TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)

TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)
Hadiah dari Arwan


__ADS_3

Endita masih sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya Arwan pesan di toko perhiasan itu.


Kalau memang Cincin untuk tunangan atau cincin pernikahan, mengapa Abangnya dan Bunda merahasiakan dari Endita, Akh Endita pusing dengan pikirannya sendiri dan yang berandai andai.


Pelayan toko datang menghampiri mereka membawa kotak perhiasan beludru warna merah.


"Mas ini pesanannya, pelayan itu membawa kotak beludru kepada Arwan.


"Apakah yang Anda pesan spesial untuk gadis kecil yang cantik ini... tanya pelayan toko itu tersenyum. Sengaja senyumnya dibuat semanis mungkin siapa tau saja si ganteng itu tergoda batinnya


"Pilihan anda memang benar-benar cocok dengan gadis cantik ini. pelayan toko itu masih melanjutkan kalimatnya dan masih tersenyum menggoda sambil mengerlingkan sebelah matanya.


Arwan yang melihat bukannya tergoda, malah bergidik ngeri, dan serasa ingin secepatnya meninggalkan toko perhiasan itu.


"Perhiasan cocok untuk gadis kecil ini, berarti itu aku, maksudnya.. ah... gagal paham aku, batin Endita.


"Boleh saya lihat mbak, kata Arwan meminta kotak perhiasan yang masih di tangan pelayan toko itu.


Pelayan toko itu gagal fokus meyaksikan makhluk tampan ciptaan Tuhan yang ada di hadapannya.


"Eh... anu... maaf... silahkan katanya tergagap. sambil menyerahkan kotak perhiasan itu yang dari tadi hanya dipeganggnya saja.


Arwan membuka kotak itu, dan tersenyum puas dengan apa yang dilihatnya


"My Queen Ini buat mu sambil memperlihatkan isi didalam kotak perhiasan itu.


"Sini Abang pakaikan. sambil memberi kode dengan jari telunjuknya agak Endita berputar balik arah.


Endita yang masih bengong menuruti kemauan abangnya, berputar membelakangi Arwan. Arwan memasang kalung itu di leher Endita.


Setelah kalung itu terpasang di leher Endita Arwan menyaksikan wajah Endita yang masih bengong memegang kalung emas putih yang sudah bertengger di lehernya, ya kalung cantik berliontin kelapa tokoh kartun kegemarannya Mickey dan ada berlian kecil di sana. cantik sekali.


"Haloooo.. Arwan melambaikan tangan di depan wajah Endita, yang masih aja bengong.


"Kamu gak suka ya? dengan wajah murung Arwan menunduk.


Endita yang tersadar dengan apa yang baru saja terjadi merasa bersalah.


"Abang kesayangan ku, sambil meraih tangan Arwan.


"Aku suka banget Abang, kalungnya cantik, terimakasih bang.


"Beneran suka? tanya Arwan dengan wajah yang awalnya cemberut dan kecewa, menjadi senyum berseri, menambah aura ketampanannya naik berkali kali lipat.


"Terimakasih Abang Kesayangan ku


Cup...


Endita memberi kecupan sayang di pipi kanan Arwan. yang masih jongkok mensejajarkan diri dengan gadis kecil itu saat tadi memakaikan kalung ke leher Endita


"Abang jadi miring nih, dengan sengaja memiringkan kepalanya ke sebelah kanan. gak seimbang nih kalau hanya pipi kanan, sini lagi dong, sambil mengetuk-ngetukkan jari di pipi kirinya.

__ADS_1


Cup...


"Gini kan seimbang. mau Abang gendong, sambil memasang punggungnya.


"Mau banget... Sambil naik ke punggung Arwan.


Pelayan toko yang melihat kedekatan Arwan dan Endita jadi berandai andai, andai saja aku yang memberi kecupan di pipi pria tampan itu.... oh bahagianya. sambil senyum-senyum sendiri.


"Terimakasih mbak, Kata Arwan meninggalkan toko perhiasan tersebut dengan Endita yang sudah nemplok kaya cicak di pundaknya.


"Abang, sudah siang, waktunya shalat dan makan siang, Aku lapar.


"Siap kita ke mushola, shalat lalu makan.


***


Selesai Shalat dhuhur, sambil menunggu pesanan datang mereka kembali bercanda, dan seperti biasanya Arwan menggoda Endita.


"Cie Cie ada yang seneng banget tuh dengan kalung barunya. tapi itu gak gratis ya Queen, bayar..


"Dasar pelit, Nih ambil lagi, gak ikhlas amat sama Adek sendiri sih Abang. sambil memasang wajah kesal.


"Wajah udah jelek jangan di buat tambah jelek.


Arwan terus saja menggoda Endita.


"Wlek jelek, kata Arwan sambil meletakkan lidahnya.


"Abang aku gak jelek. Aku nangis nih Abang, Mata Endita sudah mulai berkaca-kaca.


Bahaya batin Arwan, segera saja Arwan pindah posisi duduk ke samping Endita. Sambil mengelus kepala Endita.


"Enggak kok sayang, kamu cantik, paling cantik dimata Abang, maafin Abang ya, Abang cuma becanda kok. Kalung itu memang Abang pesan khusus buat 'My Queen Cicak cantik' Abang. dan itu free, gak mungkin kan kalung yang tidak seberapa harganya itu Abang suruh kamu bayar, kok terkesan pelit amat Abang ganteng kamu kalau begitu. sudah jangan nangis, malu dong, udah cantik gini kok cengeng.


"Iya Abang, makasih ya.


Makanan yang mereka pesanan pun datang.


Mereka makan dalam keheningan.


****


"Assalamualaikum...sambil berteriak, Endita masuk rumah dengan berlari.


menghampiri kedua orang tuanya lalu berjabat tangan dan mencium punggung tangannya ayah dan bunda lalu duduk di pangkuan Ayahnya.


Bunda dan Ayah saat itu berada di ruang keluarga.


"Waalaikumsalam... sahut ayah dan bunda bersamaan


"Endita, kalau masuk rumah, ucapkan salam, jangan teriak-teriak dong sayang, ini rumah bukan hutan. kata bunda menasehati.

__ADS_1


"Masuk rumah juga Jangan lari-lari, kalau kamu jatuh gimana, kan gak sopan juga udah gede masih ada lari-lari dalam rumah. kata ayah sambil mengacak rambut putrinya.


"Abang kamu mana. tanya ayah.


"Ada kok yah tadi masih parkir mobil aku tinggalin hehehe sambil nyengir


."Assalamualaikum... Arwan menghampiri kedua orang tua Endita sambil meraih punggung tangan Ayah dan bunda dan mencium penuh hormat


"Kalian dari mana saja, seperti nya seru. kata bunda.


"En dari Taman, dari mall dan En di belikan Ini sambil menunjukkan kalungnya dan Itu, menunjuk paper bag yang tadi Endita taruh di meja.


"Ya ampun En, Ini kalung kan mahal sayang, kasian tabungan Abang kamu habis dong kalau selalu traktir kamu. kata Ayah.


"Gak pa-pa kok yah, cuma kalung dan sandal karakter ini. Gak ada apa-apa nya dengan kebaikan dan ketulusan Keluarga ini mau menerima aku di sini. terimakasih Ayah, Bunda, My Queen. Aku Sayang Kalian. Arwan dengan tulus mengatakan itu.


"Kamu ngomong sih. pake terimakasih segala. kamu sudah Ayah dan Bunda anggap anak sendiri jadi jangan ngomong gitu ah.


*****


Malam harinya setelah makan malam. mereka seperti biasa berbincang santai di ruang keluarga. Endita yang tadi ikut bergabung, beranjak pergi menuju dapur, di dapur masih ada bi Inah, yang mencuci piring.


"Mbak En nyari apa?


"Ini bi, lagi nyari Buah Nanas ku yang ada di mangkok Merah nama ya bi, terus mengubek-ngubek isi lemari Es di dapurnya.


"Tadi ada di situ kok mbak EN. Bibi yang penasaran ikut mencari di bagian atas lemari es yang tidak terjangkau tubuh kecil anak majikannya itu.


"Gak ada ya mbak En, atau mungkin mbak Endita yang lupa, udah dimakan kali.


"Enggak kok bi'...


Tiba-Tiba mang Ujang datang.


"Lagi nyari apaan mbak En, kata mang Ujang.


"Buah potong ku mang.


"Oh Buah Nanas di mangkok Merah ya mbak En.


"Bener mang, mang Ujang liat?


"Itu mbak En tadi sore, dimakan sama Mas Arwan. Emang kenapa mbak En? itu kan masih ada buah potong yang lain.


"Tapi aku maunya buah nanas Mang.


"ABAAAAANG... Endita berteriak sangat nyaring, membuat seisi rumah kaget, terlebih bi Inah dan Mang Ujang yang ada di dekat Endita. mereka tidak mengerti apa sebenarnya yang terjadi....


Bersambung....


mohon dukungannya, jempol 👍 yang kalian berikan sangat mendukung Author untuk berkarya. Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2