
Arwan... kata gadis itu saat mendongak memandang wajah yang hampir beranjak meninggalkan tempat itu.
"Siapa? Arwan mengernyitkan dahinya heran, karena dia tidak mengenal gadis tersebut.
"Lupa ya sama aku? kata gadis itu
Masih berusaha mengumpulkan ingatanya
"Aku Lucy.. kita pernah ketemuan di supermarket waktu kamu salah ambil snack, mau Snack tapi malah pegang-pegang tangan ku, sambil tersenyum genit dan mengedipkan matanya.
"Eh... maaf, aku lupa, dan aku gak pernah ngerasa pegang-pegang tangan gadis, selain gadis cantik di samping aku ini.
"Oh ya kenalkan ini calon istri aku, jadi aku gak akan pegang -pegang tangan gadis lain selain dia.kata Arwan
"Maaf Lucy kami permisi. Arwan lalu meninggalkan Cafe itu sambil menarik pelan tangan Endita.
Perlakuan Arwan terhadapnya tentu membuat Lucy kecewa.
****
Tiba di rumah Endita, mereka bicara di taman belakang.
"Abang, kok tadi Abang bilang kalau aku calon istri bang Arwan sih... Endita protes.
"Karena kamu memang istri masa depan Abang.
"Abang aku serius.. sambil cemberut
"Endita, Abang juga serius, Memang ini bukan saat yang tepat, ini bukan tempat romantis seperti di Drakor yang biasa kamu tonton. dan Abang tau kamu baru kelas 1 SMA baru mau kelas 2, Menghela nafas sejenak
"Tapi Abang siap nunggu sampai kamu selesai sekolah dan sepulang Abang dari luar negeri menyelesaikan gelar spesialis. Abang akan lamar kamu. Abang cinta sama kamu My Queen, Sayang sama kamu My Queen.
"Abang gak minta jawaban kamu sekarang, Abang bukan tipe romantis, tapi Abang tipe Setia dan serius dengan semua yang Abang ucapkan.
"Kamu tau My Queen, Abang gak pernah dekat dengan gadis lain, gak pernah pacaran, karena prinsip kita sama. 'Tidak ada pacaran sebelum pernikahan'. Abang mau kamu jadi 'pacar halalku' Abang sudah gak kuat nahan perasaan ini. kamu terima atau tidak Abang siap. Abang sudah lega karena sudah ngungkapin semuanya sama kamu.
Arwan begitu jantan melamar Endita.
Sedangkan yang di lamar hanya melongo dengan wajah heran tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya
"My Queen... halo sambil menjentikkan jarinya di depan wajah Endita.
"Eh iya Bang...
"Abang lagi nge-prenk aku kan... maaf bang gak mempan.
"Queen.. Abang serius... Abang gak minta jawaban kamu sekarang, kamu boleh shalat dulu, minta petunjuk Apakah abang jodoh yang tepat buat kamu atau bukan, abang siap nunggu. Arwan masih meyakinkan.
"Tapi Abang, ini masih sangat lama, En masih sekolah dan Abang juga masih mau sekolah lagi?
"Apa ini gak terlalu cepat Abang ungkapkan? jangan sampe perasaan sayang Abang ke En hanya sebatas sayang kakak ke adiknya saja, tidak lebih, Endita masih meyakinkan Arwan.
__ADS_1
"Ini gak terlalu cepat, rasa ini ada sudah dari dulu, Abang gak mau kehilangan kamu.
"Abang gak mau setelah Abang kembali nanti kamu sudah dimiliki orang lain. Abang gak kan sanggup. Arwan masih coba meyakinkan Endita.
"Gimana kalau di Luar negeri Abang kecantol gadis bule, atau kecantol teman kuliah Abang yang pastinya lebih segala-galanya dibanding aku. 'Aku mah apa atuh cuma remahan rempeyek bang' kata Endita sambil nyengir.
"Nih anak masih aja bisa becanda, disaat orang serius...
"My Queen Abang akan buktikan kalau Abang serius. setelah Abang selesai kuliah secepatnya Abang akan ngomong ke ayah dan bunda.
Kata-kata Arwan membuat Endita deg degan, Endita tidak mengerti dengan hatinya, di satu sisi hatinya bahagia, di sisi lain hatinya bimbang. Ah entahlah, biar semua berjalan mengalir seperti air.
"Bang.. Bang Arwan akan tetap sayang En seperti sekarang kan, gak berubah?
"Aku khawatir sayang Abang ke En berubah kalau Abang punya perasaan lain, gak kayak perasaan waktu aku kecil dulu, Endita berkata dengan wajah sedih.
"Kamu ngomong apa sih My Queen, Abang akan tetap sayang sama cicak cantik Abang ini, sampai kapan pun. bahkan lebih sayang lagi, kata Arwan sambil merentangkan tangannya.
Begitulah ungkapan cinta Arwan ke Endita yang tidak romantis tapi menusuk langsung ke tulang sumsum, eh maksudnya langsung menusuk hati.
****
Di kelas...
"Anak-anak, belajar lebih rajin lagi, tinggal beberapa bulan kalian akan ujian kelulusan.
"Endita, pertahankan semangat belajarnya. nilai kamu selalu paling tinggi di kelas. dan untuk peserta didik yang lain, ibu juga sangat bangga sama kalian. nilai kalian di semester ini, tertinggi dari kelas 2 yang lain. wali kelas memberi semangat.
****
Sejak Arwan berangkat keluar negeri Endita jarang berkomunikasi, karena kesibukan Arwan yang ingin menyelesaikan kuliahnya lebih cepat, dan Endita yang sibuk belajar dan mengurus butiknya sementara yang sudah buka cabang baru, sekarang Endita memiliki dua butik yang diberi nama 'HOUSE OF QUEEN'
Endita, Riyanti dan Erina sejak kelas 2 SMA memutuskan berhijab. Yang membuat ketiga gadis cantik ini semakin terlihat cantik dan anggun.
Banyak yang mendekati ketiganya, tapi mereka menolak dengan halus. mengatakan bahwa belum ingin mengenal urusan cinta dulu.
Endita memiliki dua butik besar tapi dia tetap tidak sombong, dan jarang orang yang tau bahwa butik mewah itu miliknya.
****
Hari libur semester, pagi hari saat mereka bertiga berangkat ke butik. Endita duduk di jok belakang, sedangkan Riyanti yang memegang kemudi dan Erina duduk di sampingnya
Bret.. Bret.. ponsel Endita berdering, panggilan video masuk
Tertera di layar My Prince.
Sejak sekitar Dua Minggu lalu, Arwan kembali menanyakan bagaimana jawaban Endita dengan pertanyaan beberapa tahun lalu.
Setelah Shalat dan membicarakan ke ayah dan bunda, akhirnya Endita menerima Arwan.
"Assalamualaikum My Queen.
__ADS_1
"Waalaikumsalam My Prince. Panggilan sayang Endita ke Abang kesayangannya setelah Endita resmi menerimanya menjadi calon suaminya.
Setelah Arwan kembali ketanah air, Arwan akan melamar Endita secara resmi. hubungan Endita yang baru beberapa Minggu ini juga sudah di ketahui dan di setujui oleh kedua belah pihak. mereka sangat senang mendengar kabar bahwa mereka berdua menjalin hubungan spesial yang lebih dari sekedar hubungan kakak beradik.
"Semakin cantik aja nih calon bidadari surga ku
Arwan mulai menggoda Endita, tentu saja ini, membuat wajah putih mulus Endita menjadi bersemu kemerahan.
"Cie yang lagi kasmaran. dunia milik berdua. Erina menggoda Endita yang melakukan panggilan video.
"Woe kami di sini woe... Riyanti gak kalah serunya.
"Apaan sih, ganggu aja. Jo lu fokus nyetir, Er, lu awasi Jojo oke.
"Trus lu ngapain tanya Erina.
"Gue ngawasin Abang gue lah.. dengar perintah atau mau gue potong gaji kata Endita becanda.
"Baik Bu bos lalu Erina dan Riyanti berkata bersama 'perkataanmu adalah perintah bagi ku' hahaha
Mereka bertiga tertawa. Ini adalah jargon mereka bertiga.
"Maaf My Prince, ada yang jahil.
"Gak masalah Queen yang penting aku masih bisa ngeliat kamu.
"Sudah berapa lama ya kita gak telfonan, kangen banget. kamu gak pernah nelfon Abang Queen. Arwan masih melanjutkan kalimatnya.
"Mau nelfon Abang takut ganggu, apa lagi waktu kita berbeda My Prince. Abang kapan balik?
"Cie udah kangen ya... Arwan menggoda Endita.
"Abang apaan sih... dengan wajah malu-malunya.
"Gak usah malu-malu gitu, makin cantik tau kalau kamu tersipu malu kayak gitu. kata-akata Arwan semakin membuat Endita dag Dig dug der pingin segera di halalin.
"Serius kamu makin cantik apalagi setelah sekarang kamu pakai hijab. kata Arwan yang terus kagum dengan kecantikan Endita yang naik berkali lipat setelah berhijab. Seperti cinta Arwan ke Endita yang naik berkali lipat setiap harinya.
"Gombal aja terus bang, oh ya bang ini dah nyampe di butik, nanti aku telfon lagi ya.
"Ok Queen... Jaga hati, jaga mata ya. Sambil tersenyum
"Selalu bang, Abang itu yang harus jaga hati jaga mata, tuh samping Abang banyak yang bening-bening, aku mah kalah bang. sambil cemberut.
"Iya my Queen sayang, biar di sini banyak yang bening tapi kan di dalam sini sudah kamu miliki gak akan bisa di isi yang lain kata Arwan sambil menunjuk dadanya.
"Bener ya bang, Assalamualaikum...
"Bener Calon istri ku... Waalaikumsalam.
Bersambung.....
__ADS_1