
"Tapi aku gak mau kalau Abang yang beli, aku maunya yang belikan Lemonnya_____
Endita menggantung Ucapannya khawatir suami nya marah.
Endita ingat waktu menginginkan mangga muda, tapi Endita tidak meminta Arwan mencarikan, karena waktu itu Arwan terlihat lelah baru pulang dari Rumah sakit. Endita meminta pada mang Ujang.
Setelah mang Ujang tiba dan membawa beberapa mangga muda dan bertemu Arwan di Ruang keluarga, lalu mang Ujang berkata bahwa mangga itu milik Endita.
"Kalau kamu butuh sesuatu apalagi keinginan kamu saat ngidam dan hamil jangan minta tolong sama orang ya sayang, sebisa mungkin aku yang akan mencarikan semua keinginan ngidam kamu. Biarkan aku juga merasakan bagaimana nikmatnya memenuhi keinginan istri saat hamil dan ngidam.
"Walau aku tidak bisa merasakan lelah mu mengandung, paling tidak aku bisa selalu ada saat kamu merasa lelah, kita kan buatnya bersama, masak hanya kamu yang harus merasakan lelah dan susahnya hamil sambil mengacak rambut istrinya.
"Semakin kamu ngerepotin aku, semakin aku menikmati peranku sebagai calon ayah Arwan tersenyum lembut menatap istrinya.
"So sweet.. gumam Endita sambil tersenyum membayangkan kata-kata suaminya saat itu.
Suara kecil dan pandangan menerawang Endita, membuat Arwan bertanya-tanya
"Apa yan kamu pikirkan sayang... hayo mikir yang j*orok pasti tebak Arwan sambil mencubit gemas hidung mancung istrinya.
"Apaan sih kata Endita tersenyum malu-malu
"Yank, aku mau lemon tapi bukan Abang yang belikan aku maunya laki-laki itu yang nyariin lemon nya mengguncang lengan suaminya.
Walau agak khawatir suaminya marah, tapi keinginannya membuat rasa takutnya atau mungkin bukan rasa takut hanya rasa takut tak menghargai suaminya harus dia kesampingkan dulu.
Kehamilan Endita termasuk kehamilan yang tidak merepotkan, tidak merasa mual, dan tidak menginginkan yang aneh-aneh hanya beberapa kali seperti saat ini minta buah yang asam-asam, dan Endita selalu merasa lapar dan ngantuk itu saja.
"Maksudnya Arwan menautkan alisnya heran apakah ada orang lain yang membuat istrinya lebih nyaman dan percaya memenuhi keinginan ngidamnya?
"Aku mau nya pria itu yang belikan aku lemon, dengan muka memelas.
"Apa ? Pria lain dan bukan aku maksud mu?
siapa pria itu? jawab ENDITA QUINSEE BRAMANTYO
tatap mata cemburu Arwan, mata elang yang seakan-akan ingin memangsa.
"Hiks Hiks bukannya menjawab Endita malah menangis mendengar suara keras Arwan
"Maaf aku gak bermaksud buat marah dan nyakitin kamu sayang, aku hanya gak ingin di kehamilan kamu yang pastinya melelahkan aku gak bisa membantu mengurangi sedikit kelelahan kamu.
"Maaf ya my Queen Arwan sangat menyesal. lalu merengkuh tubuh istrinya kedalam pelukannya sambil terus mencium pucuk kepala istrinya, sambil tangannya yang 1 mengusap air mata istrinya.
"Heemm Endita hanya mengangguk
"Laki-laki siapa yang kamu maksud? Huft... Arwan menghembuskan kasar nafasnya.
"Katakan jangan takut, aku gak akan marah senyum manis terkembang dari bibir Arwan menenangkan hati istrinya
Rasa cemburu yang menguasai hatinya mereda saat melihat air mata istrinya.
__ADS_1
Arwan tidak akan mampu melihat "cicak cantik" kesayangannya menangis.
"Maaf aku mau nya kak Ricko yang beliin lemon nya sambil menunduk meremas selimut yang di pakainya, merasa bersalah.
"Buahahaha... medeledak tawa Arwan
"Bilang kalau kamu mau Ricko si pengganggu itu yang harus keluar nyariin kamu lemon sayang.
Endita hanya menaikkan alisnya heran, tadi suaminya marah-marah, sekarang tertawa setengah mati.
"Dasar Pak Mil emosinya tidak stabil Batin Endita hanya menggelengkan kepala
"Aku bahagia banget, Si Ricko tadi malam ngerjain kita, sekarang jam 3 dini hari anak-anak kita yang gantian ngerjain Ricko yank. Arwan tertawa terbahak-bahak.
"Yank... pengen Lemon sekarang... Endita mengguncang bahu Arwan.
"Baiklah my Queen, ayok kita bangunin si Ricko. Senyum Ricko masih terus merekah membayangkan Ricko masih tidur nyenyak dan harus keluar malam-malam membelikan istrinya lemon.
"tok tok tok Rick bangun... berkali ketukan di pintu kamar tamu Ricko tidak juga bangun.
Akhirnya Arwan masuk kedalam kamar Ricko, Endita hanya menunggu di luar kamar.
Arwan dengan susah payah berusaha membangunkan Ricko tapi tidak berhasil.
"Gak berhasil yank, Ricko memang kebo, kalau tidur susah banget banguninnya, dulu aja pas kuliah di LN aku sampe pristasi kalau harus bangunin dia shalat subuh.
"Gak berhasil yank... Arwan keluar kamar Ricko dengan pristasi
"Niat buruk apa lagi di otak istri ku. batinnya sambil geleng-geleng kepala.
Arwan tau, Endita CS selalu punya ide jahil tapi selalu berhasil
"Tenaga aja bang, bukan ide buruk, aku kan wanita baik-baik, dan lemah lembut gak mungkin lah punya ide gila. Endita mengerjakan matanya menggemaskan, seolah Endita mengetahui isi pikiran suaminya
"Sstt Endita menempelkan jari telunjuknnya
Endita tidak berdiri di depan pintu kamar yang di tempati Ricko karena kesopanan dan menjaga adap.
"Halo RIYANTI... sengaja mengeraskan suaranya dan menekan kata Riyanti
"Oh elu mau ke rumah Gue RIYANTI kebetulan ada kak Ricko tapi kak Ricko nya masih tidur gak mau bangun dari tadi susah banget di bangunin kak Ricko nya JO.
"Lu di mana RIYANTI? Oh.. Udah Deket, siap gue tunggu lu RIYANTI gue kangen banget sama lu JOJO.
"dah Assalamualaikum...
Gaya Endita seolah-olah menelfon Riyanti.
Endita sengaja menyebutkan nama Riyanti dengan keras dan berulang-ulang agar Ricko mendengarnya
Dan benar saja tak berapa lama terdengar suara Ricko dari dalam kamar, berjalan tergopoh-gopoh
__ADS_1
"Mana Riri aku udah bangun nih pengen banget ketemu Riri.
Ricko menghampiri Arwan dengan "muka bantal" nya.
Arwan yang berdiri di depan pintu tertawa melihat Ricko langsung bangun walau masih muka bantal dan berjalan layaknya Zombie
"Kamu cerdas sayang, ternyata sangat mudah membuat Ricko bangun tawa Arwan.
"Ar... En... mana si Riri, Ricko masih menguap
"Iler lu, jorok amat, cuci muka dulu gih baru keluar kamar, kalau denger namanya Riri aja Lo langsung bangun, tadi gue bangunin lu dengan teriakan, percikan air, dan segala cara udah gue coba lu masih aja anteng ngorok kayak k*ebo lu. Kesal Arwan.
"Mana Riri, En, katanya tadi udah OTW tanya Ricko saat mereka semua duduk di sofa ruang keluarga.
Ricko belum sadar kalau ini sudah dini hari jam 3 pagi.
Endita tidak menjawab hanya mengedikkan bahunya.
"Ricko gue mau minta tolong, lu cariin Lemon yang paling seger dan paling asem untuk bini gue bro. Arwan menatap Ricko dengan penuh permohonan. Endita hanya diam menyimak.
"Enak aja, Lu yang berbuat, gue yang suruh tanggung jawab lagian gue mau nungguin Riri datang.
Ricko melempar bantal sofa ke arah Arwan
"Siapa juga yang nyuruh lu tanggung jawab Dodol, gue hanya nyuruh lu nyariin Endita buah Lemon.
"Ya maksud gue itu, enak aja lu nyuruh gue nyariin keinginan ngidam bini lu, lu lakinya, kalau lu lagi gak ada di rumah gue siap aja bantuin Endita, nah ini jadinya gue bantuin elu dong kalau lu ada dan tugas lu gue yang ngerjain. Ricko memeletkan lidahnya.
"Kak Ricko tolong ya belikan aku buah lemon pengen banget kak Ricko yang beliin lemonnya.
"Gak.. ini pasti akal-akalan laki lu kan. Ricko memutar bola matanya malas sambil kembali melempar guling yang dari tadi masih di peluk nya sejak dari dalam kamar.
Lemparan yang di tujukan buat Arwan malah meleset mengenai Endita.
"Aw... aduh... sakit yank perut ku..
Di tengah perdebatan yang tak kunjung usai
Endita mengaduh...
"Sayang kamu kenapa, panik Arwan dia tidak tau apa yang harus di lakukan nya...
"Ini gara-gara elu Rick.
"Maaf... hanya itu yang bisa Ricko katakan dengan penuh penyesalan
"Ini gara-gara lemon batin Ricko
Bersambung...
Bagaimana dengan kandungan Endita?
__ADS_1