
Tiga Hari Menuju halal Ricko Riyanti gak boleh ketemu, bikin Ricko uring-uringan.
Sedangkan Riyanti... pasti rindu lah tapi masih bisa kalem gak kayak Ricko yang sudah kayak orang frustasi, imbasnya ketenangan pasangan suami istri Arwan Endita terganggu
"Sudah 2 hari "Si dia" keleperan yank, gak di manja-manja sambil menekan sesuatu yang mengeras di bawah sana ke b*okong istrinya.
"Habis makan malam kita gas keun ya... goda Arwan sambil tangannya terus membelit pinggang istri nya.
"Masih mau shalat isya Abang kesayangan ku jawab Endita.
Endita sibuk menyiapkan makan malam.
Si bibi lagi pulang kampung jadi Endita menyiapkan semuanya sendiri.
Tapi bukan masalah bagi Endita, dia sudah terbiasa mandiri, Endita bukan wanita manja dan cengeng walau kedua orang tuanya tajir melintir.
"Yank lepasin dulu dong, kan jadi susah gerak nya. Endita berusaha melepaskan belitan tangan suaminya yang bukan hanya memeluknya dari belakang, dan mengelus perutnya yang mulai buncit, tapi sudah bergerilya kemana-mana.
Bukan hanya itu leher Endita yang terekspos menjadi sasaran empuk area bergerilya buat Arwan untuk memberi kecu*pan dan sedikit sesapan yang meninggalkan jejak.
"Ya ampun kang Mesum bikin aku deg deg ser bikin merinding aja jadi gak fokus lupa mau ngambil apa.
kata Endita yang merasakan getaran dan rasa bagai tersengat listrik namun nikmat dengan semua perlakuan suaminya.
"Sayang, tungguin aku, duduk manis nanti habis shalat aku janji akan ada layanan spesial oke?
sambil membalikkan badan menghadap suaminya Endita berkata dan mengedipkan sebelah matanya.
Harus dengan cara ini agar suaminya bisa sedikit menjauhi nya.
"Siap My Queen.. tapi bukannya langsung beranjak menuju meja makan, Arwan malah menyambar bi*bir ranum yang menjadi candu nya.
"Emh.. suara De*sa*Han dari istrinya lolos begitu saja. tidak di pungkiri Endita juga menginginkan sentuhan lembut penuh cinta dari suaminya, namun Sura perut kelaparan dari Endita menyadarkan keduanya.
Sejak hamil selera makan Endita naik 2 kali lipat mungkin karena 3 bayi yang membantunya makan di dalam perutnya.
"Ternyata nyonya Arwan juga menikmati ya.. godanya sambil mengedipkan mata dan mengelap bi*ir istrinya yang basah dan sedikit bengkak akibat ulahnya.
"Abang... kan aku jadi malu kata Endita wajahnya memerah dan bibirnya mengerucut.
Arwan hanya tertawa gemas melihat tingkah istrinya yang semakin menggemaskan dan imut saat malu-malu.
"Kok masih malu sih sayang kita kan sudah melakukan berkali-kali bahkan tuh sudah ada hasilnya di perut kamu.
kata Arwan sesaat setelah duduk di kursi meja makan. melihat istrinya begitu cantik dengan baju terusan sampe lutut dengan leher tanpa kerah agak terbuka dan rambut di kuncir tinggi seadanya.
__ADS_1
Saat mulai makan malam romantis walau hanya di rumah sendiri, terdengar bel pintu di tekan berulang agak kasar.
Perumahan milik Endita hadiah dari ayahnya, memang tidak memiliki pagar namun di gerbang depan perumahan ada scurity yang menjaga, tamu yang sudah di kenal dan biasa masuk ke perumahan situ akan langsung di silahkan masuk, jika pengunjung atau tamu baru, maka akan di antar scurity ke rumah yang akan di kunjungi, untuk menjaga keamanan
Ting tong Ting ting
"Siapa sih malam-malam juga ganggu aja, lagi pingin berdua juga Arwan berujar kesal.
"kamu janjian sama anak-anak mau main kesini? tanya Arwan.
"Gak lah, Erina lagi di rumah Jojo, katanya si Ken juga di sana, sebenarnya mereka mengajak kita gabung tapi aku gak bisa lelah pengen rebahan kata Endita sambil menarik turunkan alisnya menggoda suaminya.
"Rebahan sambil di mainkan iya kan kata Arwan sambil mencubit gemas pipi istrinya.
Ting tong Ting Tong ..
"Ya ampun sampe lupa siapa sih.
Kesal Arwan tapi tetap beranjak membuka pintu.
"Surprise... pasti lu rindukan sama gue kata tamu yang langsung menubruk memeluk Arwan bikin jijik dan serasa mau muntah
"Ya ampun na*jis gue minggir Arwan berkata sambil bergidik jij*ik sambil mengibaskan jarinya ke dadanya seperti membersihkan kotoran.
"Tega lu, gue galau mau nginep sini. Kata sang tamu yang tidak punya malu langsung masuk dan duduk di ruang tamu, bukan hanya duduk tamu itu langsung merebahkan badannya.
"Serah lu... kata Arwan meninggalkan tamunya.
"Gue laper .. pasti lu lagi makan, ikut makan ya.. kata si tamu mengekori Arwan.
"Lu tunggu sini, bini gue belum pake pakaian nanti lu liat. Arwan menahan tamunya agar menunggu dulu di ruang tamu
"Ya ampun pak dokter lu apain bini lu di ruang makan. Kata si tamu
"Jangan hanyalin yang aneh-aneh.. maksud gue bini gue gak pake jilbab. nanti gue panggil kalau udah ganti pakaian.
"Baiklah.. cepetan ya gue laper.. katanya sambil mengelus perutnya.
Arwan hanya geleng-geleng kepala dengan kelakuan tamunya tersebut.
"Sayang ganti baju gih ada tamu gak di undang mau numpang makan kesal Arwan.
"Siapa sih kok wajah Abang kayak kesel banget selidik Endita penasaran dengan wajah kesal suaminya.
"Orang gila ... jawab Arwan asal.
__ADS_1
"Udah cepetan ganti baju, pakai jilbab.
Endita berlalu meninggalkan suaminya menuju kamar.
"Udah panggil gih siapa tamunya kok jadi penasaran, liat wajah Abang kesel gitu.
"Di sayang dulu dong biar ngurangin keselnya kata Arwan menunjuk pipi kanan dan kiri serta bibirnya.
"cup, cup, cup tiga ke*cupan penuh cinta mendarat di pipi Arwan. membuatnya tersenyum bahagia.
Di ruang tamu..
"Ayok kalau lu gak malu mau numpang makan.
Arwan tetap gak tega jika tidak mengajak tamunya makan, walaupun dia kesal tapi tetap saja gak tega membiarkan tamu gak ada akhlak kelaparan
"Ya ampun bang Arwan gue tau lu sayang banget kan sama gue sampe gak tega gitu kata tamu sambil bergelayut manja di lengan Arwan.
"Lepasin jijay gue, lu gak belok kiri kan tanya Arwan sambil melotot dan tersenyum miring.
"Hahaha.... sante bro gak mungkin lah... gue masih suka yang bening-bening...
"Hanya gue kangen elu dan kangen masakan bini lu, satu lagi gue galau... kata tamu Arwan.
"Enak banget masakannya ... aromanya mantap sambil menatap satu persatu hidangan di meja.
"Kalau udah lapar ayok makan, jangan hanya di tatap saja. kata Endita
"Awas jangan di habisin bini gue masak hanya untuk dua porsi. kata Arwan mengingatkan..
"Abang... jangan gitu dong gak sopan sama tamu senyum Endita melihat perdebatan suminya.
"Dengerin kata bini lu, hargai tamu... tamu adalah raja.
"Kalau tamunya kayak elu datang di waktu yang tidak tepat udah numpang makan, mau nginep lagi.
"Tamu adalah raja, kalau raja gak bakalan numpang makan di rumah gue kali Arwan masih melanjutkan ucapannya.
"Endita, suami Lo kok emosian sih...
"Mungkin efek "si dia" belum di manja kali ya, dan bang Arwan khawatir tamu nya akan mengganggu proses memanjakan "si dia" batin Endita sambil tersenyum
BERSAMBUNG ...
Siapa ya tamu yang gak punya akhlak itu hehehe
__ADS_1