
meli baru kepikiran dengan Celine, meli juga tau kalau Celine hilang saat anak Alex juga hilang tapi meli tidak pernah menyangka jika Celine ikut dengan nya.
meli mengepalkan tangannya, ia membodohi dirinya sendiri yang tidak hati hati dalam bertindak. ia takut jika Celine selamat maka ia akan tertangkap.
malam itu jein sudah tertidur, Celine dan jein tidur di atas ranjang sedangkan Alvin tidur di bawah
"boleh kah aku bertanya pada mu?" tanya Alvin kepada Celine
"tentu saja!!" ucap Celine memang tidak bisa tidur malam itu
"apa bayi ini anak mu?" tanya Alvin
"tidak!!" ucap Celine. Alvin langsung menghempaskan nafas kasarnya karena dari kemarin ia takut jika bayi itu adalah anaknya.
"kalau boleh tau kenapa kalian bisa di hutan? apa kalian tersesat? aku akan membantu kalian pulang jika kalian memang tersesat!!" ucap Alvin. Celine langsung bahagia sekali dengan perkataan Alvin
"benar kah kamu bisa membantu ku?" tanya Celine mengeluarkan air matanya
"tentu saja!!" ucap alvin senang jika membantu Celine
tanpa sadar Celine langsung turun dari atas ranjang dan kemudian memeluk Alvin sambil menangis. Alvin langsung gugup dan tubuh dia seperti membeku karena ini baru pertama kalinya ia di pelu oleh seorang wanita.
"jangan menangis!!" ucap alvin perlahan mengelus rambut Celine
"aku ingin pulang, aku rindu semuanya. terima kasih sudah mau membantu ku!!" ucap Celine menangis
"iya, tolong cerita kan bagaimana kamu dan anak itu bisa di sini!!" ucap alvin
Celine langsung melepaskan pelukannya ia juga menghapus air matanya, ia sangat antusias sekali menceritakan semuanya kepada Alvin karena selama ini Celine tidak punya teman curhat.
Celine langsung bercerita dari awal pertama kali naisa hamil sampai bayi jein di culik, kemudian Celine mengikuti bayi yang di culik dan sekarang ia mengetahui siapakah yang menculik bayi kakaknya itu.
"jadi kemaren itu aku menangis karena tidak tau lagi akan kemana, tapi aku sangat bersyukur bisa bertemu dengan mu!!" ucap Celine
"iya aku akan membantu mu untuk pulang, tapi jika nanti sudah pulang bisakah jangan lupakan aku!!" ucap Alvin. kata kata dari Alvin langsung masuk ke dalam hati Celine, entah kenapa Celine merasa sakit hati dengan kata kata Alvin itu
"aku tidak akan melupakan mu!!" ucap Celine
"terima kasih banyak, ya sudah kamu tidur lah!!" ucap Alvin. Celine mengangguk dan ia pun kembali ke atas ranjang untuk tidur.
__ADS_1
"sayang!!" ucap Alex mendekati naisa
"ada apa?" tanya naisa lembut
"janji yang tadi aku tagih ya!!" ucap Alex
naisa langsung tersenyum ke arah Alex, jujur saja sebenarnya naisa juga menginginkan hal tersebut.
dengan senang hati naisa langsung membuka seluruh pakaiannya begitu juga dengan Alex. mereka tidak memakai satu helai kain pun
seperti biasa mereka melakukan pemanasan, setelah itu baru lah mereka hal yang paling nikmat dalam ikatan suami dan istri.
di rumah utama mama Alex sedang menatapi bintang di atas sana. ia duduk sendirian di balkon kamarnya
"Celine bagaimana kabar mu nak?" ucap mama Alex bertanya tanya
"mama kangen banget sama kamu, cucu Oma apa kabar!!" ucap mama Alex tak terasa air matanya kini telah menetes
Rendi yang melihat istrinya dari dalam kamar ikutan bersedih, ia tidak bisa melihat istrinya itu menangis. bahkan Rendi selalu menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa melindungi cucu dan juga anaknya.
Rendi langsung menghampiri istri nya dan memeluk nya dari belakang, Rendi menupangkan dagunya di atas pundak istri nya.
"mama hanya rindu pa, mama rindu banget sama Celine. apalagi cucu kita yang tidak pernah sama sekali kita gendong!!" ucap mama Alex
"kita serahkan semua kepada Allah ya, pasti Allah sudah merencanakan yang terbaik untuk anak dan cucu kita!!" ucap Rendi. mama Alex mengangguk tanda mengerti
setelah itu papa Rendi langsung mengajak istrinya untuk masuk agar ia tidak sedih lagi.
"jein!!" ucap Ririn tiba tiba terbangun dari mimpinya
Ririn langsung mengelus dadanya ia pikir tadi nyata ternyata hanya mimpi.
Ririn bermimpi melihat jein yang sudah seperti anak yang lainnya yang berumur satu tahun bahkan wajah itu sama seperti jein waktu bayi. walau pun waktu bayi Ririn melihat hanya sekilas tapi ia tidak akan pernah lupa dengan wajah cucunya itu.
Ririn berbaring lagi mengingat kejadian satu tahun lalu, kejadian itu tidak akan pernah di lupakan oleh Ririn
"kenapa jein di culik ya?" ucap Ririn bertanya tanya
deg.........
__ADS_1
tiba tiba Ririn mengingat kejadian saat dia juga pernah di culik oleh seorang wanita. Ririn langsung duduk lagi, yang tadinya ia berbaring kini malah duduk kembali.
"apa wanita itu yang yang menculik cucuku?" ucap Ririn bertanya tanya
"buk.... ibu kenapa sih ngomong sendiri!!" ucap Andi dari luar kamar Ririn
Ririn langsung membuka pintu kamarnya dan menarik andi untuk masuk ke dalam kamar nya.
"ada apa sih buk?" tanya andi heran
"tadi ibu mimpi kalau jein sudah agak besar seperti anak lainnya yang berumur satu tahun!!" ucap Ririn menceritakan mimpinya tadi kepada Andi
"trus?" tanya andi
"trus tiba tiba ibu ingat saat dulu ibu juga pernah di culik!!" ucap Ririn. seketika Andi langsung paham maksudnya ibunya itu
"oh ya buk kalau boleh tau siapa sih yang culik ibu dulu?" tanya andi penasaran. memang Andi tidak pernah tau siapa yang menculik ibunya saat itu
"dia seorang wanita dan seperti nya dia menyukai kakak ipar mu Yaitu Alex. jadi wanita itu menjadikan ibu tahanan agar naisa mau menceraikan Alex!!" ucap Ririn
"waduh, Bahat juga tu cewek!!" ucap Andi heran
"yang aneh nya lagi, semenjak itu wanita itu tidak pernah lagi muncul, tiba tiba saat naisa lahiran ada orang yang menculik jein!!" ucap ririn
"buk, ini sudah fix pasti dia yang culik. kalau misalkan orang lain yang culik untuk apa coba? bahkan sampai ke dalam rumah, bahkan membawa anka Buah yang banyak. kalau wanita itu yang culik ia mempunyai tujuan buk!!" ucap Andi yakin jika wanita itu lah yang menculik keponakan nya.
"tapi kita tidak boleh souzon dulu nak!!" ucap Ririn
"sudah pasti dia buk, Andi yakin banget pasti dia yang culik!!" ucap Andi
"tapi kenapa dia setahun menghilangkan. pas ibu di culik dia langsung menelpon naisa tapi sayang nya saat itu Alex yang angkat!!" ucap Ririn
"ibu yang namanya penculik pasti berbeda beda cara, mana mungkin dia kembali mengulang rencana yang gagal itu!" ucap Andi
"benar juga kamu nak!!" ucap Ririn lagi
"ya sudah ibu tidur saja ya, besok Andi akan temui kak Alex!!" ucap Andi. ibu langsung mengangguk setelah itu Andi langsung kembali ke dalam kamar nya.
terima kasih udah mampir di novel aku semoga ceritanya menarik perhatian teman teman semua 🤗🙏
jangan lupa vote like dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkwkkwkw
~happy reading~
__ADS_1