Ternyata Dia Seorang Presedir

Ternyata Dia Seorang Presedir
Alex panik


__ADS_3

pagi harinya Alvin sudah siap akan membantu Celine untuk kembali ke rumahnya, sebelum berangkat mereka menyiapkan setokan susu untuk jein di jalan nanti, untung nya Celine membawa banyak susu dari rumah meli yang di tengah hutan itu.


"perjalanan kita agak panjang, kalau nanti capek bilang sama aku ya!!" ucap Alvin


"iya!!" ucap Celine sudah siap untuk berangkat


Alvin sudah paham dengan semua sudut yang ada di hutan itu bahkan hutan itu tidak terlalu liar karena ada Alvin yang selalu main di sana.


mereka trus berjalan Alvin di depan untuk menunjukkan arah jalan. tapi Alvin merasa kasian kepada Celine yang nampak begitu susah menggendong jein.


"Celine sini bayinya biar aku sana yang gendong!!" ucap Alvin


"biar aku saja!!" ucap Celine tidak ingin merepotkan Alvin


"nanti kalau kamu jatuh bayi itu juga akan ikut jatuh, nanti dia nangis loh!!" ucap alvin. yang di katakan Alvin benar akhirnya dengan terpaksa Celine memberikan jein kepada Alvin.


jein tiba tiba tertawa saat di gendong oleh Alvin, bahkan ia memegangi wajah Alvin.


"Jen.......je......Jen.....!!" ucap jein dengan suara khas anak kecil. Celine terkejut karena baru kali ini ia mendengar baby jein mengeluarkan suara


"dia bilang apa?" tanya Celine penasaran


"sebelum nya dia belum bisa ngomong loh!!" ucap Celine


"hei bayi yang tampan coba ulang apa yang kamu katakan!!" ucap Alvin menunjukkan ekspresi imutnya. seketika Celine langsung senyum melihat Alvin yang imut itu


"Jen......je.....Jen!!" ucap jein sambil tertawa bagaikan anak kecil di kelitiki


"aku mendengar dia berbicara Jen, en atau sejenisnya!!" ucap Alvin juga tidak tau jein berbicara apa


"ya sudah lah kita lanjutkan perjalanan saja!!" ucap Celine. Alvin langsung mengangguk dan menggendong jein di belakang nya.


----------------------


Andi hari ini berencana untuk pergi ke kantor Alex untuk membicarakan tentang dugaan Ririn tentang jein.


tok .......


tok.....


tok....


"masuk!!" ucap Alex yang fokus pada laptop nya


Andi langsung masuk ke dalam ruangan Kaka iparnya itu. Alex langsung melihat ke arah pintu dan di sana terlihat ada Andi yang masuk.


"loh Andi tumben ke sini, duduk aja di sofa!!" ucap Alex menyambut adik iparnya itu

__ADS_1


"iya kak, makasi banyak. kalau boleh tau kakak sibuk gak?" tanya andi duduk di sofa tersebut


"tidak terlalu!!" ucap Alex memang tidak terlalu sibuk. Alex menebak Andi datang ke kantor nya pasti ada hal penting yang ingin di sampaikan Andi.


Andi langsung duduk di sofa bersama Andi. semenjak menikah dengan naisa baru kali ini Andi datang ke kantor Alex.


"ada apa?" tanya Alex kepada Andi


"gini kak, Andi pengen cerita soal jein!!" ucap Andi


Alex langsung mengerutkan keningnya, seperti nya yang di bicarakan Andi sangat lah penting.


"kalau boleh tau dulu yang culik ibu Ririn siapa kak?" tanya andi


"meli!!" ucap Alex singkat tanpa berpikir panjang


"kira kira dia Sekarang di mana kak?" tanya andi lagi


"ya mana kakak tau, kan dia bukan istri kakak!!' ucap Alex yang belum konek sama sekali


"jadi gini kak, menurut ibu dan Andi yang culik jein adalah meli yang kakak sebutkan tadi. karena hanya dia yang duku menculik ibu hanya untuk membuat kakak dan kak naisa bercerai!!" ucap Andi. seketika Alex langsung paham dengan apa yang di katakan Andi


"betul kamu Andi, aku sudah lama tak mendengar kabarnya. apa mungkin dia yang menculik putra ku?" ucap Alex sangat shok


"jadi gini aja kak, kakak tunjukkan saja yang mana Poto meli itu dan alamat nya kak!!" ucap Andi


"aku akan mencari jein dan Celine. dan kakak fokus saja pada pekerjaan dan kak naisa. urusan jein biar aku yang cari kak!!" ucap Andi ingin mencari keponakan nya itu


"apakah yang kamu katakan itu serius?" tanya Alex menyakinkan Andi


"iya kak!!" ucap Andi


"baiklah aku akan memberikan beberapa anak buah ku untuk pergi bersama mu, terima kasih banyak sudah mau membantu Kaka!!" ucap Andi


"iya kak sama sama, oh ya kalau bisa kak naisa jangan tau ya!!" ucap Andi


"tenang saja!!" ucap Alex. Alex langsung mencari Poto meli dan memberikan alamat nya kepada Andi. setelah itu Andi langsung pergi dari kantor Alex.


Alex menghempaskan nafas kasarnya, yang di katakan Andi tadi benar benar masuk akal


"apa dia begitu mencintai ku hingga ia tunggu kelahiran anak ku?" ucap Alex bertanya tanya


tak terasa air mata Alex kini sudah menetes, ia tidak pernah menebak jika meli yang akan mau menculik anaknya. karena dari dulu Alex tidak pernah mengalami hal yang seperti itu.


"jika naisa tau aku yakin dia akan membenci ku!!" ucap Alex masih menangis. dia tidak akan memberikan hal tersebut kepada naisa karena Alex tidak mau jika naisa sedih lagi.


dret.......dret.......

__ADS_1


Alex langsung menghapus air matanya karena mendengar ponselnya berbunyi, ia melihat bik uni yang sedang menghubungi nya. tanpa berpikir panjang Alex pun langsung mengangkat telepon tersebut


pembicaraan lewat telepon


"ada apa bik?" tanya Alex


"tuan sibuk tidak? kalau tidak tuan ke rumah sakit sekarang ya!!" ucap bik uni


"ke rumah sakit? siapa yang sakit bik?" tanya Alex panik


"gini tuan tadi non naisa........."


Tut....Tut....Alex langsung mematikan ponsel tersebut


"aduh.....gimana sih tuan Alex kok main mati aja!!" ucap bik uni kesal


Alex langsung cepat cepat ke ruangan Alex yang sangat khawatir sekali dengan naisa.


"joki joki cepat berikan aku kunci mobil!!!" ucap Alex tergesa gesa


"kenapa Lo?" tanya joki bingung


"naisa........naisa.....naisa masuk rumah sakit!!!" ucap Alex


azkia dan joki langsung ikutan panik, tapi joki tidak memberikan kunci kepada Alex.


"gue ikut!!" ucap joki tidak ingin Alex yang menyetir. akhirnya Alex dan joki langsung cepat cepat untuk pergi ke rumah sakit.


----------------------


"gimana bik? bang Alex bilang apa?" tanya naisa yang sedang berbaring di ranjang rumah sakit


"entah tu non, belum siap bibi ngomong tuan muda langsung mematikan telepon nya!!" ucap bik uni kesal. seketika ekspresi naisa langsung berubah ia berpikir jika Alex sedang sibuk dengan pekerjaan nya.


"non jangan cemberut gitu dong!!" ucap bik uni


"mungkin bang Alex sibuk bik!!" ucap naisa sedih


tak lama kemudian Tiba tiba pintu ruangan itu langsung terbuka dengan kasar. ternyata ada Alex dan joki yang datang ke rumah sakit dengan tergesa gesa.


"astaghfirullah Al azim!!" ucap naisa dan bik uni terkejut dengan kehadiran joki dan juga Alex.


ternyata di parkiran tadi Alex bertemu dengan sopir pribadi naisa jadi sopir itu langsung menunjukkan kamar di mana naisa di rawat.


terima kasih udah mampir di novel aku semoga ceritanya menarik perhatian teman teman semua 🤗🙏


jangan lupa vote like dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkwkkwkw

__ADS_1


~happy reading~


__ADS_2