
Bagai disambar petir di tengah hari yang panas, menerima kenyataan bahwa mereka berdua ternyata sudah di jodohkan dengan pilihan orang tua masing-masing.
"Ri... Riri, Ricko berusaha mengejar Riyanti yang pergi meninggalkan ruang keluarga di rumah Endita setelah sebelumnya berpamitan.
Bunda meminta Erina dan Ken mengantar Riyanti pulang, karena tidak baik untuk Riyanti pulang berkendara sendiri dalam keadaan emosi yang tidak stabil.
sebenarnya bunda, ayah, dan mama kasian melihat Riyanti dan Ricko, tapi mereka tak bisa berbuat apa-apa.
Apa lagi mama nya Arwan entahlah... sejak pertama berjumpa dengan Riyanti, ada perasaan berbeda di hati mama Arwan.
Sepertinya wajah Riyanti mirip seseorang yang sangat ia Rindukan.
"Ricko jangan pergi sayang, kamu harus terima perjodohan yang sudah kami atur.. kata mami.
"Gak mi, Ricko gak peduli dengan perjodohan yang sudah papi dan mami atur, Pers*tan dengan itu semu. Ricko meninggalkan Ruang keluarga mengejar Riyanti.
Belum jauh Ricko melangkah tiba-tiba...
Bruk...
"Mami... bangun sayang kata papi Ricko mengguncang tubuh istrinya yang tiba-tiba ambruk terkulai lemas di sofa.
Sementara yang lain juga sudah menghambur menuju tempat mami Ricko pingsan.
Akhirnya Ricko mengurungkan niatnya mengejar Riyanti sambil menjambak rambutnya sendiri karena kesal.
"****... umpat nya sambil berlari menghampiri maminya.
Walau Ricko kadang membantah orang tuanya tapi dia anak yang sangat menyayangi maminya.
"Mami bangun mi... Ricko di sini, baiklah Ricko akan turuti semua kemauan mami dan papi.
Setelah beberapa saat Mami Ricko siuman.
"Mami jangan sakit ya mi, Ricko janji akan ikutin semua mau mami, Ricko sayang mami.
Lalu keduanya berpelukan, air mata ibu dan anak ini tak bisa terbendung lagi. Sekian tahun mereka berpisah akhirnya berjumpa.
"Tapi Ricko gak janji apakah bisa mencintai gadis yang sudah mami dan papi jodohkan.
"Heemm... mami Ricko hanya berdehem.
__ADS_1
"Mami yakin kamu akan jatuh cinta pada gadis pilihan mami, dia cantik, baik, mandiri, sopan, Solehah pokoknya paket komplit batin mami Ricko.
***
Riyanti, Erina, dan Ken tiba di kediaman Riyanti. Bangunan minimalis dengan banyak kontrakan petak-petak di sampingnya serta halaman yang luas dan asri.
Riyanti kaget saat memasuki halaman rumahnya, Sudah ada kerabat dari ibunya dan tetangga yang mulai ramai, di halaman sudah ada dekorasi untuk kegiatan lamaran outdoor nan cantik walau belum selesai seratus persen namun kesan mewah sudah terlihat.
Di tempat yang seharusnya ada nama kedua Calon pengantin juga belum terpasang ini yang buat Riyanti penasaran.
Berjalan dengan langkah setengah di seret dalam rangkulan Sahabatnya Erina, Riyanti masih terus menangis.
"Mak, kenapa hidup gue gini amat yak, belum pernah jatuh cinta, pas jatuh cinta, beneran jatuh yang sakit banget, ini kali ya yg namanya jatuh ketimpa tangga, sakit, memar, tapi tak berdarah... Riyanti berkata sambil tersenyum kecut.
"Gue tau lu pasti sakit banget, gue doain semoga suami lu orangnya ganteng, penyayang, baik, kaya hingga bisa lu porotin hehe.. jadi lu bisa deh segera mencintainya walau kalian nikah dalam perjodohan Aamiin..
"Entah lah Mak, kata riyanti sambil tersenyum miring.
"Doa yang baik di Aminin Jojo bukan di jawab entahlah….. Sewot Erina.
"Doa lu gak jelas banget masak kalau dapat suami kaya porotin sih.. kata Ken yang berjalan di belakang kedua gadis cantik tersebut sambil menjitak pelan kepala Erina.
"S*nting lu, sakit kali Ken, main jitak pala orang aja. Sambil mengusap kepala belakangnya Endita terus aja ngomel.
"Udah kalian itu ya, bisa gak sih akur sebentar aja, gak peka banget sahabat lu princess tercantik lagi ada masalah juga, peka dong pe-a'
"Iya maaf hehehe... Erina berkata sambil menjawil hidung mancung Riyanti.
"Maaf ya Jo walaupun kami sableng dan agak sengklek, tapi kami sayang banget sama lu JOJO, kata ken sambil menekan kata Jojo dan seperti biasa jitakan mendarat di kepala Riyanti, yang membuat gadis cantik itu kesal.
"Kebiasaan lu Sableng suka banget jitakin kepala kita, tapi elu udah gak berani kan jitak kepala Endita? kata Riyanti sambil membalas mencubit lengan Ken.
Ken hanya meringis sambil mengusap lengannya.
"Ya gak berani lah jitak kepala Endita, dia lagi hamil kasian nanti kaget apa lagi Endita kan lama banget usaha untuk hamil.
begitu lah candaan mereka bertiga yang bisa sedikit mengurangi sedih di hari Riyanti
Setelah mengantar Riyanti dan berbincang sejenak dengan ibu, akhirnya Ken pamit.
Sedangkan Erina memutuskan untuk menginap di rumah Riyanti, tadi Erina sudah menelfon asistennya untuk mengambilkan barang-barang keperluan nya selama menginap di rumah Riyanti hingga acara lamaran berakhir.
__ADS_1
Erina akan menjaga Riyanti 24 jam full sesuai dengan permintaan ibu, Endita, dan yang lainnya.
"Jo, gue pulang dulu ya, ingat jangan bunuh diri gara gara cinta tak kesampaian. Canda Ken yang mendapat pelototan dan injakan di kaki dari Erina.
"Apaan si lu Er, Sakit tau, untung lu cantik, jadi gue rela lu sakitin fisik gue, oh ya.. gue sumpahin bucin akut lu sama sohib ganteng lu ini wleek.
Ken berkata sambil menjulurkan lidahnya dan segera berlari karena Erina sudah mengambil bantal sofa yang akan di lemparkan ke arah Ken.
"Jo gue pamit... sambil setengah berlari meninggalkan rumah Riyanti.
Melihat kelakuan sahabatnya Riyanti hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala.
Dalam hati Riyanti berdoa semoga Ken berjodoh dengan Erina.
Begitulah kisah persahabatan mereka kadang konyol tapi mereka saling menyayangi satu sama lain.
***
Malam hari setelah makan malam di ruang keluarga.
Riyanti tidur di pangkuan ibunya sedangkan Erina duduk di samping ibu Riyanti.
"Ri... Riri... maafin ibu ya, karena ibu harus menerima perjodohan ini. ibu Riyanti berkata sambil terus mengusap kepala anaknya.
"Ibu yakin dia sangat mencintai kamu, dan ibu yakin kamu juga akan mencintai dia, dia laki-laki baik, dan bertanggung jawab sayang.
dengan lembut, ibu membelai rambut panjang nan indah milik anaknya.
"Iya Bu, Riri ikhlas menerima perjodohan ini, walau sebenarnya Riri sayang banget sama kak Ricko Bu. kata Riyanti sambil terus terisak tanpa henti, dan dengan tidak malu mengakui perasaan sayangnya terhadap Ricko.
Ibu dan Erina tersenyum penuh arti sambil saling memandang
"Sejak kapan ibu siapkan semua ini? tanya Riyanti sambil mengedarkan pandangannya ke setiap sudut rumah yang penuh dengan dekorasi indah dan mewah.
Riyanti bertanya sambil menghembuskan nafasnya berat, di tengah Isak tangisnya.
"Kenapa ibu tidak mau memberi tau siapa nama calon suami ku Bu. kata Riyanti yang dari tadi memohon agar ibunya memberi tau nama atau gambaran tentang calon suaminya.
Tapi ibu nya kekeh tidak memberi tahukan siapa calon suaminya
Sebenarnya ibu juga gak tega melakukan ini ke putrinya, tapi ini adalah permintaan calon mertuanya, untuk merahasiakan naman calon suaminya.
__ADS_1
Bersambung....