
"Jo.. Er.. kata Endita melambaikan tangan nya.
Tiba di meja yg ditempati Arwan Endita.
"Sempit En, kita gabung 2 meja ya?
Endita hanya mengangguk, lalu Riyanti semangat menggabungkan 2 meja agar lebih luas.
"Pesan sana gih gue traktir lu adik-adik bawel ku. kata Arwan menawarkan traktiran pada dua gadis cantik di depannya yang sudah dianggapnya adik.
"Pesen apa aja boleh kan bang, nambah juga boleh. Riyanti bersemangat.
"Pesen sekalian sama Owner nya juga boleh, jomblo, dan ganteng lho dia Jo. kata Arwan mulai menggoda Riyanti.
"Nanti aja lah bang, sekolah juga belum kelar, tapi kalau ganteng boleh juga hahaha.. kata Riyanti becanda.
Setelah mereka memesan dan pesanan datang.
"Asyik juga sekarang di taman ini, menunya murah tapi enak, kata Riyanti nyrocos sambil mulutnya penuh dengan roti bakar.
"Ri, lu itu cewek, kalem dikit Napa. kata Erina mengingatkan sahabatnya sambil menyentil jidat sahabatnya.
Endita dan Arwan hanya geleng-geleng kepala.
"Gimana bisa, ada cowok yang mau sama cewek bar-bar gak jelas Kayak gini? Erina masih saja ngomel liat tingkah sahabatnya.
"Iya-iya gue kalem, sambi menelan roti bakar yang dia makan dan meminum jus nya hingga tandas.
"Tambah lagi ya bang, kata Riyanti sambil menunjukkan gelas kosong kearah Arwan.
Arwan hanya mengangguk.
Saat keempatnya bercerita kesana kemari gak jelas. tiba-tiba ada seorang gadis cantik menghampiri mereka..
"Dokter Arwan, Mbak Endita..
"Hai kak Mila Endita lalu berdiri menyambut Suster Mila sambil cipika cipiki khas cewek kalau ketemu temannya.
"Hai Mil, sendirian aja, sini gabung. Arwan mengajak suster Mila gabung di meja yang sama.
"Iya kak Mila duduk sini aja, biar rame. Endita membenarkan ucapan suaminya mengajak suster Mila gabung dengan mereka.
"Kak Mila, kenalin ini sahabat, sekaligus sodara bagi kami, Endita mengenalkan dua sahabatnya
"Riyanti, panggil aja Riri, sambil berjabat tangan.
"Mila. sambut suster Mila dengan senyum cantiknya.
__ADS_1
"Erina, Panggil Er atau Nana juga boleh. Mila beralih menjabat tangan Erina.
"Mila.. kembali berkata sambil tersenyum.
"Wow... rame banget, banyak bidadari cantiknya. Ricko datang menghampiri mereka berlima.
"Kenalin dong Bro, adem banget ngeliat yang bening-bening gini.
"Jangan macem-macem, ini adek-adek gue.
"Tunggu dulu Ar, ini bukannya... siapa ya yang gue pernah liat fotonya sama Endita waktu itu kan? Ternyata aslinya lebih cantik, kata Ricko sambil melirik kearah Riyanti.
Dasar Riyanti yang cuek sama cowok, gak peduli, tetap asyik dengan sedotan jus nya.
"RICKO.. kata Arwan dengan suara sedikit ditekan, maksudnya agar Ricko tidak menjadikan Riyanti korban kenakalannya.
"Kagak bro, gak berani gue.
"Oh ya, Mila asisten gue di rumah sakit, Riyanti dan Erina sohib Endita.
"Kalian bertiga, itu sahabat ku, agak nakal, tapi baik RICKO.
Mereka bertiga hanya menyatukan dua telapak tangannya di depan dada.
Suasana menjadi ramai, Riyanti, Erina, Mila dan Ricko yang baru bertemu juga menjadi akrab.
"Ini si Jojo, Riyanti alias Riri alias Jojo, panggilan sayang kami untuk Riyanti. Arwan menjelaskan
"Oh... aku juga mau dong punya panggilan sayang khusus buat Riri, kata Ricko melancarkan serangan.
Tapi Riyanti gak bakalan baper, dia hanya menanggapi nya dengan santai, dan malah serangan Ricko di balas lebih dasyat lagi, tapi hanya bercanda.
Begitulah Riyanti, orangnya rame.
"Kalau aku mah gak usah ada panggilan sayang atuh kak Ricko, langsung halalin aja ayuk bawa aku ke KUA.
"Hahaha... semua terbahak serentak.
Ricko jadi salah tingkah, sejak awal, bahkan saat melihat foto Riyanti kala itu ada getaran berbeda yang ricko rasakan, lain tidak seperti saat Ricko kencan dengan gadis yang berbeda-beda.
"Serius amat kak Ricko sante aja, becanda kali kak. Riyanti tersenyum cantik sekali.
"Jangan heran Rick, Riri emang begitu anaknya. gak usah baper, muka lu tuh mupeng alias muka pengen. hahaha Arwan terbahak.
"Siapa yg bisa nolak pesona gadis secantik Riri Ar, tapi mana berani gue, lu liat kan sekarang gue gembel gak kayak dulu, mana ada cewek mau sama gue bro. Ricko berkata sambil matanya menerawang.
"Tunggu dulu kak Rick tadi bilang apa?? si Riri cantik, helo... bangun kak Rick, Riri itu tampan kak bukan cantik, secara dia macho banget, kata Erina yang membuat semua orang terbahak.
__ADS_1
"Enak aja lu Er, walau gue macho, bar-bar, tapi kan tetep aja sisi kecantikan gue terpancar kata Riyanti sambil melempar gumpalan tisu bekas kearah Erina.
Obrolan ringan sore itu harus berakhir. mereka semua pamit meninggalkan food Truck milik Ricko.
***
Suara seseorang menelfon anak buahnya.
"Kamu sudah siap kan Rencana yang sudah kita bicarakan semalam kamu dah ngerti kan, buat Serapi mungkin.
"foto Gadis itu udah aku kirim kan. Suara dari seberang telfon.
"Siap bos dah ngerti. akan saya laksanakan sebaik mungkin. bos tenang saja, saya tidak akan mengecewakan.
"Ok.. saya tidak mau ini gagal.
Tit.. telfon di tutup sepihak.
****
Senin pagi, seperti biasa pagi-pagi sekali setelah shalat subuh, Endita sudah di dapur menyiapkan sarapan untuk dirinya dan suaminya, Walau ada ART tapi untuk urusan Makan minum Arwan menjadi tanggung jawabnya, Arwan sangat menyukai masakan istrinya, sehingga sejak menikah jika tidak terpaksa dia tidak akan makan di luar.
"Finish, Endita tersenyum setelah selesai menyiapkan menu sarapan.
"Segera bersiap mbak En biar bibi yang beresin. kata Bibi yang sudah bersama keluarga Bramantyo sejak Endita belum lahir. Endita sangat dekat dengan bibi dan sudah seperti orang tua kedua bagi Endita. Makanya saat Endita pindah sekolah ke Jakarta bunda juga meminta bibi dan suaminya ikut menemani Endita di Jakarta.
"Makasih ya bi, bibi baik deh kata Endita sambil tersenyum. tidak ada jarak antara majikan dan ART.
Tapi belum sempat Endita berlalu meninggalkan dapur tiba-tiba...
"Ah.. bikin kaget aja, sepasang lengan kokoh Memeluk pinggangnya dari belakang, dan sebuah kecupan mendarat sempurna di pipinya
"Malu bang di liatin bibi.. kata endita.
"Bibi gak liat kok mbak En bibi merem.
"Bibi juga pernah muda my Queen, pasti bibi ngerti, iya kan bi.
Si bibi hanya mengangguk dan tersenyum bahagia melihat keromantisan majikannya yang sudah seperti anak baginya.
"Mandi gih bang, habis olah raga main nyosor aja. kata Endita.
"Iya sayang,Tolong ambilin air putih hangat. kata Arwan sesaat setelah mengurai pelukannya dan duduk di kursi.
Endita berlalu mengambilkan air putih hangat untuk suaminya, setelah itu mereka berdua menuju kamar dan bersiap, Arwan kerumah sakit, Endita berangkat sekolah.
Bersambung....
__ADS_1