
"Mami kok arahnya ke rumah Riyanti mi Pi..
"Jangan bilang aku akan melamar gadis tetangga Riyanti .. kasian Riyanti mi..
Mobil terus melaju memasuki daerah tempat tinggal Riyanti, Ricko hafal tempat itu, karena Setahun dia tinggal di kontrakan milik ibunya Riyanti.
"Mami, papi, Ricko mohon batalkan pernikahan ini kalau kalian sengaja mau membuat Ricko dan Riyanti bertambah sakit.
"Masak iya aku harus menikahi gadis yang menjadi tetangga Riyanti Ricko terus melakukan penolakan. Serasa mau meloncat keluar dari mobil, tapi pintu sudah di kunci oleh supir atas perintah papinya.
"Mami... mami..., papi Ricko panik melihat istrinya merintih kesakitan sambil memegang dadanya. sambil memeluk istrinya di bangku kedua dalam mobil
"Ricko kamu bisa tenang gak sih jangan terlalu banyak protes liat mami kamu dadanya mulai sakit lagi. kata papi Ricko yang berkata sambil merengkuh bahu istrinya.
"Calon istri mu adalah calon mantu puluhan mami, dan calon mantu idaman mami kamu tau itu. jadi papi mohon jangan perotes lagi, kasian mami mu Ricko.
"Iya Pi.. kata Ricko sambil menitikkan air mata, antara sedih harus menikah dengan wanita yang rumahnya ada di dekat rumah Riyanti dan dilema mau nolak keinginan maminya tapi gak tega liat mami nya sakit.
"Mami... mami... maafkan Ricko mi, baiklah Ricko akan terima semua keputusan mami asal mami jangan sakit ya. kata Ricko sambil melihat ke bangku barisan tengah.
"Papi lihat, di rumah Riyanti juga sudah ramai, pasti Riyanti sudah di lamar orang sambil menahan butiran bening yang hampir yang hampir mengalir tak terbendung.
Saat melewati rumah Riyanti, sopir keluarga Ricko dan rombongan mobil pengantar ricko memperlambat laju kendaraannya, karena banyak tetangga yang mulai berdatangan ke rumah Riyanti.
Mobil rombongan Keluarga Ricko Terus berjalan dan memarkir kendaraan di tanah lapang dekat rumah Riyanti.
"Papi kok parkir di sini? gak enak sama keluarga Riyanti Pi, tanya Ricko heran.
Tanah lapang ini hanya berjarak beberapa meter dari rumah Riyanti.
Papinya hanya menyediakan bahu dan mengerutkan kedua alisnya menjawab pertanyaan anak semata wayangnya.
"Hufh... hanya hembusan nafas kasar yang terdengar dari mulut Ricko
Arwan Endita dan Kenzo mendekati calon pengantin.
"Kusut amat lu Bro, orang mau nikah itu bahagia bukan jelek kaya gitu, kegantengan lu turun lima puluh persen kalau gitu Rick.
"Gue dulu mau ngelamar Endita happy banget sampe gak bisa tidur gara-gara gak sabar nunggu esok hari, senyum terus merekah sampe gigi gue kering.
Sambil tersenyum dan menunjuk lengan sahabatnya Arwan berkata.
"Elu ngelamar gadis pujaan yang sudah lu taksir dari gadis itu usia 8 tahun ya pasti senyum-senyum bahagia b*egok, lah gue gadis yang mau jadi bini gue aja jangankan wajahnya, namanya aja gue gak dapat bocoran.. Ricko membalas tinjuan di lengan sahabatnya dengan keras membuat Arwan meringis dan mengusap lengannya.
"Sayang sakit, kata Arwan berkata manja pada Endita.
"Kacian... suamiku. sambil mengusap dan memberi k*ecupan di lengan suaminya.
"Kok di lengan sayang, di sini dong kata Arwan sambil nunjuk pipinya.
__ADS_1
"Jangan dong bang ada Jomblo akut sambil melirik ke arah Ken.
Arwan hanya tersenyum sambil mengusap pucuk kepala istrinya yang tertutup jilbab.
"Mesra- mesra an terus... gak liat apa ada yang jomblo Protes Ken.
"Pamer teroooss.. Ricko tak kalah sewotnya.
"Sa B*odo makanya cepet nyari pasangan Kenzo... kata Arwan cuek.
Sedangkan Endita hanya tersenyum.
"Ayok sudah siap semua? Nih kalian bantu bawa seserahannya kata Mami Ricko Sambil menyerahkan hantaran yang sudah di kemas cantik dan pastinya barang-barang mahal.
"Pakde dan bude kamu juga sudah ada tuh, sambil melihat kearah kakak dari suaminya.
Tadi pak de dan bude Ricko tidak berangkat dari rumah Ricko, karena arah dari rumah pak de nya Ricko lebih dekat kalau langsung ke rumah Riyanti
"Apa kabar pak de... Bu de kata Ricko sambil menyalami dan mencium punggung tangan kakak dari papi nya.
Arwan, Endita, dan Ken juga melakukan hal yang sama.
"Ayok sudah di tungguin tuh... kata mami sambil menggandeng tangan putranya.
Ricko hanya cemberut, jalan sambil menunduk.
"Mami kok ke rumah Riyanti sih mi? tanya Ricko saat langkahnya memasuki halaman rumah Riyanti.
"Ya emang kita mau ngelamar nya di sini kata mami sambil tersenyum.
"Jangan bilang mami papi dan semuanya nge-prank aku ya, emang sebenarnya mau ngelamar Riyanti kan?
"Alhamdulillah ya Allah... Bahagianya sambil mengusap wajahnya Ricko berkata setengah berteriak.
"Ricko berisik gak malu apa di liatin tamu Bang Alvin menegur Ricko.
Yang lain hanya tersenyum.
"Maaf.. maaf.. terlalu bahagia Bang. Ricko yang tadinya wajahnya murung kini berseri-seri.
Tiba di dalam rumah Riyanti, jantung Ricko dah Dig dug, bahagia yang tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
Senyum terus tersungging dari bibirnya membuat ketampanannya naik berkali-kali lipat.
***
Sementara di kamar Riyanti
"Tega bener Endita, Bang Arwan, dan Ken dari kemarin gak kesini.
__ADS_1
"Bunda sama ayah juga kok gak ke sini nengok gue Er...
"Jangan kan mau ke sini, mereka nelfon atau sekedar Chat nanyain kabar saja gak pernah.
"Padahal biasanya mereka paling peduli sama gue.
"Sedih itu, ya ini.. kata Riyanti
Erina gak bisa ngomong apa-apa hanya bisa memeluk dan mengusap punggung sahabatnya.
"Mbak Riri di panggil ibu calon mbak Riri udah datang, panggil adik Riyanti.
"Orangnya ganteng mbak. pasti mbak Riri langsung jatuh cinta hehehe...
"Entah lah dek..
"Mbak Er, ayok dampingi mbak Riri ke depan udah di tungguin.
Riyanti tampung cantik dan anggun dengan kebaya moderen dengan bawahan batik senada dengan baju batik yang di gunakan Ricko.
Jalan keluar dari kamar di dampingi Erina.
Erina mengenakan gaun warna senada dengan Endita, mami, mama, bunda, ibu Erina dan ibu Riyanti serta kak Jenny.
Sedangkan Para pria mengenakan batik seragam, kecuali calon mempelai.
Berjalan keruang tamu dengan pandangan terus menunduk .
"Angkat wajah lu Jo, jangan nunduk aja, nabrak lu nanti.. Erina berkata sambil terus menggandeng tangan Riyanti.
"Senyum dong cantik, Erina masih melanjutkan kata-katanya
"Huuff Hembusan nafas kasar Riyanti.
Sementara di ruang tamu Ricko penasaran gak sabar nunggu calon istrinya datang.
"Ya ampun cantik banget bidadari tak bersayap calon ibu dari anak-anakku kata Ricko dalam hati.
Sementara Riyanti masih saja menunduk tidak berani melihat siapa calon suaminya.
Dia sudah pasrah dengan nasibnya.
BERSAMBUNG...
Like nya ya kak.
Komen, hadiah, dan vote dukungannya juga boleh
Makasih
__ADS_1