TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)

TERNYATA DIA JODOHKU (Dokter Arwan & Endita)
40 Cemburu 2


__ADS_3

"Kamu tadi ngapain saja sama Ken, pake acara pelukan segala, apa pelukan aku masih kurang? sampai kamu masih nyari pelukan dari laki-laki lain hah... kata Arwan sambil mencengkram kedua bahu Endita dengan keras, matanya merah menahan marah.


"Pelukan? aku gak pernah pelukan sama siapa pun. Hanya Abang saja yang pernah meluk aku.. kata Endita menyampaikan kebenaran.


"Pembohong!!! jelas -jelas aku lihat kamu pelukan sama Ken masih saja mengelak, kamu duain aku hah? kata Arwan sambil kembali mencengkram bahu Endita lebih keras lagi.


Tangan kokoh itu mencengkram bahu mungil Endita tentu saja membuatnya kesakitan.


Endita selalu mengatakan dia tidak melakukan apa pun, karena memang Endita tidak merasa melakukannya.


Semakin Endita mengatakan tidak melakukan apa pun, semakin marah Arwan. Dan itu membuat Endita sangat ketakutan.


Selama mengenal Arwan baru hari itu Endita melihatnya sangat marah.


Takut... ya pasti sangat takut.


"Sakit Abang, kata Endita mulai mengeluarkan air mata.


Arwan tidak tega melihat Endita menangis, lalu melepaskan cengkraman nya di bahu Endita.


"Kenapa Abang jadi kejam banget sama aku, Abang tega nyakitin aku...


"Sekali lagi bang, aku gak pernah pelukan sama laki-laki mana pun, dulu, kini, atau nanti.


"Saat kita belum menikah saja, aku gak pernah menjalin hubungan dengan pria mana pun kecuali hanya sebatas teman, Apa lagi setelah kita menikah, aku sangat mencintai Abang, jadi gak mungkin aku pelukan dan menduakan Abang dengan pria lain. kata Endita dengan derai air mata.


Endita lalu pergi meninggalkan ruangan suaminya.


"Arkh... Arwan mengacak rambutnya, lalu mengusap wajahnya kasar.

__ADS_1


Sebenarnya Arwan tadi kasian melihat wanita yang sangat di cintanya menangis. Selama mengenal Endita, Arwan belum pernah marah pada Endita, apalagi menyakitinya secara fisik.


Tadi Arwan tidak bermaksud menyakitinya, hanya saja cemburu di hatinya yang membuatnya gelap mata, sehingga tangan kokohnya mencengkram kuat bahu istrinya.


Endita merogoh tasnya setibanya di Loby rumah sakit di lantai satu, berniat memesan taksi online.


"Ponsel ku mana? tadi setelah shalat, aku chat sama Riyanti, Akh sepertinya tertinggal di ruangan Abang. gumamnya sembari mengusap sudut matanya yang masih lembab.


Tadi Endita mengirim pesan minta di bawakan baju ganti ke kantor suaminya, karena dia tidak jadi ke butik, kebetulan di butik juga tidak ada pesanan yang mendesak atau pelanggan yang rewel, jadi walau Endita tidak ke butik, Erina dan Riyanti masih bisa menghandel pekerjaan di butik.


***


"Maaf dok, sepertinya dokter Arwan sedang tergesa-gesa mau keluar, biar nanti saja saya kembali. kata dokter Nining sambil memeluk beberapa map di dadanya.


"Tidak apa, silahkan masuk, dokter Arwan kembali keruang kerjanya.


Tadi sesaat setelah tadi Endita keluar dari kamar pribadi Arwan, dan Arwan mengejarnya namun saat baru membuka pintu ruangannya, dokter Arwan bertemu dengan dokter Naning


Setelah selesai dengan semua berkas-berkas yang di bawa dokter muda itu, dokter Arwan berdiri beranjak dari kursi kebesaran nya.


"Aku mau pulang lebih awal, kalau ada apa-apa, infokan ke Mila saja. kata dokter Arwan.


"Dokter Arwan, Apakah dokter tidak mencintaiku sedikit pun, padahal aku sangat mencintaimu, aku akan melakukan apa pun asal bisa memiliki dokter Arwan, kata Naning memeluk Arwan dari belakang, sesaat setelah Arwan berdiri meninggalkan mejanya.


"Apa-apaan sih kamu Naning, saya hanya menganggap mu dokter praktek di sini tidak lebih. Kata Arwan berusaha melepaskan pelukan erat Naning di pinggangnya.


Sebenarnya bisa saja Arwan melepas dekapan Naning dengan sekali hentakan jurusnya, tapi Arwan tidak mau menyakiti wanita.


"Lepaskan... aku terlalu mencintai Endita, sehingga tak ada tempat di hatiku untuk wanita lain, selain ibuku tentunya.

__ADS_1


"Aku mencintai mu dok, kata Naning sambil menempelkan wajahnya di punggung Arwan.


Tiba-tiba....


"Abang... kalian.... Endita Shok melihat suami nya di peluk mesra oleh wanita lain.


Arwan dengan gugup, salah tingkah melepas paksa tangan dokter Naning, sementara dokter


Naning tersenyum penuh kemenangan, melihat ada cemburu di mata Endita.


"Maaf aku mengganggu aksi romantis kalian, silahkan dilanjutkan, aku hanya mau ngambil ponselku yang tertinggal.


Endita tiba-tiba masuk keruangan suaminya.


"My Queen, ini tidak seperti yang kamu lihat. kata Arwan.


Endita tidak menggubris ucapan suaminya.


dia terus berjalan menghampiri meja kerja suaminya dan mengambil ponselnya


Hatinya sakit menyaksikan pemandangan yang sangat menyesakkan dadanya.


"Silahkan di lanjutkan, aku permisi sambil berlari ke luar dan menutup pintu dengan keras.


Arwan berusaha menahan Endita pergi dengan menahan pergelangan tangannya tapi di tepis kasar oleh Endita.


Istri mana yang tidak cemburu melihat suaminya di peluk wanita lain dengan gaya yang sangat mesra, bahkan buah semangka dokter Naning menempel manja di punggung Arwan.


Endita berlari menuju parkiran sambil menangis....

__ADS_1


Bersambung .....


__ADS_2