Ternyata Dia Seorang Presedir

Ternyata Dia Seorang Presedir
bab 1


__ADS_3

Nama nya adalah naisa kirana, dia masih duduk di bangku SMA kelas 3


"Naisa cepat ambil kan buah nya"teriak ibu nya dari ruang tamu


Naisa cepat cepat mengupas buah pir yang di minta ibu nya sampai tangan nya


Srest....


" Aw sakit banget "naisa tidak sengaja melukai jari jari nya


5 menit kemudian naisa baru menyiapkan buah yang di minta oleh ibu nya


" Kamu lama sekali hah kayak siput!! "bentak ibu nya


" Maaf bu "ucap naisa menunduk


" Kenapa tangan kamu "bentak ibu nya


" Gak sengaja tadi buk kenak pisau "ucap naisa


"coba lihat "ucap ibu nya


Naisa memperlihat kan jari nya yang luka tiba tiba ibu nya malah menekan jari naisa yang kenak pisau


" Aaaaaaa ibu sakit tangan naisa"teriak naisa menangis karna kesakitan


" Rasain tu bisa bisa nya kamu mengambilkan buah untuk ibu lama sekali"ucap ibu nya melipatkan tangannya


Naisa langsung masuk ke dalam kamar nya dalam keadaan nanggis


Tok...


Tok...


Tok...


" Masuk "ucap naisa


" Non naisa kenapa jari nya?" Tanya bik rara mendekati naisa


"Tadi tidak sengaja bik jari nya kenak pisau!!" Naisa menunjukkan tangan nya yang luka


Kemudian bik rara mengobati jari naisa menggunakan P3


Ya seperti itulah kehidupan naisa ibu nya sangat kejam begitu juga ayah nya, entah apa salah naisa kedua orang tuanya sangat kejam sekali dengan nya


Naisa memiliki adik laki laki dan perempuan, di rumah itu hanya bik rara yang menyayangi naisa dan juga adik laki laki


Ayah, ibu dan adi perempuan naisa sangat membencinya, naisa juga tidak tau apa salah nya

__ADS_1


Sore hari nya seperti biasa naisa membantu bik rara di dapur, itu lah kebiasaan naisa membantu bik rara untuk menyiapkan makanan


Malam itu naisa dan bik rara sedang menyiapkan makanan, Mereka makan dalam keadaan diam bik rara juga di ajak makan di meja makan


"Ayah, bisa kah naisa membeli sepatu, karna sepatu naisa sudah robek" Ucap naisa memecahkan keheningan mereka


"Itu sepatu kan baru di beli kok bisa cepat rusak" Bentak ibu nya


Padahal sepatu naisa sudah di beli 2 tahun lalu, itu juga hasil tabungan nya,Ayah nya hanya diam, naisa hanya diam karna melihat ibu nya marah


naisa juga tidak pernah mendapatkan jajan dari kedua orang tuanya, setiap pagi bik Rara lah yang memberikan nya jajan untuk sekolah


"Ayah indah ingin beli tas" Ucap indah minta kepada ayah nya


Indah adalah adik perempuan naisa yang masih duduk di bangku SD


"Indah mau tas warna apa?" Tanya ayah nya dengan nada lembut


"Pink, indah suka warna pink" Ucap indah


"Baik lah nanti malam kita beli" Ucap ayah nya


Ya seperti itu lah sikap ayah nya yang selalu lembut dengan adik adik naisa, sedangkan bicara dengan naisa sangat kasar


Naisa hanya diam walau dia sering cemburu dengan adik adik nya,setelah selesai makan naisa masuk ke dalam kamar nya untuk belajar


Naisa adalah anak yang pintar dia selalu mendapat juara di kelas nya, tapi usaha nya itu tidak pernah di puji oleh kedua orang tua nya


Sudah jam 10 malam naisa mendengar suara indah yang sangat senang dibelikan tas oleh ayah


"Hore hore ayah makasi tas nya, indah sangat suka dengan tas nya" Ucap indah memeluk ayah nya


"Iyaa dong, dan bilang sama teman teman mu kalau tas ini sangat lah mahal" Ucap ayah


Seketika naisa menangis di kamar nya


"Kenapa ya ayah selalu kasar padaku begitu juga ibu hiks... Hiks... Hiks.... Orang tua teman ku selalu saja baik dengan anak nya, tapi kenapa aku tidak hiks... Hiks.... Hiks.. " Naisa menangis malam itu hingga dia terlelap tidur


Pagi itu pukul 5 naisa sudah bangun seperti biasa dia membantu bik rara untuk menyiapkan sarapan pagi


Setelah menyiapkan semua nya naisa langsung mandi dan berpakaian seragam sekolah


Kemudian mereka sarapan pagi bersama


"Lihat ni kak naisa aku punya tas baru di belikan ayah tadi malam" Ucap indah menunjukkan tas baru nya


"Wah cantik kamu belajar yang rajin ya" Ucap naisa


"Indah itu sudah rajin tidak usah kamu ingat kan lagi" Bentak ayah nya

__ADS_1


Naisa hanya menunduk dan diam saja


"Ayah kenapa sih" Andi membalas bentakan ayah nya


"Ayah selalu saja memarahi kak naisa, apa sih salah kak naisa" Ucap andi kesal dengan kelakuan orang tua nya kepada kakak nya


Andi adalah anak kedua, dia duduk di bangku SMP dan sudah kelas 3


"Kenapa kamu membelanya, asal kamu tau andi kakak mu ini adalah anak yang tidak di inginkan" Bentak ibu nya menunjuk ke naisa dengan jari telunjuk


Seketika hati naisa tersayat pisau, ibu nya mengatakan dia adalah anak yang tidak di ingin kan


Tak terasa air mata naisa sudah menetes., melihat kejadian itu bik rara langsung memeluk naisa


"Sudah bik tidak usah di kasihan ni anak itu" Ucap ayah nya yang langsung meninggalkan meja makan


Naisa berangkat sekolah dengan berjalan kaki, ya itu lah kebiasaan nya, naisa tidak di ijinkan ayah nya untuk naik ke mobil nya


Setiap pagi indah dan andi selalu di antar oleh ayah nya menggunakan mobil, Sedangkan naisa berjalan kaki


Sampai nya di sekolah naisa masuk kelas disana ada alia dan juga tasya, mereka berdua adalah kawan dekat naisa


Hanya teman nya itu naisa curhat setiap hari nya


"Naisa kok mata kamu bengkak, apa Lo di hukum ibu atau ayah mu lagi" Tanya tasya


"Enggak kok" Ucap naisa


"Jangan main rahasia dong" Ucap alia yang sangat kasian dengan naisa


"Gue lagi pengen sendiri dan nanti lah gue akan curhat " Ucap naisa


Alia dan tasya hanya mengangguk saja, mereka sekarang juga merasakan apa yang di rasakan oleh Naisa


Saat pelajaran di mulai, Naisa masih saja tidak fokus, ia berusaha untuk fokus dalam pelajaran ini tapi yang ada malah bayangan ayah dan ibunya


Pada hari ini ada pengumuman untuk ujian akhir sekolah, semua murid kelas 3 pastinya kali ini harus benar benar belajar dengan giat lagi, untuk ujian UN akan di adakan besok jadi semua murid harus bersiap siap


"Naisa, lo kenapa sih dari tadi melamun Mulu"ucap Alia


"Gue tanya sama kalian, ada gak suami istri salah melahirkan anak?"tanya naisa


"pertanyaan Lo aneh banget!"ucap Alia


"orang tua gue bilang, aku itu anak yang tidak di inginkan"ucap naisa masih mengingat kata kata ayahnya tadi pagi


"naisa sabar yah, kami akan selalu ada untuk mu"ucap tasya memeluk naisa, begitu juga dengan Alia, mereka saling berpelukan karna sebentar lagi mereka juga akan berpisah.


terima kasih udah mampir di novel aku semoga ceritanya menarik perhatian teman teman semua 🤗🙏

__ADS_1


jangan lupa vote,like, dan komen biar author nya tambah semangat ni wkwkwkkwkw


~happy reading~


__ADS_2