
hari berlalu bulan pun berganti, kini kandungan naisa sudah berumur 9 bulan. mungkin beberapa hari lagi naisa akan lahiran.
perasaan Alex masih sama seperti dulu, ia semakin mencintai naisa begitu juga naisa yang tidak bisa jauh dari Alex.
untung nya naisa selalu di temani ibu Ririn. Alex juga selalu siap siaga untuk menjaga naisa hingga tidak ada celah untuk orang orang jahat masuk ke dalam kehidupan naisa.
sebenarnya Alex ingin sekali memberitahu naisa jika ayah kandung nya adalah om Budiman. tapi sampai saat ini Budiman belum pulang juga.
tapi Budiman selalu saja memberikan kabar kepada Ririn maka dari itu Ririn tidak terlalu mengkhawatirkan Budiman kini malah Ririn fokus pada kehamilan naisa. anak pertama naisa dan Alex berjenis kelamin laki laki, naisa sangat senang ia selalu berdoa agar dirinya di beri umur panjang agar bisa merawat bayinya itu.
semua keluarga ngumpul di rumah Alex untuk beberapa hari mereka menunggu naisa yang lahiran. bahkan Alex sudah menyiapkan bidan dan dokter untuk memeriksa kesehatan naisa.
"mah nanti kenzi punya adik ya?" tanya kenzi kepada mamanya
"iya sayang, adik kenzi juga laku laki. jadi nanti kenzi gak kesepian lagi!!" ucap aida Kepada anak nya itu
"tapi kenzi pengen adik perempuan!!" ucap kenzi
"itu kode keras untuk kak aida!!" ucap Celine tertawa lepas saat mendengar keponakan nya itu minta adik perempuan
"orang jomblo diam saja ya!!" ucap aida
"lah kan gue diem, tapi tu kenzi sendiri yang minta!!" ucap Celine sangat bahagia menertawai kakaknya itu.
-----------------
Alex sangat setia menemani naisa di dalam kamar, ia selalu berdoa dan mengaji agar naisa menjadi tenang.
"adek takut bang!!" ucap naisa
"bismillah jangan takut ya, Abang tetap di sini kok!!" ucap Alex menenangkan naisa. Beberapa hari lalu memang naisa tidak tenang sama sekali, ia takut terjadi apa apa dengan dirinya atau pun anak nya.
malam itu mereka makan bersama di rumah Alex, Alex masih tetap setia menemani naisa di dalam kamar bahkan menyuapi naisa untuk makan malam itu.
naisa sangat senang sekali bisa mendapatkan lelaki seperti Alex yang baik, setia, romantis bahkan kaya raya.
__ADS_1
"kenapa nengok kin Abang trus!!" ucap Alex heran naisa asik menatap dirinya bahkan naisa senyum senyum sendiri
"adek mimpi apa ya dapet suami seperti Abang, udah kaya, baik, setia, romantis, menerima adek apa ada nya, bahkan tampan lagi!!" ucap naisa mengelus pipi Alex
"kalau memang jodoh gak akan kemana sayang walaupun awalnya harus di paksakan!!" ucap Alex. naisa langsung tertawa mengingat pertama kali ia bertemu dengan Alex bahkan Alex membuat dirinya kesal.
"aw.......!!" ucap naisa tiba tiba merasa sakit di perutnya
"kenapa sayang?" tanya Alex panik
"sakit bang!!" ucap naisa kesakitan. Alex langsung berlari keluar kamar untuk memanggil bidan yang sedang makan malam bersama dengan keluarga Alex.
"dokter tolong, istri saya kesakitan nih!!" teriak Alex dari lantai dua
seketika yang ada di sana langsung terkejut, dokter dan perawat langsung naik ke lantai dua untuk melihat kondisi naisa.
Alex langsung masuk lagi ke dalam kamar, ia menemani naisa dan memegang tangan naisa dengan erat. Alex langsung melantunkan ayah suci Al Quran ke telinga naisa agar naisa tidak takut.
melihat naisa yang kesakitan Alex terharu hingga mengeluarkan air matanya, ia merasa kasian kepada naisa. Alex langsung mencium kening naisa dan menyemangati naisa.
"oek oek oek oek..........!!!" tak lama kemudian suara tangisan bayi menggema di dalam kamar Alex
Alex langsung menggendong bayinya dan azan di telinga putranya itu.
semua yang menunggu di lantai satu sangat bahagia ketika mendengar suara tangisan bayi, bahkan mama Alex menangis terharu cucunya telah tiba di dunia ini.
mereka langsung melihat ke dalam kamar naisa. syukur nya bayi dan naisa sehat sehat saja.
"aku akan memberi kan nama JEIN WANDALEX !!" ucao Alex di depan semua keluarga nya
mereka langsung menggendong cucunya itu, bahkan cucunya itu terlihat sangat tampan sekali sama seperti Alex.
tapi kebahagiaan itu tak berkunjung lama, tiba tiba ada suara tembakan yang membuat mereka takut sekali, bahkan bayi JEIN langsung menangis histeris.
Alex langsung panik ia tidak akan menyangka jika rumah nya akan di teror Malam itu. semua orang bertopeng langsung masuk ke dalam kamar Alex bahkan mereka membawa senjata tajam.
__ADS_1
mereka langsung merebut bayi JEIN dari tangan mama Alex setelah itu salah satu dari mereka langsung kabur membawa bayi JEIN
"jangan kau bawa anak ku!!" teriak Alex panik
naisa yang melihat itu langsung pingsan, mereka semua sangat lemas saat mereka yang tak di kenal itu membawa senjata tajam.
Alex ingin mengejar bayi JEIN tapi mereka malah mengarahkan tembak tersebut ke kepala Alex.
"permainan pertama di mulai!!" ucap seorang yang bertopeng itu. ia langsung menghajar Alex begitu saja bahkan sampai Alex babak belur
Andi malah ingin membantu Sang kakak, tapi Andi juga malah babak belur di keroyok oleh orang yang bertopeng tersebut.
semua yang ada di sana hanya bisa menangis tidak berani membantu Alex dan juga andi. bahkan kini Andi dan Alex sudah tidak sadarkan diri.
papa Rendi langsung lemas seketika hingga pingsan begitu juga dengan mama Alex yang langsung tak sadarkan diri.
dan tiba tiba salah satu perawat tersebut melarikan diri dengan orang yang bertopeng tadi. Ririn yang sembunyi di dekat naisa melihat perawat tersebut. semua wanita yang tinggal di sana sudah tak berdaya lagi melihat kejadian tadi. bahkan kenzi menangis histeris di pelukan aida.
Celine yang tadinya masih di kamarnya ia mengintip, kini malah jiwa tomboy Celine langsung menyala, ia langsung Menganti bajunya berwarna hitam agar sama seperti mereka.
Celine langsung mengikuti orang yang bertopeng tersebut. karena tadi ia melihat jika bayi JEIN di bawa oleh mereka yang tidak di kenal itu.
semua orang bertopeng langsung pergi dari sana tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.
pagi harinya perlahan mata Alex mulai terbuka, ia melihat langit langit kamar yang ia kenal. bahkan seperti nya itu bukan kamar nya
"bayi ku, bayi ku mana? istri ku mana?" tanya Alex lembut
bik uni langsung sedih melihat Alex yang seperti itu, bik uni langsung memeluk Alex dan menangis histeris.
"bibi kenapa?" tanya Alex lembut
bik uni langsung geleng geleng kepala, ia tidak bisa menceritakan semua nya kepada Alex. bik uni memilih langsung pergi dari kamar nya itu.
terima kasih udah mampir di novel aku semoga ceritanya menarik perhatian teman teman semua 🤗🙏
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkwkkwkw
~happy reading~