
"Enak aja pak dosen itu kan udah punya Calon istri dan usianya juga udah gak muda lagi, aku gak mau lah kata Erina sambil merenggut.
"Usianya juga gak jauh-jauh amat dari laki gue Er yah 11- 12 lah.
Sambil berjalan menuju kelas, Endita menjahili Erina. Namun Erina tidak pernah marah atau pun tersinggung atas tingkah kedua sahabatnya, karena dia tau sahabat - sahabatnya hanya bercanda, kedua sahabatnya juga selalu pasang badan jika dosen itu mulai mendekati Erina.
"11 - 12 dari mana nya 11 - 50 iya, bang Arwan masih jauh lebih muda dan lebih tampan dari pada pak dosen lah, rabun lu ya En, Erina berkata sambil menjitak kepala Endita.
Tawa mereka tak pernah lepas dari ketiga sahabat ini, hingga mereka masuk kedalam kelas.
"Istirahat nanti gue mau ngomong, kita makan di cafe depan kamus ya, dengan tatap mata serius Riyanti berkata sesaat sebelum masuk ke dalam kelas
"Serius amat tuh muka, santuy Sis, kesambet lu ya Jo, Erina meraba dahi sahabatnya.
" Gue serius ini urgen. ayuk sekarang masuk nanti aja kita bahas.
"Ah penasaran gue Jo. Sambil melangkah masuk kelas Endita berkata.
***
Jam istirahat.
"Erina tunggu suara seorang pria menghentikan langkah ketiga sahabat.
"Iya pak dosen ada apa? Erina menghentikan langkahnya sambil membalikkan badan mengarah ke sumber suara yang memanggilnya
"Bisa ke ruangan saya sebentar? ada hal penting yang saya mau bicarakan dengan kamu, dosen yang naksir Erina mulai mencari cara agar bisa bicara dengan Erina.
"Maaf pak ada hal penting apa ya? tanya Erina
"Nanti di kantor saja.
"Boleh pak tapi kedua sahabat saya harus ikut kasian kan pak kalau dia nunggu saya di sini. nanti dia jamuran dong pak mencoba menetralkan rasa jengkel nya dalam hati dengan sedikit candaan.
"Saya perlunya hanya sama kamu dosen itu kekeh hanya mau mengajak Erina ke ruangannya berdua saja.
"Maaf pak kalau hanya saya saja, sepertinya saya tidak bisa pak, saya takut calon istri bapak yang dosen juga di sini dan anak-anak melihat. Nanti malah jadi gosip.
"Sekali lagi maaf pak, saja juga sudah ada janji dengan calon saya mau makan siang di cafe depan pak. Baik pak kalau begitu saya permisi dulu.
Ketiganya lalu meninggalkan dosen tersebut.
__ADS_1
"Ganjen banget sih gak ingat umur apa udah bau tanah juga, coba tadi dia bukan dosen kita sudah aku tonjok tuh orang main ngajak-ngajak Erina keriangannya dengan alasan yang tidak jelas, Emosi Riyanti sudah sampe ubun-ubun.
Riyanti memang paling gampang tersulut emosinya jika ada sahabatnya yang di ganggu, rasa sayangnya terhadap sahabatnya membuatnya seperti itu.
"Sabar Mak, bukan cuma elu yang emosi pengen makan orang liat pak gaya pak dosen yang sok ke gantengan tadi, gue juga eneg, pengen muntah. Endita berkata Sambil mengusap punggung Riyanti menenangkan sahabatnya.
"Sudah lah yuk buruan makan laper sambil mengusap perutnya yang sudah banyak cacing berontak di dalam sana minta jatah makan siang.
Setelah makanan ludes di piring ketiga sahabat ini.
"Mau ngomong apa sih Jo, serius amat sampe ngajak kita kesini. Erina sudah tidak sabar.
Beda dengan Endita, dia sudah bisa menebak karena sudah pernah dapat bocoran dari suaminya dan sedikit cerita dari Riyanti. Bahwa ini pasti ada hubungannya dengan Ricko.
"Begini..... Riyanti menceritakan semuanya, hingga batas waktu yang di berikan Ricko yang hanya tiga hari dan Riyanti meminta tambahan waktu menjadi satu Minggu, tapi ini sudah berjalan lebih dari satu Minggu, Riyanti belum juga memberi jawaban. Sebentar malam kebetulan akhir pekan Ricko menagih jawaban Riyanti apa pun keputusan Riyanti, Ricko sudah siap.
"Menurut kalian gimana? Aku bingung sambil mengetuk-ngetuk kan jarinya di kepalanya sendiri
"Lu sudah istikharah ? Tanya Endita.
"Udah Riyanti menjawab singkat
"Jawaban yang selalu sama, dia kak Ricko, Tiga kali gue istikharah, menaikkan 3 jarinya Selalu orang yang sama.
"Trus apa lagi yang buat lu ragu, Kak ricko baik, walau dulu dia pernah jadi pria Playboy, tapi sekarang sudah enggak. Endita berkata lembut sambil mengusap lembut bahu sahabatnya begitu juga dengan Erina.
"Bener tuh kata Endita.
"Tapi kak Ricko kan belum ketemu orang tuanya, aku takut orang tuanya akan nolak aku. Aku mau nya kak Ricko balik kerumahnya dulu, ngomong sama orang tuanya.
"Beberapa kali kak Ricko juga cerita mamanya ngajak dia pulang tapi dia gak mau, khawatir mami nya jodohin dia lagi. Riyanti berkata sambil menundukkan kepala.
"Gue tanya nih ya, kalau hati lu gimana? Nerima atau nolak? sambil masih mengusap bahu sahabatnya Erina bertanya.
"Emm gue juga sayang sama kak Ricko... hanya gue takut orang tuanya nolak gue. Riyanti masih saja takut dapat penolakan dari orang tua Ricko.
"Lu yakin beneran sayang sama kak Ricko kan?
Endita kembali bertanya
"Yakin, gua juga sudah istikharah dan jawabannya selalu sama. Jawab Riyanti mantap.
__ADS_1
"Kalau lu yakin, lu harus hadapi ketakutan dan keraguan lu, coba bujuk kak Ricko untuk temui orang tuannya, kalau dia gak mau, bujuk terus dan temenin dia kesana, pasti dia mau.
"Walau masih takut, dan malu, gue akan temenin kak Ricko kerumah orang tuanya, Gue gak mungkin nikahi kalau gak dapat restu dari orang tuanya, bismillah semoga semuanya Allah mudahkan. Sangat mantap Riyanti berkata.
"Aamiin.. jawab kedua sahabatnya bersamaan.
"Dimakan makanannya kok diangguri aja sih, sudah OTW dingin. kata Erina yang duluan menyadari bahwa pesanan mereka sudah berada di meja itu dari tadi.
"Yuhui... makan... Bismillahirrahmanirrahim... mereka bertiga kompak.
"Hei .. Beneran kalian kan? Tanya seorang pria tampan, menghampiri ke-tiga perempuan cantik yang sedang asyik dengan hidangan dihadapannya
"Hei .. ini beneran elu kan?, kata mereka bertiga.
"Tambah ganteng aja lu. Erina berkata sambil mengamati dari atas sampe bawah.
"Dari orok emang gue udah ganteng.
Mereka berempat asyik ngobrol sambil menikmati hidangan.
Tiba-tiba... pak dosen yang naksir berat sama Erina muncul, bagai jailangkung.
"Kalian ternyata makan siang di sini juga kalian.
"Erina tadi aku ajak makan siang kamu bilang sudah makan, pak dosen berkata sambil menarik kursi yg kosong agar lebih dekat kearah Erina.
Dengan sigap dan cekatan Erina pun menggeser kursinya kearah pria muda yang dari tadi makan bersama ketiga perempuan cantik ini.
"Erina kok menjauh sih kata dosen yang sok kegantengan itu.
"Maaf pak, gak enak di liatin orang, nanti kalau tunangan bapak lihat gimana, saya kan gak mau timbul fitnah pak.
"Aku itu sama Bu dosen kamu itu di jodohkan, tidak ada cinta di antara kami, eh ralat... dia cinta sama aku, aku gak cinta sama dia.
Aku cintanya sama kamu, aku akan batalin perjodohan ini, demi kamu Erina.
"Siapa juga yang mau sama elu pak tua, batin Erina.
"Maaf pak saya gak bisa soalnya saya juga sudah punya tunangan, selama ini kami Cinta jarak jauh pak LDR-an, oh iya pak, kenalin tunangan saya ....
BERSAMBUNG...
__ADS_1