Ternyata Dia Seorang Presedir

Ternyata Dia Seorang Presedir
pindah ke rumah alex


__ADS_3

pagi harinya Ririn sangat bersemangat sekali untuk berjualan, ia sangat senang karena selalu ada Andi di sebelah nya. Andi pergi ke sekolah sekalian juga membawa kue untuk di jual.


-----


Budiman kini sudah sampai di restoran yang telah beroperasi itu, ia sangat senang sekali restoran itu sudah mulai aktif.


ia sangat bersemangat sekali, ia akan mencari ririn juga hari itu, ia akan pergi ke tempat biasa ia kunjungi dulu bersama Ririn.


-------


pagi ini naisa senyum senyum di dalam kamarnya, entah kenapa ia sangat senang sekali karena Alex sangat baik kepada nya, sebelum menikah ia pernah berpikir bahwa Alex akan menjadi kan diri nya sebagai pembantu ternyata dugaan itu salah besar.


---------


1 Minggu telah berlalu


naisa dan Alex sedang beres beres akan pindah ke rumah mereka, Alex sangat senang sekali karena sebentar lagi naisa akan menepati janjinya.


naisa malah takut setengah mati, ia benar benar menyesal dengan janjinya itu, andai waktu bisa di ulang kembali pasti naisa tidak akan berjanji saat itu.


"malam ini kita gas ya sayang!!" bisik Alex ke telinga naisa. naisa langsung pasrah sekali, ia juga sangat takut.


hari itu adalah hari Minggu jadi Alex tidak ke kantor, pukul 9 mereka akan kembali ke rumah Alex. Alex dan naisa sedang menuruni anak tangga yang ada di rumah itu.


"jangan lupa nanti main ke sini ya!!" ucap mama langsung memeluk naisa dengan erat. sebenarnya mama ingin naisa lebih lama lagi tinggal bersama nya, karena mama ingin tau tentang asal usul naisa, walau pun kehidupan naisa pahit mama akan terima apa adanya, tapi apa lah daya Alex sendiri tidak ingin tinggal lama lama di rumah kedua orang tuanya.


"iya ma, tenang aja naisa akan sering main ke sini kok!!" ucap naisa tersenyum


"pokonya papa tunggu kedatangan kalian nak!!" ucap papa


"iya pa tenang aja kok!!" ucap naisa


"udah lah, kan Alex sama naisa cuman pindah rumah bukan pindah alam, jadi ya biasa aja kali. biasanya juga Alex gak pernah di sini!!" ucap Alex merasa pemandangan yang ada di depan matanya itu terlalu lebay


"dasar ni Abang gue, kok ngomong nya jujur amat!!"ucap Celine terkekeh, Celine juga sama seperti mama, ia juga ingin naisa tinggal lebih lama lagi di sana, Celine juga sangat penasaran dengan kehidupan kakak iparnya itu.

__ADS_1


Alex langsung Salim kepada kedua orang tuanya, setelah itu naisa dan Alex langsung pulang ke rumah mereka.


Celine hanya melambaikan tangan saat mobil naisa dan Alex mulai menghilang dari pandangan nya.


"ma, kak naisa cepat banget pulang. Celine masih penasaran sama dia!!" ucap Celine


"jangan kan kamu nak, mama juga sangat penasaran sekali!!" ucap naisa


"ya udah gini aja, biar papa suruh sekretaris papa untuk mencari info tentang naisa, jadi kalian tenang aja ya!!" ucap papa


"uluh uluh papa ngerti banget sama kita!!" ucap Celine langsung memeluk papanya


"iya jelas dong!!" ucap papa.


____


tak lama kemudian naisa dan Alex sudah sampai di rumah Alex, naisa masih tidak menyangka ia akan tinggal di rumah sebesar itu.


di sana sudah mengumpul beberapa pelayan di rumah itu, mereka menyambut kedatangan naisa dan Alex. mereka berdua langsung turun dari mobil dan berjalan menuju rumah baru bagi naisa.


"selamat datang tuan muda dan non naisa!!" ucap salah satu pelayanan itu, dan yang lainnya langsung menunduk ke arah naisa dan Alex.


kini Alex dan naisa memasuki rumah mereka, yang jelas naisa belum tau bagaimana isi dalam rumah itu.


"nah kamar kita di lantai 2 sayang, jadi malam ini kita tidur nya di lantai 2!!" ucap Alex langsung menarik pelan tangan naisa menuju kamar mereka.


naisa hanya diam saja, iya mengikuti apa Yang dilakukan oleh alex. Alex membawanya ke dalam kamarnya, naisa langsung terkejut melihat kamar Alex. karena kamar Alex lebih besar dari pada kamar yang berada di rumah kedua orang tua Alex.


"ini kamar Abang? besar sekali!!" ucap naisa


"ini bukan kamar Abang, tapi ini kamar kita berdua!!" ucap Alex


di sana sudah terlihat ranjang yang sangat besar, di sana juga di lengkapi satu sofa dan ada tv-nya.


Alex membawa naisa ke ruangan ganti, di sana naisa juga terkejut, kenapa kamar ganti saja haru besar seperti itu.

__ADS_1


"lihat ini lemari kamu sayang, di sini semua ada baju mu, trus di tempat sana ada tas milik mu, di sana juga sudah ada sepatu dan ada juga sendal yang mewah. kamu juga bisa di sini berdandan yang cantik!!" ucap Alex memperkenalkan semua kemari yang ada di sana


di sana malah kebanyakan lemari milik naisa dari pada milik Alex sendiri, naisa masih saja tidak menyangka kalau itu milik dirinya.


"banyak sekali, jadi bingung!!" ucap naisa


"tidak usah bingung dek, mungkin sekarang masih belum hafal tempat nya nanti lama kelamaan bakalan terbiasa kok!!" ucap Alex.


-----


Budiman sangat putus asa sekali, ia sudah mencari ririn selama seminggu ini tapi tidak ada tanda tanda Ririn di sana. ia malah sangat membenci dirinya sendiri, bagaimana bisa ia menelantarkan wanita yang sangat ia cintai itu.


"bagaimana ini tuan, kemana lagi kita cari Bun Ririn?" tanya anak buah Budiman


"aku tidak tau lagi, kita pergi saja ke kota B, aku ingin bertemu dengan sahabat ku!!" ucap Budiman


"sekarang atau besok tuan?" tanya nya lagi


"besok saja!!" ucap Budiman.


____


di tempat lain, Ririn sudah di pantau beberapa hari ini oleh anak buah meli, mereka akan menculik Andi atau pun ibu dari naisa. meli tidak akan tinggal diam akan hal itu baginya Alex hanya lah miliknya sendiri.


Ririn juga merasakan beberapa hari ini seperti ada yang mengikuti nya, tapi ia tidak takut sama sekali, malah ia sangat ingin bertarung dengan orang itu, karena di dirinya sudah tersimpan ilmu bela diri, cuman sudah lama ia tidak berlatih lagi.


saat berjalan di tempat sepi Ririn masih saja merasa ada yang mengikuti nya, ia sangat berhati hati sekali saat itu. Riri. langsung menghentikan jalan nya, ia sudah muak dengan orang yang selalu mengikuti nya.


"keluar kalian, tidak perlu ngumpet ngumpet!!" ucap Ririn


anak buah meli sangat terkejut pastinya, bagaimana bisa Ririn mengetahui keberadaan mereka, karena mental mereka belum kuat, anak buah meli tidak berani menunjukkan wajah aslinya, ia masih saja bersembunyi.


Ririn merasa lawan nya itu tidak seberapa, akhirnya ia memutuskan untuk pergi dari sana.


terima kasih udah mampir di novel aku semoga ceritanya menarik perhatian teman teman semua 🤗🙏

__ADS_1


jangan lupa vote like dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkwkkwkw


~happy reading~


__ADS_2