TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)

TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)
Ngaku-ngaku Ayang


__ADS_3

Ini pertama kalinya Endita menginjakkan kaki di rumah sakit milik suaminya. Ada rasa canggung, sebenarnya Endita malu mendatangi kantor suaminya, tapi karena ini permintaan Suaminya mau tidak mau Endita harus memenuhi keinginan suaminya.


Sengaja tidak memberitahu Arwan kalau dia sudah tiba di rumah sakit tersebut.


Endita mengingat-ingat pesan Arwan tadi pagi


"Ruangan Abang di lantai 5, di lantai 5 khusu kantor, keluar dari lift belok kanan. kalau bingung, ada scurity dan resepsionis pas depan lift. atau telfon aja, aku jemput ya sayang. Kata Arwan tadi pagi sebelum Endita keluar dari mobil Arwan yang mengantarnya kesekolah.


Endita hanya menaikkan jari jempolnya. Yang artinya paham dengan ucapan suaminya.


Masih dengan seragam sekolahnya putih abu-abu, dengan menenteng kantong dengan logo supermaket, Sebelum kerumah sakit, Endita mampir ke supermarket membeli buah untuk suaminya.


Endita mengagumi rumah sakit milik suaminya, dia tidak menyangka, ternyata rumah sakit yang Arwan bangun dengan kerja kerasnya semewah itu. Semua tertata rapi, bersih, perawat juga ramah, murah senyum. nyaman itulah yang Endita rasakan.


Endita menuju lift menekan tombol 5 yang tertera di dinding lift.


Belum sampai di lantai 5 lift terbuka, seorang pria dan 2 orang wanita muda masuk, berpakaian seragam perawat.


"Mau jenguk pasien dek, perawat itu bertanya dengan ramah.


"Bukan kak, mau ke lantai 5 ketemu dokter Arwan, sebenarnya Endita bingung mau jawab apa. jujur aja lah dari pada bingung batin endita.


Perawat itu memperhatikan Endita dari atas sampai bawa. Seragam putih abu-abu, pakaian longgar, jilbab yang menjulur menutupi dada, tas ransel dan sepatu sekolah seperti kebanyakan anak sekolah, tapi bermerek.


"Adeknya dokter Arwan ya. Pantesan cantik banget pak dokter juga tampan baik pula.


"Aku sangat rela lho dek jadi kakak ipar kamu. kata salah seorang perawat sambil tersenyum.


"Enak di elu rugi di dokter Arwan. jangan di dengerin ya dek , emang dia suka halu.kata temannya seorang perawat berhijab.


"Emang banyak kak, perawat atau dokter yang naksir Bang Arwan di sini? Endita mencoba mengorek keterangan.


"Banyak dek, apa lagi ada 1 dokter muda dokter Nining namanya yang lang lagi koas di sini terobsesi banget dengan dokter Arwan, sampe-sampe ni ya, dia bilang kalau dirinya adalah kekasih dokter Arwan. perawat pria tadi menjelaskan


"Gimana tanggapan bang Arwan,? dia naksir juga sama dokter muda itu, Endita bertanya sambil mencoba tersenyum padahal dalam hati sudah mulai panas.

__ADS_1


"Enggak dek, Dokter Arwan gak pernah nanggapin. Dokter Arwan itu dingin banget sama cewek yang coba deketin dia.


"Atau mungkin dokter Arwan ada kelainan ya kok gak pernah kelihatan punya pacar, sambung perawat pria tadi tapi kali ini suaranya lebih pelan.


walau pelan namun Endita masih mendengarnya


"Gak lah kak, bang Arwan normal kok.


Lift berbunyi lantai 4 para perawat itu turun.


"Permisi dek kami duluan.


Endita hanya mengangguk dan tersenyum.


Di dalam lift menuju lantai 5 sendiri, batinnya berkecamuk, "susah ya punya laki tampan, kaya, baik, banyak ulat bulu yang pingin deketin.


Ting .. lift berbunyi tanda sampai di lantai 5. Endita keluar dari lift, ada perasaan deg degan, ini pertama kalinya nyamperin suaminya di kantor. bagaimana jika saat masuk ke ruangan suaminya tiba-tiba suaminya sementara bercumbu dengan dokter yang tadi di katakan para perawat. akh... Endita menggelengkan kepalanya mengusir pikiran buruk tentang suaminya.


Endita berbelok kekanan setelah keluar dari lift, baru beberapa langkah meninggalkan lift, endita di tegur oleh resepsionis yang sedang bertugas.


"Maaf Suster saya bukan mau jenguk pasien, saya mau ketemu dokter Arwan.


"Maaf dek ini waktu dokter Arwan istirahat jadi tidak boleh di ganggu.


"Ada apa ini, Mendengar ada yang ribut-ribut di bagian resepsionis muncul dokter cantik muda rambut panjang dibawah bahu, bodi aduhai.


"Dr Nining, Endita membaca name tag nya dalam hati, dadanya serasa semakin dag Dig dug.


"wou... perfec aku mah apa atuh, hanya remahan rempeyek, jika di bandingkan dengan dokter cantik ini, bisa-bisa bang Arwan pindah kelain hati kalau di suguhkan mahluk seindah ini. Endita masih membatin.


"Ini dok, Adek ini mau nemuin dokter Arwan.


"Mau nemuin Kakashi hati, ayang Bebeb akuh, susah emang kalau punya ayang bebeb, ganteng dan tajir, banyak nge-fans, dokter Nining masih di zona halusinasi nya.


"Penampilan kuno, sedikit tomboy, masih berseragam abu-abu, cantik kagak, kucel iya. dokter Nining berkata sambil mengelilingi Endita, dengan wajah senyum mencibir.

__ADS_1


"Hey.. Kamu apanya dokter Arwan? masih melanjutkan ucapannya.


"*Ya ampun nih orang gue tonjok baru tau rasa. sebel, Sok kecantikan banget sih. yang aku temuin tadi perawat nya ramah-ramah dan baik, eh yang ini, nyebelin.


"Enak aja bilang laki gue kekasih hati, Ayang ayang pala lu peyang batin Endita.


"Andai lu tau aku istri sahnya dokter Arwan menurut agama dan negara, bisa struk kejang-kejang lu mah, masih membatin sambil senyum sendiri membayangkan dokter cantik itu kejang-kejang*.


"Kamu siapa nya dokter Arwan, ditanya gak ngejawab, malah bengong.


"Aku... em... jawab Endita terbata.


"Mau jujur tidak mungkin, belum waktunya Batin Endita.


"Aku orang spesial buat Dokter Arwan, kata endita, dia juga mulai kesal dengan tingkah laku tidak menyenangkan yang di lakukan dokter centil ini.


"Orang sepesial, helooo lu dari mana, anak SMA ngaku orang spesial dokter Arwan, Gue orang spesialnya. dengan senyum mencibir.


"Banyak memang, gadis penuh dengan halusinasi, yang ngaku orang sepesial dokter Arwan tapi hanya gue lah orang spesialnya dokter Arwan. kata dokter Nining dengan sombongnya.


"Halo kakak dokter yang cantik, yang ngaku kekasih hatinya Dokter Arwan, Gue kesini dokter Arwan yang minta, tadi pagi gue diminta datang kesini nemuin dia. kata Endita


"Ha.. tadi pagi! Pagi-pagi dimana lu ketemu dokter Arwan? Dokter Naning berkata dengan kagetnya.


"Iya tadi pagi gue nyamperin dokter Arwan di rumahnya, lalu dia nyuruh gue kesini sambil bawa ini, sambil mengangkat kantong pelastik berisikan buah yang dia beli di supermaket tadi sebelum kerumah sakit.


"Dasar gadis ingusan centil, ganjen, gatel, masih kecil udah berani nyamperin kerumah ayang gue lu ya. kata Dokter Naning, sudah berusaha menyerang Endita.


Bersambung....


Komen dan jempol para pembaca semua dah buat aku bahagia 😍


apalagi kalau Vote, kasih kopi ☕ atau mawar 🌹 dan vavoritkan ❤️. Pasti tambah semangat berkarya


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2