Ternyata Dia Seorang Presedir

Ternyata Dia Seorang Presedir
naisa menangis histeris


__ADS_3

pagi itu naisa juga sudah terbangun dari pingsan nya, ia melihat ibunya yang sedang menangis di samping nya.


"ibu!!" ucap naisa pelan


"iya nak, Alhamdulillah kamu dah sadar nak!!" ucap ibu Ririn


"Beby jein mana buk?" tanya naisa. tiba tiba ibu langsung menangis melihat naisa


"belum di temukan nak, kamu yang sabar ya pasti baby jein ketemu kok!!" ucap ibu Ririn mengelus lembut rambut putri nya itu.


tiba tiba naisa langsung menangis histeris, ia tidak pernah menyangka akan menjadi seperti ini. ibu Ririn langsung memeluk naisa untuk menangkan naisa.


Alex yang masih setengah sadar mendengar tangisan naisa yang lumayan keras, Alex langsung bangun dan mencari keberadaan naisa.


"naisa!!" teriak Alex langsung masuk ke dalam kamar mereka


Alex langsung memeluk naisa, ibu Ririn langsung pergi dari sana tidak mau menganggu suasana mereka. Ririn juga merasakan apa yang di rasakan oleh putrinya itu.


"sayang jangan nangis!!" ucap Alex


"baby jein di culik bang!!" ucap naisa masih menangis. naisa terkejut melihat wajah Alex penuh dengan luka, malah naisa makin menangis lagi.


Alex mengelus lembut rambut naisa, ia ingin menenangkan naisa terlebih dahulu.


"sayang jangan sedih ya, Abang akan cari jein ya!!" ucap Alex


"jangan Abang yang cari, lihat tu muka Abang aja udah babak belur!!" ucap naisa juga mengkhawatirkan Alex


"gak papa kok, Pokonya sayang tenang ya, Abang akan cari jein!!" ucap Alex. naisa mengangguk, ia masih saja memeluk Alex


---------------------------


dari semalam Celine mengikuti mobil yang menculik keponakan nya itu, bahkan kini mereka sudah berada di tengah tengah hutan. Celine sangat takut tapi demi baby jein dia gak akan takut lagi, tapi Celine benar benar lupa jalan pulang karena memang sangat jauh sekali


Celine kini sedang bersama anak buah yang lainnya, karena ia memakai pakaian yang sama seperti yang lainnya. Celine merasa kasian dengan keponakan yang asik menangis saja.


akhirnya mereka sudah sampai ke suatu tempat yang sangat jauh dari pemukiman warga, di sana hanya ada satu rumah yang sangat sederhana. Celine mengikuti mereka untuk masuk ke dalam rumah tersebut.

__ADS_1


ternyata bos mereka berada di dalam rumah itu, salah satu dari mereka menyerahkan baby jein kepada seorang wanita yang tidak asing di mata Celine.


meli, batin Celine sangat marah


sudah jelas di mata Celine jika meli lah yang menculik keponakan nya itu.


"hei anak Alex? sudah lama aku menunggu kelahiran mu!!" ucap meli sangat bahagia bisa menculik bayi alex.


"kamu, Tolong kasi dia susu!!" ucap meli kepada Celine. Celine sangat terkejut saat dirinya di tunjuk, ia langsung mengambil alih untuk menggendong baby jein.


"berikan dia susu, dan semua barang bayi ini ada di kamar itu. ini kuncinya!!" ucap meli memberikan kunci kepada Celine. Celine langsung menerima nya dan langsung masuk ke dalam kamar tersebut.


Celine mengunci pintu tersebut dari dalam agar tidak ada yang masuk, ia langsung membuka topeng nya, tiba tiba baby jein langsung tertawa saat melihat Celine membuka topeng nya.


Celine sangat terkejut pastinya, tapi dengan cepat Celine langsung membuat kan susu untuk jein karena jein belum mendapatkan asi sama sekali.


dengan telaten ia langsung memberikan jein susu tersebut, untung nya Celine punya pengalaman dulu merawat kenzi jadi tidak akan susah baginya jika mengurus seorang anak kecil.


Celine masih bertanya tanya dengan keadaan kamar yang ia tempati saat ini. di kamar itu lengkap sekali peralatan bayi, mulai dari susu, pakaian dan banyak lagi.


sangking capek ya akhirnya Celine memutuskan untuk tidur bahkan baby jein juga ikut tertidur dengan nya.


----------------


mama Alex menangis histeris saat mendengar Celine juga di culik oleh orang yang tak ia kenal sama sekali. ia takut jika putri dan cucunya kenapa napa.


"tenang ya sayang pasti mereka akan mencari Celine dan juga jein!!" ucap papa Rendi


papa Rendi tadinya langsung cepat melaporkan kejadian semalam kepada polisi bahkan kini polisi sudah banyak di rumah Alex. Alex juga sudah menyuruh anak buahnya untuk mencari adiknya dan juga anak nya.


di lain sisi Alex masih shok atas kejadian semalam tapi dia menguatkan diri agar bisa mencari anak nya itu.


Budiman sangat kesal dengan dirinya sendiri, ia membodohi diri ya sendiri. ia menyalakan dirinya akibat kejadian semalam. kini Budiman sudah mendengar kabar dari Ririn jika cucu pertama nya telah di culik bahkan anak sahabat nya juga di culik.


hari itu sebenarnya Budiman ingin pulang tapi tidak bisa karena penyakit ayah nya yang semakin parah tidak memungkinkan dirinya untuk pulang.


"pulang lah!!" ucap papa Budiman

__ADS_1


"enggak pa, papa masih sakit!!" ucap Budiman, mama dari Budiman sudah meninggal 2 bulan yang lalu, jadi Budiman lah yang harus merawat sang ayah


"pulang lah cari cucu mu!!" ucap papa Budiman meneteskan air matanya. ia sangat menyesal karena dulu tidak merestui Budiman dan Ririn andai waktu bisa di ulang kembali pasti papa Budiman merestui mereka.


"papa jangan nangis, Budiman akan selalu di sini menemani papa!!" ucap Budiman


"pergi lah, salam kan minta maaf ku kepada Ririn. jujur lah kepada anak mu jika kamu adalah ayah kandung nya. aku juga titip salam untuk cucu ku naisa bilang saja aku ingin sekali bertemu dengan nya. cari lah cucu mu jangan khawatir kan papa!!" ucap papa Budiman meneteskan air mata


Budiman langsung memeluk sang ayah, tapi saat di peluk tiba tiba papanya langsung kejang kejang, Budiman langsung panik, ia langsung memanggil dokter di sana.


"maaf pak, seperti nya papa kamu tidak bisa di selamatkan lagi!!" ucap dokter tersebut.


tenyata perkataan nya tadi adalah pembicaraan yang terkahir untuk Budiman. Budiman langsung terjatuh ke lantai sambil menatap sang ayah.


ia tidak menyangka jiak musibah ini berlangsung secara berurutan. hati Budiman sangat hancur sekali. tapi ia tetap ingat akan pesan dari ayah nya itu.


Budiman langsung meneteskan air matanya bahkan ia menangis seperti anak kecil di lantai rumah sakit itu. tak lama kemudian ia langsung bangkit dan memeluk ayah nya untuk terakhir kalinya.


Budiman langsung mengurus semua keperluan untuk memakamkan jenazah sang ayah, dirinya masih saja tidak berdaya, bahkan kini Budiman ingin sekali mempunyai sandaran.


pembicaraan lewat telepon


"Ririn!!" ucap Budiman lembut


"iya ada apa mas?" tanya Ririn


"pengen banget di peluk sama kamu!!" ucap Budiman


"mas kenapa?" tanya Ririn


"aku butuh Pelukan mu sayang!!" ucap Budiman meneteskan air matanya. Budiman langsung mematikan ponsel tersebut.


terima kasih udah mampir di novel aku semoga ceritanya menarik perhatian teman teman semua 🤗🙏


jangan lupa vote like dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkwkkwkw


~happy reading~

__ADS_1


__ADS_2