannya mengarah ke wajah bos preman itu.


"Ampun Bos, Ampun, sambil mengusap darah yang keluar dari hidungnya sudut bibirnya.


"Badan kekar, umur masih muda, kerja sana, jangan malakin orang aja kerja lu. kata Arwan sambil mencengkram kerah baju bos preman itu dan masih memasang tinjunya di depan wajah bos preman itu.


"Iya bos.. iya... Ampun


"Saya gak tau mau kerja apa bos. gak punya keahlian masih menyambung ucapannya.


"Beneran mau kerja? Jadi cleaning servis atau scurity mau. Endita muncul di samping Arwan


"Mau bos, mau, apa aja, saya beneran sudah kapok. sambil memegang wajahnya yang sakit.


Kedua preman yang lain juga sudah tumbang, menghadapi Riyanti dan Endita.


"Kalau urusan kalian sama yang berwajib sudah kelar, datang ke alamat ......


Endita menyebutkan alamat butiknya yang proses pengerjaan nya sementara berjalan.


"Beneran orang kayak gini mau kamu rekrut jadi karyawan di butik mu? tanya Arwan heran


"Iya bang, kita harus membantunya kembali kejalan yang benar Bang.


"Kalau berani macam-macam tinggal aku beri ini kata Endita mengepalkan tangannya kearah wajah bos preman itu.


"Ya udah kalau itu memang keputusan kamu. tapi hati-hati ya. kalau dia macam-macam jangan beri ampun.


"Enggak bos gak bakalan berani. bos preman itu menangkup kan kedua tangannya didepan dada.


Endita melihat ada kejujuran di sana, dari tatapan mata preman itu.


Saat kejadian tadi, ada pengunjung taman yang menelfon polisi.


Setelah Ketiga preman itu berhasil dilumpuhkan, Polisi datang.


Polisi sempat berbincang dengan Arwan dan beberapa pengunjung tepat itu meminta keterangan. Setelah itu lalu membawa ketiga preman pergi.

__ADS_1


"Huft... Hampir saja, terimakasih bang, untung Bang Arwan segera datang membantu. kata Riyanti sambil mengelus dadanya.


"Sama-Sama, sana gih duduk, sambil matanya melihat kearah bangku taman yang tadi dia duduki bersama Endita.


Mereka pun duduk di bangku itu melepas lelah.


Walau kekuatan preman tadi belum seberapa, tapi tetap saja menguras tenaga.


Karena memang sejak mereka SMA, mereka bertiga jarang berlatih, sehingga membuat otot-ototnya kaku.


"Mulai sekarang, kalau akhir pekan jangan molor Mulu, kita latihan kalau kayak tadi kan bahaya kata Endita.


"Siap Bu Bos kata Erina dan Riyanti bersamaan lalu tertawa bersama.


"Elu janjian yak, kok bisa samaan?


"Kitakan sahabat sejati sambil ketiga nya berangkulan.


Sementara, ketiga gadis itu istirahat di bangku taman, Arwan bergegas membeli Air mineral.


"Ada apa nih, bahagia amat


Berhenti sejenak sambil mengeluarkan air mineral dari kantong pelastik, lalu Arwan menyambung kalimatnya


"Nih minum... menyodorkan botol air mineral ke Riyanti dan Erina.


Masih ada satu botol di tanganya.


"Minum Queen... menyodorkan botol yang satunya.


Mengambilnya dan meminumnya beberapa tegukan.


"Bukan salah hitung jumlah Abang ku sayang, emang Abang aja yang pelit, wlek sambil menjulurkan lidahnya


Arwan lalu duduk di samping Endita menyambar air mineral yang masih tersisa banyak dari tangan Endita lalu meneguk air putih yang ada di tanganya.


"Bismillah... glek.. glek..


"Abang itu kan air punya aku. sudah bekas iler ku bang. kata Endita sambil memukul lengan Abang nya


"Dasar pelit gak mau beli lagi.


"Minum dari botol yang sama dengan mu lebih asyik My Queen... katanya sambil tersenyum.


"Astaga... bang Arwan, Endita, kalau sehari saja gak berdebat emangnya bisa bikin sariawan kah? Riyanti berkata sambil menggeleng kan kepalanya.


"Bener Jo, setiap ketemu berdebat, di telfon berdebat, tapi kalau gak ketemu saling rindu. awas aja entar jodoh lu En, Erina ikutan ngomong


"Jodoh sama bang Arwan... hahaha ya gak mungkin lah, ini kan Abang kesayangan gue, dan lagi nih ya kan bang. meminta persetujuan Arwan.


"Kalau jodoh juga gak apa kali En kata Arwan..


"ABANG... Endita berteriak sambil mencubit lengan Arwan, wajahnya memerah tampak malu-malu.


"Cie cie ada yang main cubit-cubitan nih.. Riyanti mulai menggoda sahabatnya.


"Kenapa aku jadi sebahagia ini ya... melihat perubahan dan ekspresi wajah malu-malu Cicak cantikku. apakah dia juga memiliki perasaan yang sama dengan ku.

__ADS_1


"Ya elah, elu Jo ,cuman nyubit doang mah udah sering, nonjok aja yang belum... sambil menaikkan jari telunjuk dan jari tengahnya membuat bentuk V sambil nyengir kearah Arwan.


"Jadi pengen nonjok ni Queen...


"Mau nonjok hati Abang aja boleh gak.. Endita tertawa terbahak-bahak sambil memberi tinjuan kecil ke lengan abangnya.


Endita tidak mengetahui bahwa candaannya membuat jantung Arwan berdebar tak menentu.


"Hatiku siap atuh Queen, ditonjok hati kamu.


Kata Arwan sambil mengelus lengannya yang tadi ditonjok manja oleh gadis manis disampingnya.


Tentunya kata-kata Arwan hanya dianggap candaan oleh Endita. Tapi tidak bagi Arwan


Erina yang duduk di samping Riyanti mulai bisik-bisik.


"Jo kayaknya bang Arwan suka tuh sama si En.


"Ngegibah aja kerjaan lu Er, mana ada, bang Arwan keren, dewasa, mapan.


Riyanti berfikir sejenak lalu melanjutkan kalimatnya.


"Ralat... kalau keren dan mapan Endita juga keren dan mapan, cuma Endita masih bocah kali Er.


"Ya kali bang Arwan siap nunggu sampe Endita kelar sekolah nya. Erina masih kekeh dengan pendapatnya.


"Serah, tapi semoga aja mereka berjodoh.


"Aamiin... mereka berdua bersamaan mengaminkan


Endita dan Arwan yang mendengar Kata Aamiin dari kedua sahabatnya heran.


"Apa yang lu Aminin. Endita penasaran


"KEPO.. kata mereka kompak.


Endita hanya merengut mendapat jawaban yang tidak jelas dari kedua sahabatnya.


"Eh hampir lupa Bang, tadi pas di rumah Abang katanya ngajak nyari sarapan sekalian mau ngomong. Mau ngomong apaan? ayo ngomong bang gak sabar. sambil menggoyangkan lengan abangnya.


"Mau tau aja apa mau tau banget?? Arwan sengaja membuat Endita penasaran.


" Mau tau banget.. sambar Endita


"Matahari udah mulai panas.. ayok pulang ...


"Tapi kan belum ngomong... Endita masih penasaran.


"Nanti aja waktu juga masih panjang..


"Tapi kan penasaran.


Endita masih terus aja pengen tau apa yang akan Abang kesayangan nya katakan.


Mereka berempat beranjak meninggalkan bangku di taman itu. Menuju parkiran dimana mobil P*Jero Hitam keluaran terbaru milik Arwan terparkir di sana.


Bersambung....

__ADS_1


Pak dokter mau ngomong apa sih..?


__ADS_2