
"Oh ya ma, Si Gembul mana ma. Endita mengalihkan topik sekaligus menetralkan kecamuk di dalam hatinya.
"Ada di atas lagi bobok kayaknya.
"Yah... lagi bobok aku kan pengen main sama baby Amanda. Sambil cemberut kecewa, Endita menuju sofa ruang keluarga.
Sementara Arwan berpamitan menuju runag kerjanya meninggalkan Endita dan mamanya karena ada beberapa email yang harus dia kirim.
"Sebentar Amanda juga bangun, udah dari tadi dia bobok kata mama.
Endita pun mengangguk, lalu mereka berdua bercerita panjang lebar. mulai dari fashion, masakan dan masih banyak topik yang mereka bahas.
"En, gimana Butik kamu, udah kelar?
"On proses ma, udah sekitar 80% lah. Erina sama Riyanti sudah aku tugasin buat nyeleksi pegawai baru. sudah ada beberapa yang cocok.
"Alhamdulillah kalau begitu, kalau butuh bantuan, jangan sungkan-sungkan, apa yang bisa mama bantu akan mama bantu.
Sambil mengusap kepala Endita yang sandar di bahunya penuh sayang.
Tidak lama kemudian Jenny dan Alfin menghampiri kedua wanita cantik beda generasi tersebut, sambil menggendong bayi cantik yang montok.
Sebenarnya Jenny dan Alfin sudah memiliki rumah sendiri, tidak jauh dari rumah Mama indah hanya berbeda blok saja. Tapi jika akhir pekan mereka akan menginap di rumah Mama.
"Kalau butuh bantuan Bang Alfin dan kak Jenny, kami siap bantu.
Suara Alfin yang muncul dari arah tangga.
"Yup.. kata Jenny membenarkan kata-kata suaminya.
"Bantu makan di peresmian juga boleh banget kata Jenny, sambil terkekeh.
Endita dan mama indah menoleh kearah suara juga ikut tertawa.
"Siap bang Al, kak Jen. makasih kalian memang terbaik sambil memberi dua jempol.
"Ponakan aunty sudah bangun ya... Endita bangkit meraih Baby gembul Amanda dari tangan Dady nya lalu menggendong dan mengajaknya duduk di sofa bersama mama indah.
"Ululu lucunya, wangi banget lagi.
Alfin ikut duduk di sofa yang saling berhadapan dengan Endita dan mama, sedangkan Jenny ke dapur untuk mengambil jus dingin dan camilan.
"Aunty kangen, dah lama gak ketemu ponakan aunty yang cantik ini sambil terus menciumi pipi gembul Amanda.
"Minum dulu, Jenny membawa nampan yang berisi Es jeruk dan camilan.
"Iya mama lupa minta bibi bawain kamu minum En, terlalu asyik ngobrolnya.
"Santai aja kali ma. En juga bukan tamu.
Arwan yang selesai dengan urusannya, ikut bergabung di ruang keluarga.
"Geseran Dikit Queen... Arwan duduk diantara mama dan Endita.
"Apaan si ni anak, duduk di sana, kok nyempil di sini sih. mama protes.
"Iya bang sempit nih, gerah tau.. Endita tak kalah sewotnya.
__ADS_1
"Bawel amat berisik tau. Arwan tetap kekeh duduk diantara wanita-wanita cantik itu.
"Uncle kan juga mau deketan sama baby gembul ini. kata Arwan masih kekeh gak mau pindah posis.
"Pindah bang, gerah. kalau Abang gak mau pindah aku aja sama Manda yang pindah.
Endita ingin beranjak, tapi ditahan oleh Arwan.
"Ruangannya sejuk gini bilang gerah, dasar jelek sambil menyentil dahi Endita.
"Mama Abang ngatain aku jelek, Abang juga selalu nyentil dahi aku kan sakit Abang. benci Abang sambil membalas memukul-mukul Arwan.
Jenny yang melihat perdebatan kecil antara Endita dan Arwan, meraih Baby Manda yang anteng dalam pangkuan Endita.
"Manda sama momy ya, biar aunty dan uncle menyelesaikan masalah rumah tangganya. Sambil meraih Baby Manda lalu menciumnya gemas.
Jenny lalu duduk di samping suaminya yang asyik makan keripik kentang.
"Arwan adeknya jangan di goda terus dong sayang. Sambil memukul lengan Arwan mama hanya geleng kepala.
"Kalian berdua ya dari kecil sampe dewasa masih saja, kalau bertemu sering berantem.
"Rasain nanti kalau kalian saling berjauhan, pasti kalian saling rindu. Mama benar-benar heran dengan kelakuan Arwan dan Endita.
"Aku bakalan rindu sama si jelek ini? gak bakalan!! Paling juga Queen yang rindu sama aku yang tampan ini, sambil bergaya sok kecakepan. (tapi Arwan emang cakep sih hehe)
"Aku bakal rindu sama Abang yang udah tua ini?? uweek ... Endita memperagakan gaya orang sedang muntah.
"Gak mungkin.. sok kecakepan banget sih bang Arwan.
Perdebatan tak berfaedah itu pun berlangsung sengit.
"Kalian berdebat aja sampe tahun monyet, entar juga baikan. kata mama sambil beranjak menuju dapur.
"Aku juga, ke kamar dulu, Amanda mau ASI.
"Jangan terlalu sering berantem, entar cinta lho. Batas cinta dan benci itu tipis banget Alfin ikutan menggoda keduanya.
Jenny dan Alfin meninggalkan mereka berdua.
"Cinta sama Abang yang sudah tua? ya gak bakalan lah. sambil memasang wajah menghina Arwan.
"Abang cinta sama kamu ?? Hellooo.. ibarat gagak ngelahirin kucing, gak mungkin!
"Maafkan aku Queen, Demi menutupi rasa di hati biarlah aku mengatakan tak mencintaimu, dan aku mengatakan itu hanya untuk menggoda mu. suatu saat rasa ini pasti akan kau ketahui. Aku harap saat rasa itu terungkap, kamu akan menerimaku menjadi pendamping hidupmu, menghabiskan sisa umurmu bersama ku.
"Aku suka menggoda mu, wajah cemberut, bibir manyun dan bawel serta manja mu yang bikin aku selalu kangen. batin Arwan
"Wlek tua.. tua..
Mencubit lengan Arwan sambil menjulurkan lidahnya dan berlari kearah dapur.
mencari tempat aman, karena Endita khawatir Arwan akan membalas cubitannya.
Dan tempat teraman adalah di dapur ada mama di sana, Endita yakin dia pasti akan dibela mama.
Benar saja Arwan berlari mengejarnya.
__ADS_1
Sambil berkata "Pembalasan Lebih kejam, satu cubitan dibalas dua cubitan.
Untungnya Endita sudah sembunyi di punggung mama yang lagi menata piring.
walaupun ada ART, mama masih terjun langsung mengawasi bibi menyiapkan makanan.
Bibi yang ada di dapur juga ikut tersenyum menyaksikan ulah Arwan dan Endita yang tidak pernah berubah dari dulu sejak Endita kecil.
Tak berselang lama, Jenny datang membantu mama dan bibi menyiapkan makan siang.
"Mama Bang Arwan mau nyubit aku. sambil bersembunyi di belakang tubuh mama. memeluk pinggang mama erat sangat ketakutan.
"Astaga Arwan apaan sih, kalian berdua ini ya, benar -benar masih seperti anak kecil saja.
"Arwan sudah! gak dengar adzan kah?
"Sana ke masjid shalat dulu lalu makan siang bareng.
"Awas kalau balas dendam, kasian Adekmu Ar tubuh gede gitu mau nyubit Endita yang mungil ini...
"Iya ma. Arwan menjawab mama tapi pandangan membunuhnya fokus pada Endita.
"Idih cicak seneng amat di belain mama, yang anak mama itu aku ma.
"Endita juga anak mama! Brisik, udah buruan panggil Abang kamu ke masjid barengan.
Manda biar di jagain Bibi.
"Endita, Jenny, bibi, kita shalat dhuhur dulu. ini juga udah beres.
"En kamu shalat di kamar tamu atau di kamar mama.
"Ya di kamar mama lah.. lebih seru ada teman cerita. sayaaang mama.. berjalan sambil bergelayut manja di lengan mama.
Begitulah Endita sangat dekat dengan semua orang di rumah Arwan, terutama mama yang sangat menyayangi dan memanjakan Endita.
Setelah selesai shalat dan makan siang.
Endita mendengar pedagang Es krim lewat depan rumah Mama indah, tanpa pikir panjang, Endita yang sangat menyukai Es krim langsung berlari keluar pagar mengejar pedagang lewat tersebut.
"Mang beli Es krim nya dong..
Arwan yang menyaksikan tingkah Endita tersenyum. Dimata Arwan sikap Endita yang polos dan tidak dibuat-buat sangat menggemaskan dan menarik perhatiannya.
Dan yang pasti Endita sangat cantik walau tanpa polesan makeup.
Tanpa sepengetahuan Endita dari kejauhan sepasang mata menatapnya...
Mulai mendekat lalu...membekap mulutnya....
Membuat Endita tak bisa berteriak...
Gerakannya juga sudah di kunci...
Bersambung....
Apa yang akan terjadi ??
__ADS_1
Siapakah yang membekap Endita??