Ternyata Dia Seorang Presedir

Ternyata Dia Seorang Presedir
ini bayi kakak


__ADS_3

saat di tangga mama Alex langsung terkejut melihat Celine yang sedang di peluk oleh Rendi dan juga Alex.


"Celine!!" ucap mama lirih dari tangga.


Alex, Rendi dan Celine langsung melihat ke arah suara, mama Alex langsung turun ke bawah melihat sang putri yang masih hidup


"mama!!" ucap Celine menangis


"apa ini putri mama, Celine!!" ucap mama sedih


"iya ma, ini Celine. Celine masih hidup!!" ucap Celine. mama langsung memeluk Celine dengan erat


"mama, Celine kangen!!" ucap Celine tak henti hentinya menangis. sangking senang dan sedih nya mama Alex langsung pingsan dalam dekapan Celine


"ma!!" ucap Celine memegang mamanya saat ia telah pingsan. Alex langsung menggendong mamanya ke dalam kamar.


Celine langsung duduk di sofa ia sangat lelah sekali, Alvin langsung menghampiri nya


"selamat sudah bisa pulang!!" ucap Alvin juga ikut bahagia


"terima kasih, duduk di sini ya temani aku!!" ucap Celine. Alvin mengangguk dan duduk di sofa, ia masih saja menggendong jein.


Alvin juga bahagia melihat Celine bisa kembali ke rumah nya, tapi di baik kehabagian nya ia juga punya rasa iri kepada Celine,. Alvin juga ingin seperti Celine yang memiliki keluarga hangat dan masih lengkap. bahkan kini Alvin malah rindu kepada ayah dan ibunya tapi ia menutupinya.


Rendi keluar dari kamar begitu juga dengan Alex, sekarang mama Alex sedang di periksa oleh dokter di sana. Rendi duduk lagi di samping Celine dan memeluk Celine


Budiman dan Ririn juga turun dan memeluk Celine mereka menangis bahagia saat Celine telah pulang, naisa tidak mau turun karena ia masih saja menangis.


"kak naisa di mana?" tanya Celine


"ada di dalam kamar nak!!" ucap Ririn


"aku ingin menemuinya!!" ucap Celine


"Ayuk nak!!" ucap Ririn. Celine juga mengajak Alvin untuk naik ke lantai dua. Celine sangat deg deg gan akan bertemu dengan kakak iparnya itu, yang lain malah mengikuti Celine dari belakang


"pa, siapa lelaki itu?" tanya Alex heran


"gak tau, kita tanya saja nanti!!" ucap papa Rendi yang mereka berada di belakang Celine


perlahan Celine membuka pintu kamar naisa, di sana ada naisa yang memegang kedua kakinya sambil menangis. Celine tidak tau kenapa naisa menangis seperti itu

__ADS_1


"kak naisa!!" ucap Celine menahan tangisnya. perlahan naisa melihat ke arah pintu ia melihat Celine yang ada di sana


"Celine!!" ucap naisa sedih dan tak percaya


"kak naisa!!" ucap Celine langsung memeluk naisa yang berada di atas ranjang


naisa juga membalas pelukan Celine, Celine tidak bisa lagi menahan tangisnya, ia sangat kasian kepada naisa yang seperti orang stres.


"kakak jangan sedih lagi ya!!" ucap Celine mengusap air mata naisa


"kamu baik baik saja kan!!" ucap naisa


"iya kak!!" ucap Celine. Celine memberi kode kepada Alvin agar alvin agak dekat dengan naisa. alvin langsung paham dengan kode tersebut


Celine langsung mengambil alih untuk menggendong jein, jein malah seperti orang yang mabok perjalanan tapi ia tidak menangis sama sekali.


"kak ini bayi kakak!!" ucap Celine ingin menyerahkan baby jein kepada naisa


semua yang ada di sana langsung terkejut, ia tidak pernah menyangka jika bayi yang di gendong pria tak di kenal itu adalah jein.


"apa itu baby jein?" tanya Alex tidak percaya


naisa seakan akan tak percaya tapi ia menerima bayi tersebut, ia melihat wajah bayinya itu dan jein pun tertawa ke arah naisa. jein seakan akan tau bahwa yang menggendong dia sekarang adalah ibunya


"Jen.....je .........Jen!!" ucap baby jein khas suara anak kecil


naisa langsung menangis tak menyangka bisa bertemu dengan jein lagi


"jein jein!!" ucap naisa menatap jein


jein malah tertawa senang saat naisa memanggil namanya, Alex yang melihat itu langsung menangis kini putra nya sudah mulai besar atau sudah berumur kurang lebih satu tahun


"jein anak mama!!" ucap naisa menangis


masih sama seperti tadi jein malah tertawa senang ke arah naisa. Alvin paham sekarang kenapa jein sering memanggil nama Jen


"maaf kak, baby jein sangat senang jika kakak memanggil nama nya!!" ucap Alvin


"jein jein!" ucap naisa lagi. jein tertawa senang lagi. sedih campur bahagia membuat naisa menangis lagi.


naisa menangis sejadi jadinya hingga ia tak sadarkan diri, semua yang di sana terkejut, Budiman langsung memindahkan jein agar naisa di periksa dokter lagi.

__ADS_1


seketika itu juga bayi jein Langsung menangis juga, seakan akan tau jika mamanya sedang tak sadarkan diri. Alex langsung mendekati Celine yang sedang menggendong bayinya


"bisa aku menggendong nya?" tanya Alex


"tentu saja kak!!" ucap naisa menyerahkan jein kepada Alex


Alex langsung menggendong jein dan ingin menghentikan tangisan jein. seperti sebelumnya Alex sering belajar di you tube bagaimana cara menghentikan tangisan bayi. Alex menggendong jein sambil mengayun ayunkan jein.


langsung saja Alex mengumandangkan azan di telinga jein, jein baru dengar lantunan azan itu baby jein langsung berhenti menangis


semua orang di sana ikut terharu, baby jein tidak menangis lagi saat Alex mengumandangkan azan ke telinga jein.


setelah azan Alex langsung menangis, ia merasa bersalah karena telah kehilangan putranya selama satu tahun ini.


"anak ku!!" ucap Alex menangis dan memeluk jein. Alex yang menangis malah jein juga ikutan menangis dan tak terasa Alex juga ikutan pingsan.


Rendi langsung mengambil jein dari pelukan Alex, ia sangat pusing dengan keadaan ini.


"tidur kan dia di samping naisa, Celine kita keluar saja yuk!!" ajak papa Rendi


anak buah Alex langsung merebahkan Alex ke atas ranjang tempatnya di samping naisa.


di ruang tamu mereka bergantian untuk menggendong jein karena baru kali ini mereka bertemu dengan jein.


Budiman dan Ririn sangat senang bisa memeluk cucunya itu lagi, Budiman berdoa agar setelah ini akan ada kebahagiaan mendatangi mereka.


rumah Alex sudah di kelilingi anak buahnya jadi tidak akan ada lagi penyusup yang masuk ke sana.


Celine menyuruh Alvin untuk mandi di kamar tamu, Celine sengaja menyuruh bik uni tadi untuk membeli baju pria. Celine juga langsung mandi dan mengganti bajunya. Celine merasa segar sekali karena sudah lama juga ia tidak mandi untung saha tidak terlalu bau.


Alvin terkagum kagum melihat kamar tamu di rumah Alex, sangat besar dan mewah


"hidup mereka sangat bahagia!!" ucap Alvin senang melihat keluarga bahagia itu


Alvin memutuskan untuk mandi dan ganti pakaian, dan pakaian itu sangat di sukai oleh Alvin.


terima kasih udah mampir di novel aku semoga ceritanya menarik perhatian teman teman semua 🤗🙏


jangan lupa vote like dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkwkkwkw


~happy reading~

__ADS_1


__ADS_2