TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)

TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)
56 Ricko di jodohkan


__ADS_3

"Sayang... kok tamu kita ada yang belum datang ya kata Arwan ...


"Akan datang kok Bang tunggu aja, macet tadi baru aja nelfon aku.


"Kalian nungguin siapa sih Kata Ricko yang bergabung di ruang tamu.


"Kepo kata Arwan.. yang langsung mendapat lemparan tissue yang tadi di pegang oleh Ricko.


"Jorok ih tissue bekas Lu lempar ke gue Ricko, Arwan berkata sambil mengusap tangannya yang terkena tissue tadi.


Dan membalas melempar bantal Sofa ke arah sahabat nya tersebut.


"Elu main rahasia-rahasia an. Ricko tak kalah sewotnya.


"Elu kayak emak-emak saja yang selalu kepo, entar kalau dah dapat info ngegosip, Arwan tak mau kalah.


Endita hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah Suami dan sahabat suaminya tersebut.


"Abang dan kak Ricko apaan sih udah gede juga, Riyanti muncul dari ruang tengah yang di ikuti Ken, dan Erina


"Biasa lah Ri, Laki lu kalau gak godain Abang mu yang ganteng ini kan kangen iya kan Ricko sayang kata Arwan dengan gaya gemulai sambil mengedipkan mata ke arah Ricko.


"Idih n*jis. geli gue liat gaya lu Ar Ricko bergidik ngeri melihat gaya kemayu Arwan.


"B*nci lu, Ricko masih melanjutkan ucapannya sambil kembali melempar bantal sofa ke arah sahabatnya, namun Arwan bisa menangkap nya


"Gue udah terbukti kalau gue bukan seperti yang lu tuduhkan, gue udah nikah, bentar lagi akan jadi ayah.


kata Arwan membela diri sambil mengelus perut istrinya yang sudah mulai membuncit padahal baru kurang lebih 10 Minggu, tapi karena kembar 3 jadi pastinya lebih cepat terlihat membuncit.


"Nah elu, ngelamar Riri aja kagak berani lu, Riri udah nantangin lu, kalau berani pulang ketemu mami maka Riri akan langsung siap di halalin, kan ibu nya Riri juga udah setuju, tinggal nunggu lu datang melamar secara resmi aja.


"Atau jangan-jangan lu yang B*nci jadi sengaja ngulur waktu. pake alesan gak mau pulang lah, ini lah, itu lah...


"Bener itu kata mereka semua serempak.


Dan Mereka semua tertawa bersama menertawakan Ricko yang berwajah masam...


Ricko mau mengelak juga percuma karena dia hanya sendiri dan yang lain membenarkan perkataan arwan.


"Assalamualaikum suara dari arah luar...


Dua orang paruh baya dengan pakaian dan penampilan yang sangat elegan muncul.


"Mami... Papi... Ricko, Arwan dan Endita berkata bersamaan.


Sedangkan Riyanti, Erina, dan Kenzo belum pernah bertemu dengan Orang tua Ricko.


"Silahkan masuk mami kata Endita yang sudah berdiri memberi salam sambil mencium punggung tangan kedua orang tua sahabat suaminya tersebut.

__ADS_1


Arwan pun melakukan hal yang sama, sedangkan Ricko masih mematung di tempatnya.


Bukan hanya Ricko yang mematung, Riyanti pun mematung dan juga sangat gugup, melihat penampilan mami dan papi Ricko yang sangat elegan mencerminkan bahwa keluarga Ricko adalah keluarga kaya raya.


Nyali Riyanti tiba-tiba menciut, keberaniannya yang selalu mengajak Ricko untuk pulang bertemu orang tuanya, dan Riyanti bersedia mengantar, sekatika meleleh lumer seperti coklat yang terkena panas, kakinya lemas seperti tak memiliki tenaga.


"Oh ya mami... papi, kenalin ini sahabat Endita yang sudah sudah seperti adik-adik ku, mereka juga sahabat Ricko. ini Kenzo yang lebih akrab kami panggil Ken, ini Erina, ini Riyanti mami bisa manggil dia Riri atau menantu..


kata Arwan sambil tersenyum memandang Riyanti, yang membuat Riyanti semakin tak bertenaga jantungnya sudah serasa mau jatuh ke lutut.


Mami dan papi Ricko menatap Riyanti tanpa ekspresi.


Datar...


Padahal Riyanti sudah tersenyum semanis mungkin lalu kembali menundukkan kepala.


"Coba bukan Abang gue sudah gue sumbat pake kaos kaki, ngomongnya asal banget batin Riyanti dalam hati Riyanti


"Ya ampun, wajahnya dingin banget wajah emak dan bapaknya kak Ricko,


Alamat tidak di terima gue mah, pasrah lah cintaku mentok di Restu orang tua calon suami, batin Riyanti sambil senyum kecut.


"Mereka bertiga menyalami kedua orang tua Ricko dan mencium punggung tangan keduanya dengan takzim.


"Ayuk kita ke dalam saja ada mama, ayah dan bunda di dalam Arwan mengajak masuk tamunya yang sudah seperti orang tuannya.


Ayah dan Bunda Endita juga sudah mengenal orang tua dari sahabat menentu nya tersebut.


"Er, Ken, perutku mules baru liat penampilan papi dan maminya kak Ricko.


"Mana ekspresi nya dingin banget, sekujur tubuh ku serasa kaku membeku ini mah


"Kalau mereka menentang hubungan ku dan kak Ricko gimana ya, tapi ya sudahlah, aku pasrah kata Riyanti berbisik mungkin belum jodoh.


Riyanti berkata sesaat setelah orang tua Ricko berjalan menuju ruang tengah.


Ibu Riyanti tidak bisa hadir ke syukuran Anniversary pernikahan Arwan dan Endita karena ada urusan di sekolah adiknya Riyanti.


Setelah selesai dari sekolah adiknya Riyanti baru ibu akan ke rumah Endita.


"Kak Rick... ikut ke ruang keluarga dong, ngapain beku di situ, kayak frezer aja.


Kata Ken saat melihat Ricko masih di ruang tamu masih mematung di tempatnya.


Sementara Endita, Arwan, mami dan papi Ricko sudah menuju ruang tengah.


"Sana ikut ke ruang keluarga mami sama papi kak Ricko datang kok di biarin, gak sopan kak kata Riyanti melanjutkan kata-kata Ken.


"Eh iya kata Ricko gugup.

__ADS_1


"Ayuk Ri ketemu sama mami dan papi. Ricko masih melanjutkan kata-katanya.


"Entar aja kak, kak Ricko duluan, nanti kalau aku di butuhkan dan di panggil sama mami dan papi kak Ricko baru aku kesana.


"Kesana gih kasian mami sama papi nungguin. kata Riyanti memberi semangat sambil tersenyum dan menepuk bahu Ricko.


Ricko mengangguk, sambil tersenyum dan mengusap pucuk kepala Riyanti yang berbalut pasmina.


"Aku akan bicarakan hubungan kita, doakan semoga mami papi merestui.


"Tapi walaupun mereka tidak merestui aku akan tetap menikahi mu. kata Ricko sambil menghela nafas.


"Kita menikah hanya dengan restu mereka, Bismillah berjuang bersama mendapatkan restu orang tua kak Ricko. Riyanti kembali menyemangati Ricko.


"Makin cinta deh kata Ricko sambil mencubit hidung gemas Riyanti.


"Belum halal jangan pegang-pegang kata Erina sambil melempar bantal sofa ke arah kedua sahabatnya.


***


Di ruang keluarga


Obrolan ringan terjadi antara para orang tua Endita dan Arwan


Mami dan papi Ricko, ayah dan Bunda Endita serta mama Arwan sudah seperti sebuah keluarga mereka sudah saling mengenal dekat.


"Mumpung kita semua berkumpul... Ada yang mau aku bicarakan mengenai Ricko.


Kata papi Ricko


"Kami punya calon untuk Ricko dan kami putuskan untuk menjodohkan Ricko dengan gadis pilihan kami keputusan kami bulat dan tidak bisa di ganggu gugat.. kata papi Ricko dengan wajah datar tanpa ekspresi


Yang lain hanya menyimak tanpa berani menyela.


"Papi!!! kata Ricko dengan suara keras.


"Ini yang bikin gak mau pulang ke rumah mami dan papi diktator selalu keinginan kalian yang harus di ikuti...


"Kamu tidak bisa membantah papi lagi, pokoknya kamu harus pulang dan bersiap untuk acara lamaran kamu, papi, mami, ayah bunda dan mama sudah mempersiapkan semuanya 2 hari lagi kita berangkat melamar gadis itu...


Jederrr seperti di sambar petir Riyanti mendengar perkataan papi Ricko dari balik tembok.


BERSAMBUNG.


mohon dukungannya Like dan komen sudah buat author bahagia.


Hadiah dan Vote lebih buat ku bahagia


Cerita ini hanya cerita ringan.

__ADS_1


Maaf bagi yang tidak suka cerita ringan.


__ADS_2