
Setelah lamaran resmi keluarga Arwan ke keluarga Endita, diputuskan pernikahan secepatnya, tidak harus menunggu Endita menyelesaikan Sekolah menengahnya.
Arwan khawatir jika tidak segera menikah akan menimbulkan fitnah dan khawatir tidak bisa menahan hasratnya jika bertemu dengan gadis cantik pujaannya itu.
Yah begitulah, Endita memang terlalu indah untuk tak segera dihalalkan. Maka keluarga Arwan meminta segera menghalalkan Endita.
Hari pernikahan pun tiba.
Hanya nikah resmi secara agama dan negara tanpa ada resepsi dan pernikahan ini hanya dihadiri keluarga inti dan sahabat dekat kedua mempelai. Dan juga orang tua Jenny, dan orang tua Riyanti dan Erina.
Endita begitu cantik dengan balutan kebaya putih rancangannya. Sedangkan Arwan begitu gagahnya mengenakan stelan senada dengan Endita.
"Jo, Er, aku deg degan. kringet dingin aku mah. kata Endita yang didampingi kedua sahabat nya di kamar.
"Tenang En, baca bismillah, tarik nafas, hembuskan perlahan, biar gak tegang, okey? kata Erina sok bijak, padahal dia sendiri juga belum pernah nikah.
"Bismillah... Endita menarik nafas perlahan, lalu menghembuskan pun secara perlahan.
"Santai aja Bu bos, ngadepin Abang kesayangan lu ini. biasa juga lu main nemplok aja sama bang Arwan. Lu juga udah biasa kan ketemu sama Abang kesayangan lu itu. Riyanti ikutan memberi saran.
"Itu dulu Jo, saat gue masih bocah. Suka nemplok sama bang Arwan, tapi setelah gede ini, apalagi sejak bang Arwan di Luar negeri, udah dua tahun gue gak pernah Deket sama dia. hanya chating dan VC aja. lu kan tau itu Jo, Er. Endita masih tetap dag Dig dug.
"Ketemu juga baru beberapa hari, udah langsung dinikahin aja, apa nanti gue bisa jadi istri yang baik buat bang Arwan.
"Secara gue masih muda, sifat kenakan dan manja gue masih dominan, apalagi sama Banga Arwan, gue kan manja banget, gue takut bikin Abang kecewa. Ada rasa khawatir dari nada bicara Endita.
"Udah tenang, kan lu nikahnya juga sama orang yang lu sayang, Gue yakin bang Arwan juga bisa ngertiin lu, dia kan sayang banget sama lu, kalian saling mencintai, gue yakin kalian bisa hadapi masalah dalam rumah tangga kalian bersama. Udah gak usah terlalu dipikirin. Erina masih mencoba menenangkan Endita agar bisa tenang.
"Bener tuh apa kata Erina. udah jangan pasang wajah jelek gitu, senyum dong. kan ada kita disini nemenin lu, Senyum ya. kata Riyanti.
Endita mengangguk " Jo, Er, lu masih sayang sama gue kan walau gue udah nikah? Tanya Endita berkaca-kaca sambil memeluk kedua sahabatnya itu yang ada di kiri dan di kanannya.
"Ngomong apaan sih lu bawel, Riyanti menyentil kepala Endita.
"Ulu sahabat kita, sodara kita, Bu bos kita ya pastilah kita sayang sama lu, sampai kapan pun. Riyanti melanjutkan kalimatnya sambil menitikkan air mata haru, begitu juga dengan kedua sahabatnya
"Udah jangan berisik, jangan sedih-sedihan, nanti make up kita luntur, apalagi make up lu En kalau luntur kan jelek. Kata Erina.
"Make up gue mahal kali Er, kagak luntur kalau cuma air mata doang berkata sambil tertawa dan menghapus air matanya.
__ADS_1
"Mulai sombong dia Jo, Erina berkata sambil menyeka air matanya.
Mereka bertiga tertawa bersama.
****
Di lantai bawah suasana sakral terasa saat Arwan bersiap di depan penghulu akan melakukan ijab kabul, di samping Arwan ada bang Alfin .
"Bang Al, gue deg degan banget, sambil berbisik kearah Alfin.
"Tenang, Bismillah tarik nafas, hembuskan perlahan. Gak lama lagi Endita Halal buat lu, semangat. kata Alfin sambil tersenyum
Arwan hanya mengangguk.
"Sudah siap nak Arwan, tanya penghulu.
"Insya Allah sipa pak, Bismillahirrahmanirrahim.
Jawab Arwan.
"Kita mulai ya. Kata pak penghulu, yang dijawab anggukan oleh mempelai pria dan para saksi.
Jenny naik ke lantai dua menuju kamar Endita untuk menjemput adik iparnya itu.
Untuk membawa Endita bertemu suaminya dan melakukan sungkeman.
Setelah sungkeman, acara dilanjutkan dengan memberi ucapan selamat dari para kerabat kepada kedua mempelai.
"Selamat semoga kalian cepet dapat momongan, hati-hati Ar, Bini lu masih muda banget, jangan di garap terus, Arwan Ternyata tebakan gue bener, lu jodoh sama Endita.
Radha memberikan ucapan selamat menjabat tangan sahabatnya sekaligus bosnya di rumah sakit. Walaupun Arwan adalah atasan Radha dan pemilik rumah sakit, tapi mereka tetap sahabat sejati tetap akan saling bercanda bila diluar jam kerja.
"Lu tenang aja, paling setiap episode bisa empat babak Mak hahaha, Arwan ikutan becanda.
"Gila lu, mampus anak orang Ar. Radha agak bergidik ngeri.
Endita yang gak ngerti dengan omongan unfaedah dari Suami dan sahabat suaminya hanya ikut tersenyum saja.
Lalu beralih mengucapkan selamat ke Endita, kalau kelamaan ngobrol di tempat Arwan bisa makin ngaco
__ADS_1
"Selamat En, Bahagia hingga syurga ya sayang. kata Radha saat menjabat tangan Endita lalu cipika cipiki.
"Hati-hati lu sama Arwan En, Arwan tuh Ganas mau bikin lu gak bisa jalan katanya. sebelum melapaskan pelukannya ke Endita Radha sempat berbisik, membuat Endita ngeri walau tak mengerti maksudnya.
"Makasih kak Radha udah datang. Kata Endita tulus.
"Kak Radha, Kalandra mana kok gak ikut? Endita menanyakan putra Radha yang berusia kurang lebih 6 th
"Lagi mager dia asyik main di rumah, Andra udah mulai males ikutan kita, kecuali kalau mau jalan-jalan. Aku pamit ya En. Radha sekali lagi memeluk Endita, sambil berpamitan
"Iya kak hati-hati, salam buat si ganteng Andra.
Sementara di samping Endita Briyan suami Radha dan sahabat Arwan yang juga dokter di rumah sakit milik Arwan memberi ucapan selamat
"Selamat ya Ar, mantap Lu Ar, dapat daun muda banget, gak pernah pacaran langsung nikah dapatnya paket komplit.
"Makasih Kak Bry, Rejeki anak soleh kak, dapat paket komplit, Kak Bry juga dapat Si bawel radha paket komplit, Jawab Arwan.
"Bener Ar, sobat lu baik banget, pinter cantik lagi. Oh ya Ar, gue permisi dulu, gak usah buru-buru masuk kantor, kantor aman sama gue, nikmati aja Pengantin baruan lu. kata Briyan sambil menaik turunkan kedua alisnya.
Mereka berdua pun tertawa bersama.
****
Semua acara pernikahan Arwan dan Endita telah selesai. Sebagian besar kerabat sudah kembali kerumah masing-masing.
Hanya keluarga inti dari mama indah yang masih ada di rumah keluarga Bramantyo.
Setelah para wanita selesai shalat magrib, sementara para pria shalat magrib berjamaah di masjid dekat rumah keluarga Bramantyo.
Di ruangan makan, bunda, mama, dan kak Jenny serta Endita dan para ART menyiapkan makan malam, sedangkan para pria belum kembali dari menunaikan shalat Maghrib berjamaah.
Tak beberapa lama..
Tiba-tiba ada tangan kokoh yang memeluk Endita dari belakang.
" Lepasin, malu sama mama, Bunda, kak Jenny juga. kata Endita berusaha melepaskan tangan kokoh itu.
BERSAMBUNG....
__ADS_1
👍 kalian sangat berarti buat aku. makasih.