
Arwan...
Dua hari lagi jadwal Arwan hanya pulang ke Indonesia. Seorang teman Ricko membantunya berkemas. Ricko adalah teman Arwan sejak menetap kuliah di luar negeri hanya beda jurusan, Ricko ngambil Jurusan Bisnis Management, walau demikian mereka sangat dekat, apartemen mereka juga bersebelahan.
Ricko juga akan pulang ke tanah air bersama dengan Arwan.
Ricko, seorang pemuda tampan, tubuh tinggi atletis, orang tuanya di Jakarta tajir melintir, sahabat yang baik, tapi playboy.
Sering Arwan mengingatkan sahabatnya untuk setia dengan pasangan.
"Bro, gue penasaran dengan gadis SMA yang bisa bikin Lo klepek-klepek, sampe berencana nikahin dia, dan juga kok bisa ya lo setia banget, padahal disini kan banyak yang bening bro, bisa nyosor sana nyosor sini bro.
Beginilah Ricko, kalau hanya sekedar ciuman sudah biasa dia lakukan dengan gadis-gadis yang dia pacari. Ricko sangat kagum dengan Arwan yang sangat mampu menjaga hati, hanya untuk seorang gadis SMA menurutnya.
"Elu belum liat aja, calon bini gue Masya Allah, baik, cantik, menyenangkan, setia dan juga ngangenin.
"Mau liat dong fotonya penasaran gue, seberapa menariknya seorang Endita itu. Ricko berkata.
Sudah beberapa kali Ricko membujuk Arwan ingin melihat foto Endita, tapi Arwan tidak mengijinkan.
"Jangan, gue khawatir elu bakalan jatuh hati. Walau gue yakin sih, Dia gak bakalan naksir sama playboy cap karung kayak lu. Yang penting Cewek lu embat hahaha...
"plisss liat ya, kagak mungkin lah bro, sebejat-bejatnya gue, gak bakalan naksir calon bini sobat gue sendiri bro, Liat ya.. ya..
"Iya.. iya tapi janji, jangan sampe jatuh cinta Lu.
"Siap, Sabil mengangkat tangan kanannya hormat.
Arwan mengeluarkan ponsel, membuka galeri fotonya, ada foto Endita mengenakan dres warna putih gading dengan jilbab senada saat di acara Anniversary Pernikahan ayah dan bunda.Di foto itu Endita tersenyum manis mendampingi ayah dan bunda.
"Nih calon bini dan mertua gue. kata Arwan dengan bangganya.
"Ya ampun Bro, ini mah bidadari tak bersayap. dia punya adek atau kakak, mau dong.
"Udah jangan kelamaan Mandang nya, calon bini orang itu. Dia anak tunggal, orang tuanya tajir melintir, tapi dia anaknya sederhana banget, ini yang jadi nilai plus plus, buat gue jatuh sejatuh-jatuhnya cinta mati sama Endita, kata Arwan dengan mata berbinar penuh cinta
"Yang lagi Falling in love. Gue curiga nih anak, sampe tanah air langsung ngajak nikah. Ricko hanya geleng-geleng kepala menyaksikan sahabatnya yang senyum-senyum.
"Nih masih ada lagi foto Endita bersama sahabat sejatinya. Arwan menggeser layar di ponselnya, nampak foto tiga gadis cantik berkerudung.
"Mampus gue, cantik banget, saat Ricko melihat foto Endita, Riyanti, dan Erina.
Tapi pandangan matanya fokus ke arah Riyanti.
__ADS_1
"Bro, yang ini manis banget, sambil menunjuk Riyanti dan mengaktifkan mode Zoom di layar ponsel Arwan.
" Gue balik ke indo, kenalin ya plisss. kata ricko memohon.
"Gak bakalan, kasian Riyanti yang baik, kenalan sama lu yang bejad.
"Kalau lu gak mau ngenalin gue, ya gue bakal cari sendiri lah. Lumayan sampe Jakarta ada mangsa buat di pacarin lagi, Ricko berkata sambil cengengesan.
"Jangan ganggu Riyanti, gue dan Endita sayang sama Riyanti, dia sudah seperti Adek bagi gue, dan saudara bagi Endita.
"Gue gak mau lu mainin dia, kalau lu apa apain Riyanti, gue bakal buat perhitungan sama lu. kata Arwan Sambil mencengkeram kerah baju Ricko dan memasang kepalan tinjunya tepat di wajah Ricko dengan ekspresi wajah yang serius.
"Wey... sante bro, gue becanda. Ricko berkata sambil menepuk bahu Arwan.
"Jangan mainin Riyanti, dia gadis baik-baik, dia juga tulang punggung keluarga nya Rick. Arwan masih tidak rela Riyanti yang sudah seperti adik baginya menjadi korban kenakalan Ricko.
"Gue janji, gak bakalan mainin dia, tapi kalau gue jadian sama dia boleh dong ya? Ricko masih berusaha membujuk Arwan.
Ricko tau jika Arwan pasti akan melindungi orang yang di sayang dengan segenap jiwanya.
"Serah lu...
***
Seorang gadis duduk di samping Ricko, gadis cantik seksi, kali dilihat dari raut wajah dia juga dari Indonesia.
Melihat ada gadis cantik dan seksi duduk di sampingnya, jiwa playboy Ricko meronta.
"Ar, ada mangsa buat ngisi kekosongan nih, setelah kemarin gue putusin pacar-pacar gue yang bule hehehe. Raut wajahnya kayak sebangsa dan setanah air sama kita nih Ar. Lumayan kan sampe Jakarta ada yg bisa ngangenin gue. kata ricko sambil berbisik sambil Tertawa jahat.
"Kambuh lagi nih anak, serah lu, suka-suka lu, idup-idup lu, capek gue nasehatin lu, asal jangan lu buat hamil aja anak orang Arwan berkata sambil memasang wajah kesal.
"Gak sampe hamil Ar, paling cuma sentu-sentuh dikit aja Ar, liat tuh montok banget. Ricko berkata sambil memalingkan wajahnya dari Arwan mengalihkan pandangannya kearah gadis cantik dan seksi di sebelahnya.
"Ingat dosa Rick.. Arwan masih berusaha mengingatkan.
"Hai.. sapanya
"Hai...balas gadis itu sambil memasang senyum di buat semanis mungkin. Dan mengeser duduknya lebih mendekat kearah Ricko
"Dari Indonesia...? Ricko yakin gadis ini dari Indonesia, melihat wajah wanita didekatnya
"Iya, aku dari Jakarta. sambil tersenyum.
__ADS_1
"Sama, sepertinya kita berjodoh sama-sama mau ke jakarta, boleh kenalan? sambil menyodorkan tangannya mengajak salaman Jiwa playboy Ricko mulai beraksi.
"Lucy kata gadis itu, membalas uluran tangan Ricko.
"Ricko.. boleh kita berteman? kata sambil mengedipkan sebelah matanya. karena merasa mendapat sambutan dari si gadis di sebelahnya.
"Boleh dong kata Lucy, yang juga mengedipkan sebelah matanya.
Merasa mendapat respon dari gadis cantik dan seksi di sebelahnya, Ricko tak menyia-nyiakan kesempatan
"Boleh minta no ponsel kamu, biar kita bisa lebih mudah berkomunikasi? Ricko masih melancarkan aksinya.
"Boleh banget, dengan senang hati kata Lucy tak kalah bahagia nya mendapatkan kenalan cowok ganteng.
Mereka berdua sudah ngobrol panjang lebar.
Sedangkan Arwan hanya sibuk dengan ponselnya mengirim pesan kebalahan jiwanya Endita.
Sesaat Lucy menengok kearah Arwan, Ricko yang menyadari bahwa dari tadi dia mengabaikan sahabatnya, lalu mengenalkan Lucy ke Arwan
Saat itu Arwan memakai Hoodie dan menutup kepalanya, sehingga wajahnya tidak tampak jelas dari samping
"Arwan kenalin ini ada gadis cantik, kata Ricko menepuk bahu Arwan.
Arwan lalu menoleh, sehingga Lucy dengan jelas dapat melihat wajahnya.
"Arwan.. kata Lucy kaget, tidak menyangka akan bertemu Arwan di Sini.
"Iya, aku Arwan, maaf apa kita saling kenal?
"Aku Lucy yang waktu itu... di supermarket, kamu jalan sama gadis kecil, dan waktu di kafe kita ketemu lagi. kata Lucy masih mengingat semuanya saat ketemu Arwan beberapa tahun lalu.
Sedangkan Arwan tidak pernah mengingat hal yang menurutnya tidak penting.
"Oh... Lucy sambil tersenyum datar. lalu melanjutkan aktivitas bersama ponselnya.
"*Ya ampun ini orang, manusia apa kulakas sih, dingin amat. Lucy hanya bisa membatin.
"Tapi biarlah, gak dapat Arwan, Ricko juga terlihat keren dan tajir. lumayan lah buat nemenin dan jajanin gue barang-barang branded. Jiwa matre Lucy mulai tertawa bahagia*
Ricko hanya geleng-geleng kepala menyaksikan sahabatnya yang selalu bersikap dingin dan datar kepada setiap gadis yang berusaha mendekati nya.
Panggilan untuk penumpang tujuan Jakarta berkumandang. Arwan dan Ricko berjalan menuju pesawat di bagian depan kelas bisnis. begitupun dengan Lucy.
__ADS_1
Bersambung......