Ternyata Dia Seorang Presedir

Ternyata Dia Seorang Presedir
ENDING


__ADS_3

naisa langsung menangis histeris dan memeluk Alex, ia tak mau di tinggalkan oleh orang yang ia sayangi.


"ku mohon bangun bang!!" ucap naisa masih menangis


jein juga ikutan menangis karena melihat mamanya yang menangis, jein pun langsung memeluk mamanya yang sedang menangis memeluk Alex.


"papa kenapa ma?" tanya jein yang sedang menangis. naisa tak bisa berkata kata, ia hanya memeluk jein dan juga alex


jein langsung mengusap air matanya mamanya, sebenarnya jein tidak mau berpura pura seperti itu tapi demi es cream jein mau melakukan akting yang baginya Sangat sulit.


dari kejauhan naisa juga melihat Alvin yang sudah tergeletak di lantai bahkan tubuhnya juga berlumuran darah.


"Alvin!!" teriak naisa, naisa tak tau lagi mau berbuat apa, ia hanya ingin kejadian hari itu hanyalah sebuah mimpi


"panik gak?" teriak Celine dari kegelapan


naisa langsung berhenti menangis, ia seperti mendengar suara seorang wanita dari kegelapan.


"panik gak?" teriak Celine sekali. naisa masih merasa aneh, kenapa ada suara seseorang dari kegelapan di rumah itu, naisa langsung mengarahkan senter ponsel nya tapi tidak ada siapa siapa di sana, malah naisa Merinding sendiri


"panik gak?" teriak Celine sekali


"panik lah masak enggak!!" ucap mereka ramai ramai dan menghidupkan semua lampu yang ada di rumah itu.


"happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday to you!!" ucap mereka bernyanyi.


bahkan Alex langsung bangun dari Kematian nya begitu juga dengan Alvin dan bik uni, jein juga ikutan nyanyi dengan yang lainnya.


"happy birthday sayang ku!!" ucap Alex kepada naisa


"kalian kok gitu sih!!" ucap naisa menangis, naisa kesal karena sudah di prank oleh keluarga nya sendiri bahkan kini naisa menangis lagi.


Alex langsung memeluk naisa, ia tidak ingin istri nya itu sedih trus, memang ini semua adalah rencana dari Alex.


"kalian jahat banget!!" ucap naisa menangis.


naisa merasa kesal dan juga terharu, karena ia pun lupa jika hari itu adalah hari ulang tahun nya.


"happy birthday sayang, maaf bikin prank nya sampe ayang menangis!!" ucap Alex masih memeluk naisa


naisa langsung melepaskan pelukan Alex, ia menatap semua orang yang ada di sana, ia sangat bahagia sekali.


"tiup lilin nya, tiup lilin nya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga!" mereka bernyanyi bersama sama.

__ADS_1


dengan hati kesal dan bahagia naisa pun langsung meniup lilin tersebut, jein langsung memeluk kaki mamanya itu, ia juga bahagia saat melihat mamanya senang.


naisa pun langsung menggendong jein dengan hari yang bahagia.


"mama tau tidak?" tanya jein kepada naisa


"tidak!! kenapa sayang?" tanya naisa


"papa dan onty Celine memaksa jein untuk ating, jein tidak mau tapi meleka memaksa jein, tlus katanya onty jein akan di belikan es cream mangkanya jein mau ma!!" ucap jein dengan suara imutnya


"jein minta maaf ya ma, selamat ulang tahun mama sayang!!" ucap jein langsung memeluk mamanya


naisa pun membalas pelukan jein, ia tak menyangka putranya bisa akting seperti itu bahkan sampai membuat naisa menangis.


naisa langsung memotong kue ulang tahun itu, pertama ia menyuapi suaminya dulu, naisa tak menyangka jika Alex membuat suprise untuk dirinya.


setelah menyuapi Alex, naisa langsung menyuapi jein, setelah itu naisa juga menyuapi semua orang yang ada di sana.


"happy birthday naisa, maaf kesalahan ku yang dulu!!" ucap pria yang pernah menculik naisa


"iya terima kasih sudah datang!!" ucap naisa merasa terhormat, karena ulang tahun naisa pria itu datang jauh jauh dari Jepang bersama dengan istri nya


"happy birthday menantu mama!!" ucap mama Alex memeluk naisa


"bukan kah mama tadi bersama naisa!!" ucap naisa


"makasi banyak ma!!" ucap naisa senang


Budiman juga langsung memeluk naisa, karena baru kali ini Budiman bisa merayakan ulang tahun putri kesayangannya itu.


"selamat ulang tahun kesayangan ayah!!" ucap Budiman memeluk putrinya


"terima kasih banyak ayah!!" ucap naisa sangat bahagia


Ririn dan budiman memberikan kado yang sangat spesial untuk naisa, yaitu kalung emas yang harganya sangat mahal sekali


mereka yang ada di sana juga membawa kado masing masing, baru kali ini naisa mendapatkan kado sebanyak itu.


"ma, onty Celine belum kasi es cream untuk jein!!" ucap jein kesal mengadu kepada naisa


"Celine, tepati janji mu!!" ucap naisa


"baik lah!!" ucap Celine terkekeh sendiri. ia pun memberikan es cream untuk jein.

__ADS_1


malam itu mereka bercanda tawa di rumah naisa, naisa sangat bahagia sekali dengan momen yang seperti itu.


pukul 12 malam semua yang ada di rumah Alex sudah mulai pulang, yang tinggal hanya lah orang orang rumah saja, bahkan jein sudah tertidur sedari tadi.


"sayang!!" ucap Alex memeluk naisa dari belakang saat berada di dalam kamar


"apa!!" ucap naisa judes


"kok gitu jawabnya ayang!!" ucap Alex mencium leher naisa


"Abang sih ngeprank adek terlalu berlebihan!!" ucap naisa


"maaf sayang, Abang hanya ingin tau apakah adek takut kehilangan Abang!!" ucap Alex. naisa langsung membalikkan tubuhnya untuk berhadapan dengan Alex


"adek gak bisa kehilangan Abang, adek sayang banget sama Abang!!" ucap naisa memeluk Alex


"sama Abang juga gitu, mau kan ayang hidup bersama Abang sampai tua!!" ucap alex lembut


"mau banget bang!!" ucap naisa


"I love you sayang!!" ucap Alex lembut


"love you too bang!!" ucap naisa masih memeluk Alex


"Abang mau gak?" ucap naisa


"mau apa?" tanya Alex


"buat adek untuk jein!!" ucap naisa


"mau lah!!" ucap Alex. mereka pun langsung berolahraga malam saat itu.


 


kehidupan mereka sudah sangat bahagia, bahkan tidak ada lagi siapa pun yang berani menganggu mereka, naisa bersyukur dengan pernikahan yang mendadak dulu, karena dengan adanya pernikahan itu naisa bisa hidup bahagia bersama dengan Alex.


naisa juga bersyukur bisa menemukan keluarga yang baik seperti keluarga Alex, naisa juga bersyukur bisa melihat ayah nya bahkan bisa memeluk ayahnya.


begitu juga dengan Alvin yang bersyukur bisa bertemu dengan Celine, semenjak hidup di tengah tengah keluarga Celine kehidupan Alvin sudah membaik bahkan ia mendapat kasih sayang dari keluarga naisa dan keluarga Alex.


ia pun selalu berbagi cerita dengan kedua orang tuanya jika Alvin sedang sendiri, ia menganggap jika kedua orang tuanya sedang bersama nya, ia pun bercerita tentang keluarga baru yang ia temui.


terima kasih udah mampir di novel aku semoga ceritanya menarik perhatian teman teman semua 🤗🙏

__ADS_1


jangan lupa vote like dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkwkkwkw


~happy reading~


__ADS_2