Ternyata Dia Seorang Presedir

Ternyata Dia Seorang Presedir
bab 9


__ADS_3

Yanto sama sekali tidak tau kalau naisa dan bik Rara keluar dari jendela kamar,


"Dobrak pintunya!"ucap Yanto kenapa anak buahnya.


"Baik tuan!"ucapnya langsung mendobrak pintu tersebut.


Tak lama kemudian akhirnya pintu itu pun dapat di buka.


Yanto mencari naisa di kamar, saat ia membuka pintu kamar sudah tidak ada orang di sana dan jendela kamar terbuka.


"Sialan!"teriak Yanto kesal


Yanto menyuruh anak buahnya untuk mencari naisa dan bik Rara.


Ternyata Yanto sudah mulai curiga dengan istri nya saat naisa kabur dari rumah. Jadi Yanto menyuruh anak buahnya untuk mencari keberadaan naisa dan akhirnya ketemu.


Bik Rara dan naisa masih berlari lari. Bik Rara sudah tidak hafal jalan di sana, karna sudah banyak yang berubah.kalau naisa memang tidak tau tempat itu.


Yanto dan anak buahnya juga masih mengejar naisa dan bik Rara, kali ini Yanto tidak akan melepaskan naisa.


Saat berlari tiba tiba bik Rara terjatuh. Ternyata penyakitnya kambuh, bik Rara memang punya penyakit sesak nafas, sekarang malah ia susah bernafas.


"Kenapa bik?"tanya naisa


"Naisa lari Luan aja ya, dan ini ambil tasnya, naisa pergi dari sini ya untuk mencari ayahmu!"ucap bik Rara masih gos gos san.


"Enggak bik, mana mungkin naisa tinggal Lin bibi"ucap naisa


"Naisa, bibi gak sanggup lari lagi, nanti bibi akan kabar kan naisa ya, sebelum ayahmu mendekat ke arah sini, bibi mohon pergilah!"ucap bik Rara


Naisa meneteskan air matanya, ia harus pergi sebelum ayah menangkapnya, dengan berat hati akhirnya naisa meninggalkan bik Rara.


Bik Rara langsung menepi ke samping jalan, ia bersembunyi di semak semak agar tidak di lihat oleh Yanto dan anak buahnya.


Naisa berlari sekuat tenaganya, kini ia sudah sampai di terminal, dengan cepat ia langsung masuk ke dalam kerata api tersebut.


"Maaf tuan seperti nya kita kehilangan jejak!"ucap anak buah Yanto


"Sialan, lagi lagi dia kabur lagi!"ucap Yanto sangat kesal.


Sudah pukul 7 malam akhirnya kereta api tersebut telah berhenti, naisa sama sekali tidak tau daerah di sana, pasalnya naisa memang jarang di ajak untuk jalan jalan.


Naisa mulai mengikuti jalan yang ada, malam ini ia sangat lapar. Naisa memeriksa kantong nya tapi tidak ada uang sama sekali, ia baru ingat tadi tidak sempat mengambil uang dalam lemari.


Naisa membuka tas yang di berikan oleh bik Rara, dan di dalamnya hanya berisi boneka kecil dari ayah kandungnya, ada poto ayah dan ibunya, dan ada beberapa lembar uang.


Naisa tersenyum, ia bersyukur masih memiliki uang, tapi ia juga sangat khawatir dengan bik Rara.


Uang yang di dalam tas seperti nya cukup untuk membayar kontrakan selama 2 bulan.


Akhirnya malam itu juga naisa mencari kontrakan sederhana di daerah itu.

__ADS_1


Brak......


"Maaf buk, saya gak sengaja!"ucap naisa salah menabrak orang. Naisa langsung mengambil tas ibu itu yang jatuh.


"Maaf buk, saya gak sengaja!"ucap naisa minta maaf


"Tidak apa nak!"ucap ibu ibu itu memperhatikan naisa dari bawah hingga atas.


"Kalau boleh tau kamu mau kemana nak? Trus kenapa tidak pakai sendal?"tanya ibu itu


Naisa tadinya lupa membawa sendal, jadi ia hanya jalan tanpa alas kaki, bahkan kaki naisa lecet sedikit akibat lari tadi.


"Maaf buk, saya lagi cari kontrakan di sini, karna saya kurang tau daerah sini!"ucap naisa


"Wah......kalau gitu gimana kalau ngontrak tempat ibu saja, kebetulan ada kontrakan yang kosong dekat rumah ibu!"ucap ibu itu.


"Wah...benarkah buk? Saya mau ngontrak tempat ibu deh!"ucap naisa senang.


"Oh ya, perkenalkan dulu nama ibu Susi, kalau kamu siapa namanya?"tanya ibu itu


"Iya buk Susi, nama saya naisa!"ucap naisa ramah.


"Ayuk kita ke tempat ibu, naisa!"ucap buk Susi mengajak naisa.


Naisa sangat bersyukur pastinya, karna setidaknya malam ini ia tidak tidur di jalanan.


Alex malam ini berjualan es cream dengan Riko, ia memakai pakaian yang sederhana.


"Cantik sih, tapi tidak ada yang menarik bagi ku!"ucap Alex


"Hadeuh.... Ni anak, milih cewek yang gimana sih?"tanya Riko bingung dengan selera Alex.


"Mau yang manis manis gitu!"ucap Alex tertawa sendiri.


"Semua orang juga pengen yang manis kali. Bro dulu Lo pernah suka sama siapa?"tanya Riko


"Ada dulu anak kelas gue, tapi suka karna dia tu pinter trus cantik aja gitu!"ucap Alex


"Ah, gak tau gue tipe Lo gimana!"ucap riko sangat bingung


Alex hanya melihat ke sana kemari, memang tidak ada yang menarik perhatiannya.


Buk Susi dan naisa sudah sampai di rumah kontrakan, Bun susi membuka kontrakan tersebut, di sana hanya ada 1 kamar ples dengan kamar mandi, memiliki dapur dan ruang tamu. Sangat sederhana tapi naisa sangat merasa nyaman saat sudah memasuki kontrakan itu.


"Apa naisa punya pakaian?"tanya buk Susi


"Enggak buk!"ucap naisa


Buk Susi seperti nya paham dengan naisa, buk Susi langsung kembali ke rumah dan mengambil beberapa baju untuk naisa.


"Ini ada beberapa baju untuk naisa saja, maaf kalau bajunya kurang cantik!"ucap buk Susi

__ADS_1


"Naisa ucapin terima kasih banyak buk, ini udah sangat bagus"ucap naisa


Buk Susi tersenyum, dan buk Susi pamit kepada naisa untuk pulang, tidak lupa juga buk Susi memberikan makanan untuk naisa malam ini.


Naisa langsung makan sangking laparnya.


"Alhamdulillah masih ada orang yang baik!"ucap naisa setelah makan.


Naisa langsung masuk ke dalam kamar, dan di kamar itu sudah lengkap kasur, selimut, dan juga bantalnya.


Naisa mengambil boneka dan Poto yang ada dalam tasnya. Ia memandangi kedua benda itu, tak terasa air mata naisa sudah keluar.


"Ibu, maaf Fin naisa ya. Naisa akan pulang setelah menemukan ayah. Naisa harus cari ayah!"ucap naisa menangis.


Sekarang malah naisa tidak ada niat lagi untuk kuliah, baginya menemukan ayahnya dan menyelamatkan ibunya adalah yang terpenting saat ini, ia rela kehilangan cita citanya demi menemukan ayahnya.


Naisa berbaring di atas ranjang, hari ini sangat lelah ia rasa, ia menarik selimut dan mulai menutup matanya.


Ayah Yanto marah marah saat kembali ke rumah, ririn tidak berhenti menangis, ia memikirkan nasib putrinya. Dan kemana ia harus mencari putrinya itu.


"Ini semua salah mu!"teriak ayah Yanto


Ririn sama sekali tidak menjawab perkataan dari Yanto, ririn sangat kesal tidak bisa menjaga putri kesayangannya.


Yanto langsung ke kamar dan mengemasi pakaian Ririn, ia berencana untuk mengusir ririn pergi dari rumah.


Brak....


Yanto melempar koper ke hadapan Ririn, Ririn sangat terkejut pastinya. Andi yang menyaksikan itu sangat benci terhadap ayahnya itu.


"Pergi kau dari sini!"teriak Yanto


"Jangan mas, aku masih ingin di sini, jangan usir aku!"ucap ririn menangis


"Pergi!"teriak Yanto


"Jangan usir aku mas"ucap ririn memeluk kaki suaminya.


"Aku ingin kita cerai, aku tidak mencintaimu lagi!"teriak Yanto menghempaskan genggaman Ririn, sehingga ririn tersungkur.


Yanto langsung menampar ririn dengan kuat, hingga ririn kesakitan.


Andi sangat terkejut melihat itu, ia langsung memeluk ibunya, ayah nya sangat kejam sekali.


"Lebih baik ayah tampar aku, jangan tampar ibu!"teriak andi.


terima kasih udah mampir di novel aku semoga ceritanya menarik perhatian teman teman semua 🤗🙏


jangan lupa vote, like dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkwkkwkw


~happy reading~

__ADS_1


__ADS_2